• Jumat , 23 Agustus 2019

MENGENAL PICKUP BASS SINGLE COIL

TIDAK SEPERTI INSTRUMEN AKUSTIK, BASS ELEKTRIK MEMBUTUHKAN PICKUP UNTUK MENGHASILKAN BUNYI. PICKUP DITEMPATKAN DI BAWAH SENAR-SENAR, BISA DI POSISI MANA SAJA ANTARA NECK DENGAN BRIDGE, DAN BISA BERJUMLAH SATU BUAH ATAU LEBIH. FUNGSI DARI PICKUP ADALAH MENANGKAP GETARAN SENAR-SENAR BASS, UNTUK KEMUDIAN DIPROSES OLEH COIL MAGNETIK PADA PICKUP SEHINGGA MENGHASILKAN BUNYI YANG DIKELUARKAN OLEH SPEAKER AMPLIFIER.

Ada 2 tipe utama pickup berdasarkan proses transfer getaran menjadi bunyi yaitu, Magnetik dan Piezoelektrik. Pickup magnetik melakukan sesuai namanya, yaitu menggunakan medan magnet untuk menangkap getaran senar kemudian mengirimkan sinyal dari bass melalui kabel menuju amplifier. Pickup magnetik ditempatkan pesis di bawah senar-senar bass. Sedangkan Piezoelektrik menggunakan semacam lempengan kristal yang biasanya ditempatkan pada saddle atau bridge untuk menangkap getaran dari senar-senar bass. Itulah perbedaan dasar dari kedua tipe pickup, dimana pickup piezoelektrik biasanya digunakan pada bass akustik, sementara pickup magnetik digunakan untuk bass elektrik pada umumnya. Namun pada beberapa bass elektrik yang butik atau high end digunakan juga kedua pickup magnetik dan piezoelektrik, untuk menghasilkan sound yang lebih detail dan jernih.

SINGLE COIL 

Pickup magnetik sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu single coil dan dual coil atau humbucker. Kali ini yang akan kita bahas adalah jenis pickup single coil karena merupakan awal dan dasar dari perkembangan bass elektrik. Disebut single coil karena pickup ini menggunakan wiring tembaga, sangat sederhana dan juga digunakan untuk instrument gitar elektrik. Pickup single coil menghasilkan sound yang sering di deskripsikan sebagai terang dan jernih, namun juga lantang dan kotor. Dengan kata lain soundnya terdengar tegas dan detail untuk setiap frekuensinya baik low, mid, maupun high nya. Cenderung kotor atau noise karena medan magnetik pada single coil biasanya juga menangkap getaran atau sinyal selain dari getaran senar-senar bassm seperti sinyal radio, noise dari listrik juga lampu fluorescent dan komputer. Jadi jika anda tampil di panggung dengan lighting ekstra, bisa dipastikan bass anda yang menggunakan single coil soundnya akan terganggu alias humming (berdengung atau noise). Gangguan sinyal ini disebut dengan “60-cyce hum”.

SPLIT SINGLE COIL

Pickup single coil juga bisa dibedakan menjadi dua, yaitu yang memang single coil dan yang disebut split single coil. Pickup split single coil adalah yang digunakan pada bass Precision. Leo Fender membagi dua sebuah pickup single coil dan menempelkan keduanya pada posisi atas untuk menangkap getaran senar 4 dan 3, dan bawah untuk menangkap getaran senar 2 dan 3.

Dengan membagi dua (split) sebuah pickup single coil dan menempelkan keduanya sesungguhnya sudah bisa disebut sebagai humbucker karena berfungsi untuk menghilangkan hum atau dengung. Ternyata Leo Fender membuat split single coil karena pickup jenis humbucker sudah terlebih dahulu dipatenkan oleh Gibson jauh sebelum Leo Fender membuat bass Precision dengan split single coil pada tahun 1950-an. Sehingga Leo berkreasi dengan pickup buatannya sendiri.

DOUBLE SINGLE COIL

Tahun 1960-an. Leo Fender menciptakan model bass baru yang disebut Jazz Bass. Jazz Bass menggunakan dua buah pickup single coil yang ditempatkan pada posisi dekat neck dan dekat bridge. Penggunaan dua buah pickup single coil ini juga dimaksudkan…….

ARTIKEL LENGKAP, silahkan download Majalah Audiopro Edisi 18 di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s! Jangan lupa follow semua sosial media Majalah Audiopro untuk informasi tentang musik dan audio lainnya.

Artikel By : Alex Kuple
Photo By : Dok. Apro

Related Posts