• Jumat , 22 November 2019

PROPHETS OF RAGE ‘PECAHKAN’ HODGEPODGE SUPERFEST 19

MUSIC FESTIVAL BESUTAN JAVA FESTIVAL PRODUCTION, HODGEPODGE SUPERFEST SUKSES DI GELAR. BEKERJASAMA DENGAN SUPERMUSIC, EVENT YANG DIADAKAN SELAMA 2 HARI (31 AGUSTUS – 1 SEPTEMBER 2019) INI MENARIK KARENA MENAMPILKAN MULTI-GENRE DENGAN BANYAK MENAMPILKAN BAND-BAND ERA MILLENIAL.

Music festival ini adalah kali kedua, dan bertempat di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta. Di Mulai sejak pukul 15.00 WIB, hingga tengah malam. Menampilkan band lintas genre tanah air dan juga beberapa band International. Diantaranya : Prophets of Rage (USA) yang merupakan re-inkarnasi dari Rage Against the Machine (RATM), The Used band Rock asal USA, Phony PPL asal Brooklyn, New York. The Japanese House dan Superorganism, keduanya merupakan band Pop Indie dari Inggris. Betty Who, solois asal Australia dan State Champs, band Rock asal USA. Sedangkan band local hero, antara lain : Adrian Khalif, Ahmad Abdul, Pamungkas, Reality Club. Coldiac, Dred Cassava, Gho$$, Fortwnty, Iwa K x Sweet Martabak, NTRL, Jevin Julian x Petra Sihombing, Lalahuta, M.A.T.S, Maliq D’Essential. Marcello Tahitoe, Feast, Barasuara, GAC, Reality Club, Joko In Berlin, A Nayaka, SMN Project, The Soulful, Laidthisnite, dan Teddy Adhitya. Band-band dengan genre berbeda, tapi dengan energi yang luar biasa.

PROPHETS OF RAGE, PECAH!!!

 

Pada hari pertama, Fortwnty (Supermusic Stage) dan NTRL (BNI Stage), menghangatkan suasana pada sore harinya. Semakin malam GAC dan Iwa K x Sweet Martabak (Supermusic Stage) membuat event ini semakin meriah. Salah satu yang di tunggu audiens pada hari pertama, penampilan The Japanese House (BNI Stage). Walaupun popular di kanal YouTube, menurut pengamatan redaksi band ini tampil biasa saja. Justru yang tampil enerjik sekaligus menghibur dan inovatif adalah aksi Phony PPL. Pengusung Hip Hop/RNB ini memang paket lengkap. Tidak hanya skill yang mumpuni, tapi juga sangat menghibur dengan aksi kocak dan tampil habis-habisan, membawakan lagu seperti ‘Why iii Love the Moon’ dan ‘Boyfriend’. Rangkaian aksi band di hari pertama, di tutup oleh The Used. Mengawali pertunjukan membawakan lagu ‘Take it Away’ dilanjutkan dengan ‘Bird and the Worm’. Aksi band asal Utah ini bukan pertama kalinya di Indonesia. Karena The Used sebelumnya pernah menggelar konser tunggal di Jakarta. Penampilan yang enerjik memang sudah melekat pada band yang juga di kenal dengan hits ‘All That I’ve Got’. Hodgepodge Superfest 19, menampilkan 4 buah Stage, yaitu Indoor Stage (Kopi Kapal Api Signature), Kementrian Pariwisata Stage, serta dua panggung utama BNI Stage dan Supermusic Stage. Dengan venue yang luas, terdapat banyak photo booth yang cukup instagramable, berbagai game yang disediakan oleh pihak sponsor. Membuat betah di lokasi, apalagi banyaknya kios makanan di food area. Hari kedua, local hero seperti Marcello Tahitoe, Barasuara dan Maliq D’Essential menjadi band yang memanaskan suasana. Bahkan band internasional seperti State Champs, juga tampil habis-habisan. Atau aksi penyanyi sexy Betty Who, yang cukup memukau.

Akan tetapi event Hodgepodge Superfest 19 ini ‘pecah’, saat Prophets of Rage beraksi di Supermusic Stage. Menjadi re-inkarnasi RATM, karena masih di gawangi personil asli band legendaris tersebut. Tom Morello (gitar), Tim Commerford (bass) dan Brad Wilk (drum). Membetuk Prophets of Rage, dengan menambah personil Rapper Chuck D & DJ Lord dari Public Enemy serta B Real dari Cypress Hill. Band ini memang menjadi headliner Hodgepodge Superfest 19. Setelah lagu kabangsaan ‘Indonesia Raya’ di kumandangkan, band ini menghajar dengan lagu ‘Testify’. Mereka banyak membawakan lgu-lagu dari RATM, di antaranya ‘Bullet in the Head’ atau ‘Guerilla Radio’. Bahkan ada sesi, dimana Chuck D, DJ Lord dan B Real tampil membawakan lagu-lagu Hip Hop era 90-an seperti “Hand on the Pump” milik Cypress Hill, “Can’t Trust it” milik Public Enemy. Band ini juga membawakan satu lagu milik Audioslave yang dinyanyikan oleh audiens untuk menghormati vokalis Chris Cornell. Penonton bergemuruh sepanjang aksi band ini. Di tengah pertunjukan, Tom Morello melakukan aksi simpatik, dengan menempel tulisan ‘Bhineka Tunggal Ika’ pada punggung gitarnya. Aksi yang sering di lakukan gitaris ini untuk peduli pada lingkungan sekitar. Aksi superband ini, cukup pas untuk menutup riuhnya event Hodgepodge Superfest 19.

Artikel By : Andree Stroo
Photo By : Istimewa

 

 

 

Telah terbit Majalah Audiopro terbaru edisi 20, dapatkan beragam informasi menarik selengkapnya cukup download di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s! Jangan lupa follow semua SOCIAL MEDIA Majalah Audiopro untuk mendapatkan up-date informasi tentang musik dan audio lainnya.

Related Posts