• Kamis , 18 Juli 2019

MEMINIMALISIR FEEDBACK DI PANGGUNG BAGIAN 2

SETELAH MEMAPARKAN TENTANG BAGAIMANA MENGURANGI RESIKO TERJADINYA FEEDBACK SECARA UMUM DI ARTIKEL BAGIAN PERTAMA, KALI INI PENULIS INGIN MENGAJAK ANDA, AUDIOPRO READER’S UNTUK BERSAMA MELIHAT TIPS MENGURANGI FEEDBACK ALA BRUCE BARTLETT DARI BARTLETT MICROPHONES. ARTIKEL DIBAWAH INI MENGAMBIL INSPIRASI TIPS DARI ARTIKELNYA YANG BERJUDUL TER TIPS TO REDUCE FEEDBACK, DI TAHUN 2011 DAN DITERAPKAN KHUSUSNYA UNTUK PANGGUNG DALAM RUANGAN (INDOOR), KHUSUSNYA PANGGUNG TEATER DAN BAND. 

Feedback yang terjadi di sebuah sound system menurut Bartlett adalah munculnya suara atau nada memekik atau melolong yang kita dengar ketika suara (yang levelnya sudah dikuatkan amplifier) dari sebuah speaker, masuk ke mikrofon. Suara dari speeaker itu masuk ke mikrofon, mengalami penguatan kembali, dan bergerak di sekitar sebuah titik (kita sebut dengan : feedback loop). Bila ini terjadi, langsung akan terdengar suara yang keras, biasanya pada sebuah frekuensi tunggal. Saat suara dari speaker yang ke mikrifin tersebut sama kerasnya dengan suara dari sang artis, saat itulah menurut Bartlett, mulai terjadinya feedback.

Feedback bisa terjadi juga saat gain mikrofon dinaikkan terlalu tinggi demi untuk dapat mendengar suara vokal dengan lebih jelas atau keras. Ada saja yang menggunakan hanya floor mic, dimana mic ini ditempatkan agak jauh dari si artisnyam sehingga membutuhkan gain yang tinggi. Bahkan di produksi high end dengan beberapa mikrifin yang digunakan, feedback bisa saja terjadi ketika beberapa mic berada pada satu lokasi yang sama. Floor mic sendiri adalah sebuah mikrofon yang diletakkan di atas lantai pada sebuah panggung. Panggung teater seringkali memakai mic ini, yang biasanya di taruh dekat dengan ujung depan, untuk dapat mengambil vokal aktor.

ADA BEBERAPA CARA UNTUK MENGUSIR ATAU MENCEGAH FEEDBACK INI ;
  • QUICK FIXES (SOLUSI CEPAT DAN MUDAH)

Pada saat gladi resik, naikkan setiap fader mixer mic ke sebuah titik dimana biasanya sering terjadi feedback (dimana kita mulai mendengar nada-nada ringingm yang tak enak di telinga). Tandai point ini, juga dengan fader lainnnya. Nantinya jangan mainkan fader diatas level yang sudah ditandai tersebut saat show berlangsung. Cari tahu juga mic mana yang menyebabkan feedback, lalu turunkan fader untuk mic tersebut. Langkah tambahan lain, potonglah EQ di frekuensi dimana berpotensi memunculkan feedback.

  • GUNAKAN SEDIKIT MUNGKIN MIC

Kian banyak mikrofon yang digunakan, kian tinggilah resiko terjadinya feedback. Maka, martikan mic yang tidak sedang/kurang perlu digunakan. Langkah ini Juga akan menaikkan kejelasan atau clarity, sejalan dengan usaha kita mengurangi potensi terjadinya feedback.

Nah disinilah menurut Bartlett, kita perlu mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan istilah ‘gain before feedback’ (kita singkat saja dengan’GbF’). Ini adalah sejumlah penguatan sebuah sound system yang didapatkan tepat sebelum suara itu mengalami feedback. Sebuah sound system yang memiliki GbF tinggi bisa menguatkan sebuah sinyal mic, sesaat sebelum terjadinya feedbackm yang pada gilirannya dapat mengakibatkan vokal (speech) mengalami penguatan tinggi. Sistem yang punya GbF rendah, suaranya akan terdengar rendah karena fader fadernya tidak dapat dinaikkan tinggi tanpa terjadinya feedback.

Gain GbF akan mengalami penurunan sebesar 3 dB setiap kali jumlah-jumlah open mic bertambah dua kali lipat. Dua mic akan punya 3 dB lebih rendah gain GbF-nya dibandingkan 1 mic. Empat mic akan punya 3 dB lebih kecil dibandingkan bila memakai 2 mic, dan seterusnya. Open mic adalah sebuah pertunjukan lice dimana para anggota pendengar boleh tampil di microphone. untuk mengurangi jumpaan open mic, non aktifkan (mute) saja smua mic yang tidak digunakan pada saat tertentu.

  • GUNAKAN FLOOR MIC JENIS UNDIRECTIONAL

Menurut Bartlettm sebuah mic dengan pola polar undirectional akan menangkap suara di satu arah – yakni di depan mic. Ini akan menolak….

ARTIKEL LENGKAP, silahkan download Majalah Audiopro edisi 17 di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s! Jangan lupa follow semua sosial media Majalah Audiopro untuk informasi tentang musik dan audio lainnya.

Artikel By : Gatot L Susetyo
Photo By : Istimewa

Related Posts