• Jumat , 22 November 2019

VOX AC2 RHYTHM AMPLIFIER MINI

SEPERTINYA 1 DEKADE TERAKHIR PASAR AMPLIFIER MINI TIDAK PERNAH SEPI DAN SELALU ADA PEMINATNYA. PASALNYA BANYAK PABRIKAN YANG GIAT MEMPRODUKSI AMPLI TERSEBUT MENGIKUTI PERKEMBANGAN JAMAN DIMANA HAMPIR SEMUA PERLENGKAPAN MUSIK BERBENTUK MINI, TENTU SAJA BEBERAPA FITUR MENYESUAIKAN KEBUTUHAN MUSISI.

Produsen asal Inggris ini adalah salah satunya, setelah Vox AC1 Rhythm laris di pasaran, Vox melakukan upgrade ke dalam miniatur ampli mereka dan memperkenalkan AC2 Rhythm.

Melihat fisiknya, ukuran AC2 Rhythm sangatlah compact dengan dimensi 17 cm x 70 cm x 128 cm dan berat kurang dari 1 kg. Sangat portable sebagai amplifier multifungsi yang dapat dibawa ketika berkumpul bersama teman. Sayangnya ampli ini tidak dilengkapi dengan teknologi Bluetooth untuk memutar MP3. Namun Vox menyiapkan mini jack pemutar MP3 yang Anda punya.

 

Ampli yang memiliki double output 1W dan 2W ini dapat menggunakan 6 buah baterai AA atau AC adapter DC 9V sebagai power sourcenya. Penggunaan seluruh material dari solid plastic di finishing warna hitam dengan list putih serta aksen warna emas pada grill yang menutupi speaker 3′ x 2 nya ini memiliki desain struktur closed cabinet.

Pada control panel atasnya, Vox AC2 Rhythm di bagi menjadi dua section. Pertama yaitu amplifier section yang terdapat input jack 1/4, knob gain, tone, volume, mode 1/2/3 switch sound variation. Kedua yaitu rhythm fx section yang terdapat rhythm/fx knob, LED status, on-off switch rhythm play/stop serta effect on/off, RM/FX button dan TYPE button. Dibagian kanan terdapat phones jack, Aux in, DC in serta Power LED dan baterai compartement di bagian belakangnya.

SOUND

Saat mencoba miniatur ampli ini, Kami menggunakan gitar Stratocaster dengan konfigurasi pickup H-H yang langsung di direct ke input. Dengan gain, tone, serta volume di setting flat, pertama Kami coba sound clean di amp type mode 1 dengan pickup di neck. Terdengar sound clean yan gwarm dan open pada mid-rangemya. Lalu kami aktifkan FX dan memilih chorus. Karakter chorus yang deep dan watery terdengar saat memainkan beberapa chord harmony 7.

Selanjutnya Kami coba sound crunch diu amp type mode 2 dengan pickup switch ke bridge. Karakter british yang fat dan plexy khas amplifier VOx terdengar cukup agresif. Kemudian Kami coba sound Lead di amp type mode 3. Masih dengan setting yang sama, Kami tambahkan FX delay saat Kami memainkan Parisienne Walkswaysnya Garry Moore. Terdengar karakter sound…..

ARTIKEL LENGKAP, silahkan download Majalah Audiopro edisi 19 di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s! Jangan lupa follow semua sosial media Majalah Audiopro untuk informasi tentang musik dan audio lainnya.

Artikel By : Ressa S.M
Photo By : Fajar Sutrisno

Related Posts