• Jumat , 6 Desember 2019

MUSIC CREATION TO MIXING WITH WAVES

BAGI PARA ENGINEER DAN PRODUCER, NAMA WAVES AUDIO SUDAH TAK ASING LAGI. SUDAH 27 TAHUN MEREKA MENDEVELOP PROFESSIONAL DIGITAL AUDIO SIGNAL PROCESSING DAN AUDIO EFFECTS UNTUK RECORDING, MIXING,MASTERING, POST PRODUCTION, BROADCAST, SAMPAI LIVE SOUND.

Tidak hanya untuk profesional, dengan harga yang cukup terjangkau tampaknya Waves coba memperkenalkan lebih luas lagi produk mereka ke dunia edukasi dan komunitas khususnya audio di Indonesia. Untuk itu, pada 03 Agustus 2019 lalu Chandracom bersama Waves yang di support oleh Art Sonica, LPDK, SAE Indonesia, dan SSR yang notabene merupakan lembaga edukasi juga komunitas Ableton Indonesia serta Betjakers Djaya mengadakan workshop Music Creation To Mixing yang menghadirkan Larry Thrasher seorang musician, producer, serta engineer sebagai pembicara.

Workshop yang di mulai jam 01 siang ini di buka dengan memperkenalkan Inspire Virtual Instruments. Plugin yang baru di rilis akhir 2018 lalu merupakan sebuah koleksi premium instruments yang berisi 10 jenis VSTi yang berbeda yaitu Grand Rhapsody Piano, Electric 88 Piano, Electric 200 Piano, Electric Grand 80 Piano, Clavinet, Flow Motion FM Synth, Element 2.0 Virtual Analog Synth, Codex Wavetable Synth, Morphoder, Bass Slapper, dan Bass Fingers. Dengan sample drum yang sudah ada, Lary coba membuat musik menggunakan beberapa VSTi. Pertama yang di coba adalah Bass Fingers. Seperti Kita ketahui, tidaklah mudah membuat basslines melalui MIDI secara realistik. Mengambil sample dari permainan bass Or Lubianiker (Bassis Marty Friedman, Gus G, dan Bumblefoot) Bass Fingers mampu memberikan touch yang natural layaknya pemain bass sesungguhnya. Virtual instrument ini mampu mentranslate MIDI input menjadi bassline dengan dynamic yang natural serta sound yang realistis. Selanjutnya, Lary menambahkan VSTi Grand Rhapsody Piano. Virtual instrument ini samplenya di ambil dari sebuah grand piano Fazioli F228 yang samplingnya di lakukan di London Metropolis Studios menggunakan 8 jenis microphones berbeda dengan kualitas preamps dan converters berkualitas sehingga menghasilkan suara piano yang megah layaknya sound Fazioli piano original. VSTi ini juga di gunakan oleh beberapa musisi professional untuk rekaman, seperti lagu Hello Adele.

Di sini Lary menjelaskan, Kita dapat menggunakan 3 pasang mic yang berbeda serta posisi yang dapat di atur. Selain itu, Lary juga coba menggabungkan plugin Waves lainnya seperti Eq dan reverb yang menghasilkan tonality Grand Rhapsody Piano lebih lebar. Memasuki session kedua workshop yang bertempat di Chandracom ini, Larry coba mixing menggunakan Abbey Road Studios. Plugin yang baru launching pada July 2019 lalu ini di kembangkan oleh Waves bersama Abbey Road Studio untuk menempatkan acoustic environment legendary dari control room Studio 3 Abbey Road ke dalam headphones. Sekedar referensi bagi yang belum pernah memasuki Studio 3 Abbey Road. Lagu-lagu legendaris dari The Beatles dan Pink Floyd, serta yang lebih modern ada nama Radiohead, Amy Winehouse, Kanye West, Frank Ocean, Lady Gaga, and Florence + the Machine adalah hasil rekaman dan mixing dari ruangan studio tersebut. Plugin ini dibuat dengan pengukuran impulse response menggunakan tekhnologi Waves ‘Nx untuk 3D audio spasial yang detail serta menawarkan option output stereo, surround 5.1 dan 7.1. Uniknya, dengan output stereo, Kita dapat memilih setup antara nearfield, midfield dan farfieldeld speaker. Selain Abbey Road Studios, Lary juga menjelaskan Abbey Road Collection. Plugin legendaris dari ambient ruangan studio, microphones, consoles, tape machines dan signature efek yang pernah di gunakan dan terdengar pada rekaman masterpieces dalam sejarah musik. Di bundling Abbey Road Collection, Waves memberikan 10 plugin berupa Abbey Road Chambers, Abbey Road Reverb Plates, Abbey Road TG Mastering Chain, Abbey Road Vinyl, EMI TG12345 Channel Strip, J37 Tape, REDD, Reel ADT, RS56 Passive EQ, dan The King’s Microphones.

Sebagai penutup, selain adanya sesi tanya jawab pada setiap session dengan para audience kebanyakan dari Mahasiswa jurusan Audio ini, Chandracom memberikan doorprize berupa Bass Slapper dan Waves Gold Bundle kepada dua orang yang beruntung.

Artikel & Photo By Ressa S.M

Telah terbit Majalah Audiopro terbaru edisi 20,  dapatkan beragam informasi menarik selengkapnya cukup download di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s!

Jangan lupa follow semua Sosial Media Majalah Audiopro untuk mendapatkan up-date informasi tentang musik dan audio lainnya.

 

 

Related Posts