• Selasa , 17 September 2019

LIVE MUSIK RECORDING UNTUK KEBUTUHAN BROADCAST DI BARATA STUDIO

BANYAK BERMACAM CARA UNTUK MEMPERKENALKAN SEBUAH KARYA DI ERA DIGITAL. TAK HANYA MELALUI SOCIAL MEDIA SAJA, BANYAK PLATFORM TERSEDIA. SALAH SATUNYA ADALAH MELALUI MEDIA STREAMING DAN CABEL DALAM BENTUK AUDIO MAUPUN VIDEO.

Saat ini content tersebut semakin di gemari bagi para penikmat musik, apalagi perangkat mobile kini semakin memanjakan tak hanya untuk kalangan musisi saja. Memfasilitasi kebutuhan para musisi, terlebih jalur indepedent, pada 2 Mei lalu Barata Studio bersama salah satu penyedia layanan boardband internet, Firts Media menyuguhkan acara Music On Loc dengan konsep live di dalam studio.

Di jalur indepedent sendiri, bentuk support dari media maupun televisi sangatlah dibutuhkan. Para musisi di tuntt lebih kreatif untuk mencari channel mulai dari promosi dan ditribusi agar tetap bertahan di industri ini. ” Kita ini basicnya produksi untuk di TV cabel dan channel youtube. Konsepnya band atau solois main langsung di lokasi yang sudah di tentukan. Paling simple dan basic ya seperti ini, di studio seperti latihan saja, tapi tidak semua episode kita syuting di dalam studio. Kita lebih ambil band-band baru atau lebih ke scene indie yang mau promo. Jalur itu yang mau kita angkat. ” Jelas Baje produser Music On Loc.

TEKHNIK RECORDING

Metode recording di bagi menurut teknik dan alat yang digunakan. Saat ini menurut alat yang dipakai adalah digital, sedangkan menurut tekhnik recording di bagi menjadi live recording dan multi track recording. “Saat merekam situasi live atau rehearsal Saya merasa lebih hidup. Ada hal-hal yang tidak bisa di dapat saat rekaman multi tracking pakai metronome. Misalnya seperti bocoran sedikit-dikit. Terkadang karena ada bocoran malah bagus. Tapi dengan catatan, si player harus jelas memainkan notasi instrumentnya. Karena live recording nyawanya adalah dari player itu sendiri. Terutama vocal karena itu paling terdengar. Paling tidak harusnya 70% suara vocal dan sisanya ambience, jadi suara aslinya tidak tertiban bocoran dari intrument. ” Ujar Adi pemilik dan pengelola Barata Studio.

 

Hadir 3 band yang meiliki genre berbedea, All One Band yang berisi komunitas lintas genre dan usia, lalu The Wolf yang bergenre match rock, serta Three Happy yang bergenre rock n roll merupakan tantangan sendiri bagi pria bernama lengkap Nugroho Prasetyo Adi saat menangani langsung dan menjadi host engineer live recording diu studio miliknya.

ARTIKEL LENGKAP, silahkan download Majalah Audiopro Edisi 17 di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terderkat ya Apro Reader’s! Jangan lupa follow semua social media Majalah Audiopro untuk informasi tentang musik dan audio lainnya.

Artikel By : Ressa S.M
Photo By : Ressa S.M

Related Posts