• Jumat , 6 Desember 2019

SHADU SHAH >> BASS DENGAN SOUND FLEKSIBEL

DI AKUI, BANYAK MUSISI BERBAKAT YANG MUNCUL DI PANGGUNG MUSIK TANAH AIR. BAHKAN BEBERAPA DI ANTARANYA, SUKSES MENJADI SOROTAN. SALAH SATUNYA ADALAH SHADU SHAH, PUTRA MUSISI JAZZ PAPAN ATAS, IDANG RASJIDI INI SUKSES TAMPIL DI BERBAGAI PANGGUNG MUSIK, MULAI DARI JAZZ, BLUES, SERTA BERBAGAI EVENT MUSIK BERGENGSI LAINNYA.

audiopro

Sudah berkolaborasi dengan banyak musisi papan atas nasional. Dimana skill dan permainan bass-nya memang banyak di apresiasi. Nama Shadu, tidak bisa lepas dari perjalanan panggung musik kita. Musisi ini, memang sudah tampil di berbagai event bergengsi seperti Java Jazz Festival, hingga Jakarta Blues Festival. Gaya permainannya yang khas dengan skill yang tidak bisa di bilang biasa saja, membuat banyak musisi papan atas mengajaknya bergabung atau membuat proyek bersama. Bahkan Shadu terlihat bermain untuk berbagai genre musik, walaupun tetap dengan gaya permainannnya. Bermain secara professional justru di ajak beberapa nama musisi papan atas termasuk sang ayah. Ada moment yang sangat berpengaruh pada kariernya, Di awal-awal bermain di panggung bergengsi. Saat usianya masih belia (17 tahun), Shadu tampil di event Jazz Goes To Campus (JGTC) pada tahun 2006. Keterlibatannya karena di ajak bergabung di Cendy Luntungan & Friends, yang beranggotakan Cendy Lutungan (drum), Oele Pattiselanno (Gitar) dan Shadu (bass). Band ini mendapat respon positif di panggung tersebut. Bergabungnya dengan musisi papan atas yang lebih senior, membuat namanya menjadi sorotan. Akan tetapi, aksinya tersebut sempat menuai polemik dan kritik. Shadu di anggap tidak bisa mengimbangi permainan kedua senior tersebut oleh sebuah media.

DIPERSIAPKAN SEBAGAI PEMAIN BASS

Saat ditanyakan mengapa memilih bass, dan tidak menjadi pemain keyboard, seperti sang ayah, Shadu mengaku sudah menyukai dan ingin menjadi pemain bass sejak kecil. “Sebenarnya oleh Papa saya memang sudah di persiapkan menjadi pemain bass dari kecil. Papa saya memang merencanakan akan membuat band keluarga. Tapi awalnya justru papa saya tidak mengijinkan saya bermain bass langsung, tapi harus bisa memainkan perkusi terlebih dahulu. Awalnya saya sempat menentang, karena sudah ingin cepat-cepat bisa memainkan bass. Akan tetapi menurut beliau, menguasai perkusi agar pondasi bermain bass semakin kuat.” Ungkapnya. Setelah menguasai dan beberapa kali tampil sebagai pemain perkusi, akhirnya Shadu mendapat bass pertama dari sang ayah. Setelah tampil di ….. (full article read on Magazine)

BERGABUNG DENGAN YAMAHA 

Pada awal menjadi musisi professional, penyuka Anggur Cap Orang Tua ini terlihat menggunakan bass 6 String dari brand Alembic. Bass kelas butik ini tentunya memiliki kemampuan yang istimewa. Namun, Shadu pada akhirnya bergabung dengan brand Yamaha, dan menggunakan produk BB Series 5 String, tipe BB 735-A. Salah satu alasan karena memang sudah kenal lama karakter Bass Yamaha. “Yamaha sudah punya reputasi. Alasan lain saya butuh karakter sound yang fleksibel dan lebih general. Apalagi saya berkolaborasi dengan banyak nama, dan berbagai karakter musik. Misalnya di ILP saya butuh sound yang lebih liar dan gahar, sedangkan dengan Dewa Budjana bisa berbeda jauh. Bass Yamaha yang saya pilih ini bisa mendekati untuk kebutuhan bermusik keduanya,” jelasnya. Pilihan BB Series menurutnya selain bass tipe ini memang ………. (full article read on Magazine)

Artikel By : Andree Stroo
Photo By : Fajar Sutrisno

Bagaimana pendapat Shadu tentang Yamaha BB Series dan keseruan apalagi dari perbincangan dengan Audiopro, silahkan download Majalah Audiopro terbaru Edisi 21 di Gramedia Digital (klik DISINI) atau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s!

Jangan lupa follow semua Sosial Media Majalah Audiopro untuk mendapatkan up-date informasi tentang musik dan audio lainnya.

Related Posts