• Kamis , 18 Juli 2019

Produksi dari Hulu ke Hilir Origin Musik

Perkembangan teknologi, salah satunya adalah platform media sosial, yang memungkinkan setiap orang bisa memproduksi rekaman, mempromosikan sekaligus mendistribusikan karya bermusik, membuat maraknya kemunculan-kemunculan musisi independent di tanah air. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Origin Musik yang sejak bulan Januari 2018 lalu berkiprah di bisnis label rekaman.

Origin Musik merupakan music utility company yang menfasilitasi aneka kegiatan musik dari hulu (produksi) hingga ke hilir (distribusi dan pemasaran).

Dijelaskan Andrey Noorman, Head of Operation Origin Musik, “Misi kami meluncurkan Origin Musik adalah untuk memajukan industri musik di Indonesia. Salah satu caranya adalah menggunakan strategi kolaborasi. Konsep untuk mengembangkan Origin Musik adalah berkolaborasi dengan banyak pihak, baik musisi, produser, pencipta lagu, profesional musik kenamaan, maupun mitra lainnya seperti industri telekomunikasi, layanan music streaming, media digital seperti Web TV Asia, dan sebagainya.” Katanya saat konferensi pers di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Untuk tampil beda, Origin Musik berupaya menyajikan karya musik dengan cita rasa yang khas, unik, berorientasi lokal dan original, demikian ditambahkan oleh Billy Ching. Chief Marketing Officer Origin Musik.

“Bagi kami, karya musik tetap menjadi yang utama. Untuk itu, akruasi musisi menjadi sangat penting. Sebab, kami ingin memproduksi lagu dan musisi-musisi yang fresh, yang tidak hanya untuk pasar Indonesia, namun juga mancanegara,” lanjutnya.

Dikesempatan yang sama, Origin Musik resmi memperkenalkan keenam musisinya dari berbagai genre musik dalam tema “Freshly Baked Music”. Keenam musisi itu adalah Ziy, penyanyi baru asal Jambi yang pernah merilis single perdana berjudul “Salah Rasa”; Sajjaad Ali, penyanyi blasteran Amerika-Swedia yang kang menghadirkan lagu-lagu religius; Renn Miko, penulis lagu berbakat yang masih muda dan baru saja merilis kolaborasinya dengan teen diva Filipina, Jayda Avanzado; Sulu, seorang pria Jawa yang sejak tahun 2008 sudah membawa musiknya ke ajang internasional seperti Yamaha Asian Beat di Taiwan dan LA Start Up; SXD yang memberikan warna baru dengan cara menggabungkan DJ, instrument, dan live PA, yang dikenal dengan Circus of Music; dan The Titans.

Keenam musisi tersebut akan merilis karya-karya baru mereka dengan konsep kolaborasi bersama para pencipta lagu, produser, maupun profesional musik, seperti Krishna Balagita, Yudhis Dwikorana, Irvant, Gabriel Bimo Sulaksono, dan Irwan Simanjuntak.

Artikel By : D1n

Related Posts