• Kamis , 18 Juli 2019

TRACE ELLIOT TRANSIT-B BASS PRE-AMP

PADA ERA TAHUN 1980 DAN 1990-AN NAMA TRACE ELLIOT BERKIBAR KARENA DIPERCAYA OLEH BANYAK PEMAIN BASS PROFESIONAL SAAT ITU. AMPLIFIER BASS TRACE ELLIOT DIKENAL KARENA KETANGGUHAN DAN KARAKTER SOUND MODERN YANG SESUAI PADA MASA MUSIK ERA TERSEBUT.

Sound Trace Elliot bisa dikatakan modern dan universal karena cocok untuk segala genre musik mulai dari pop, reggae, rock, metal, jazz, R&B, dan banyak lagi. Pada masa keemasannya beberapa pemain bass terkenal menjadi ikon untuk Trace Elliot, seperti Mark King (Level 42) dan Doug Wimbish. Kemudian mulai tahun 2000-an brand Trace Elliot seolah tenggelam karena bermunculannya merek-merek amplifier bass baru dan lama yang semakin kuat dipasaran.

Sempat hilang dari peta industri alat musik, Trace Elliot mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan perusahaan dan terus berusaha bangkit dan kembali meramaikan industri alat musik khususnya amplifier bass. Dan saat ini Peavey mengambil alih manajemen dan produksi brand Trace Elliot, mencoba untuk kembali bernafas dan berharap mendapatkan penerimaan yang bagus seperti di masa lalu.

PEDAL PRE-AMP TRANSIT-B

Dengan latar belakang kesuksesan dalam amplifier bass, Trace Elliot menumpahkan semua karakter dan teknologi yang mereka miliki ke dalam sebuah pedal pre-amp Transit-B. Meski berukuran lebih besar sedikit dibandingkan dengan pedal-pedal pre-amp yang sudah ada dipasaran, Trace Elliot masih tergolong compact dan praktis dengan berat sekitar 1,18 kg. Ukurannya berdimensi 312mm W x114mm D x 58.4mm H dan terlihat kokoh dengan material baja ringan berwarna hitam.

Trace Elliot Transit-B memiliki 4 bagian (section) kontrol utama yang terdapat pada panel bagian atasnya dengan beberapa knob dan tombol pengaturan. Bagian sinyal ditempatkan di ujung kiri (Output Level) dan kanan (Input Gain). kemudian bagian Compressor yang bisa kita atur parameternya melalui 2 buah knob Lo-band dan Hi-band. Bagian Equalisation terdiri dari 5-band yaitu Bass, Lo-mid, Hi-mid, dan Treble. Termasuk pada bagian Equalisation terdapat fitur andalan dan kahs Trace Elliot yaitu Pre-Shape. Sementara bagian Drive bisa kita atur soundnya dan balance antara sinyal dry dengan drive.

Pada panel belakang terdapat port untuk Input Instrument, Output Dry, Aux In, Phones Output, D.I Pre, D.I Post, Ground Lift, Line Output, Instrument Output, dan Power Adaptor. Tentu Semua fitur yang tersedia menjawab kebutuhan dasar dari seorang pemain bass profesional untuk kebutuhan live perform dan rekaman.

TEST

Kami menggunakan sebuah bass Squier Jaguar aktif untuk mereview Trace Elliot Transit-B ini. Sinyal dari instrument bass kami colok ke port input, dan untuk mendengarkan sound nya kami gunakan sebuah loudspeaker aktif 2-way Professional yang kami colok melalui port D.I Post.

Dengan EQ saja kami bisa mendapatkan variasi sound yang sangat beragam mulai dari yang deep low sampai treble yang crispy. Biasanya masalah paling sensitif bagi pemain bass adalah soal tone, yang berhubungan dengan frekuensi mid. Pada Trace Elliot ini kami tidak perlu khawatir soal tone tersebut karena frekuensi mid bisa dengan leluasa diatur melalui 3-band.

Selanjutnya kami aktifkan tombol Compressor dan mencari parameter yang tepat dengan dua buah knob Lo-band dan Hi-band. Tentu setiap gaya dan tekhnik permainan memubutuhkan parameter kompresor yang berbeda, dan hal tersebut disediakan oleh fitur Compressor yang lengkap pada Trace Elliot Transit-B ini.

Untuk perpindahan gaya permainan yang ekstrim, misalnya dari bermain fingering kemudian berganti jadi slaping, ada fitur Pre-Shape yang sangat membantu. Akses cepat cukup dengan menginjak tombol Pre-Shape di ujung kanan pedal Trace Elliot Transit-B. Fitur Pre-Shape ini memang menjadi senjata dan karakter khas amplifier Trace Elliot sejak tahun 1980-an.

ARTIKEL LENGKAP, silahkan download Majalah Audiopro Edisi 15 di Gramedia Digital (klik DISINIatau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s! jangan lupa Follow juga semua sosial media Majalah Audiopro untuk informasi tentang musik dan audio lainnya.

Artikel By : Alex Kuple
Photo By : Fajar Sutrisno

 

Related Posts