• Kamis , 27 Juni 2019

JEVIN JULIAN INSTRUMEN ANALOG DI ELECTRONIC MUSIC

BERKEGIATAN DI LINGKUP MUSIK ELEKTRONIK TAK MEMBUAT MUSISI MUDA YANG SATU INI TERDAMPAR DALAM BATASAN-BATASAN SEBUAH MUSIK YANG DIPRODUKSI MELALUI CARA MODERN. DI PUNCAK KEPIAWANNYA MENCIPTA MUSIK ALL DIGITAL, JEVIN MALAH MENCARI DETAIL YANG HILANG DARI MUSIK-MUSIK YANG PERNAH DIBUAT.

“Sekarang saya lagi senang ngumpulin alat (instrumen) analog”, Jevin membuka percakapan. Musisi yang mengawali karirnya sebagai beat box-er ini menerjemahkan kesenangannya meng-eksplore beragam piranti musik, terutama alat-alat untuk live perfom-nya, “Saya ingin bikin band elektronik lagi”, ujarnya.

Diakui Jevin, sebenarnya ia memang fokus ingin membuat band elektronik selain memproduksi musik sejenis baik untuk dirinya maupun orang lain. Ia tak menampik banyak orang yang lebih tahu ia sebagai DJ, “Karena saya berasal dari pembuat musik elektronik, orang banyak mikir kalau memproduksi musik itu pasti DJ” terang Jevin yang lebih senang jika disebut sebagai musisi atau music producer.

GLOOMY DAN DARK

Jevin kini memang sedang giat-giatnya berproduksi musik. Salah satunya adalah merampungkan album terbarunya yang ditenggat hingga pertengahan tahun ini, “Salah satu lagunya ada Copone”, cerita Jevin tentang single yang dilepas akhir tahun lalu. Rencananya album ini akan berisi 10 lagu, “Baru lima atau enam yang terkumpul” kupasnya. 

Di album barunya nanti, Jevin akan mengklaim dan memantapkan  dirinya sebagai produser musik yang versatile, “Banyak banget musik yang saya dengerin, apalagi electronic music”, katanya. “Dari mulai yang benar-benar soft hingga yang benar-benar kencang”. Jevin menambahkan kekagumannya pada band Radiohead, James Blake dan Sampha”. Berkaca dari situ Jevin ingin hal yang sama dengan album electronic music terbarunya nanti, “Saya ingin seperti itu, luas banget dan memiliki line yang sama”, tambah Jevin.

PIRANTI ANALOG

Ciri khas musik Jevin, diakuinya bukan berasal dari alat yang dipakainya, “Saya bukan tipe yang bikin jenis musik hanya karena sedang pakai alat apa”, ungkap Jevin. Ia cenderung mencari alat karena akan meng-compose musiknya seperti apa.

Jevin mencotohkan Dave Smith Instrument Prophet 08 Synthesizer yang ia miliki sekarang. Berawal dari terpesona oleh salah satu sound milik James Blake. Jevin mencari tahu sound tersebut keluar dari alat apa. Sebagai yang menjadi inspirasi musisi asal London ini, Jevin ingin mengaplikasikan sound tersebut ke dalam karyanya. Termasuk saat ini ia menamakan salah satu preset di synthesizernya dengan nama ‘James Blake Sound’. “Sebetulnya sound ini sudah bawaan dari Prophet” kata Jevin lagi.

Pertimbangan lain, Prophet 08 sudah memiliki analog sound yang bagus, terutama warm-nya. “Untuk mendapatkan sound-sound yang gloomy bisa banget”, tambahnya. Synthesizer satu ini memang sudah lama diidamkannya dan baru terwujud di tahun 2016.

Sejak itulah, Jevin mulai banyak mengulik. Yang tadinya ia berfikir analog dan digital sama saja, ternyata anggapan itu salah. Setelah mencoba, Jevin merasa itu sangat berbeda. “Soundnya pas keluar beda banget” katanya. Sangat terasa ketika ia dulu menggunakan plug in – plug in yang membutuhkan beberapa layer, “Dengan Prophet, cukup sekali dan sudah oek” timpalnya.

 

ARTIKEL LENGKAPNYA, silahkan download Majalah Audipro Edisi 13 (disini) atau beli langsung di toko buku Gramedia terdekat ya Apro Reader’s! Jangan lupa untuk follow semua akun sosial media Majalah Audiopro agar Apro Reader’s tetap up to date untuk informasi tentang musik dan audio lainnya.

Artikel By : Dini Wirastri
Photo By : Fajar Sutrisno

Related Posts