• Selasa , 19 Februari 2019

PERESMIAN OUTLET KEF UNI-Q BUKAN COAXIAL BIASA

PADA TANGGAL 6 NOVEMBER SILAM, PT V2 INDONESIA DI BAWAH KOMANDO RUDY HIDAYAT MEMBUKA OUTLET KEF DI PACIFIC PLACE, SCBD JAKARTA SELATAN. AGAKNYA KEF INTERNATIONAL MEMBIDIK PANGSA PASAR AUDIO RUMAH SEPERTI HALNYA BOSE. PERLU DIKETAHUI KALAU PENJUALAN LOUDSPEAKER KEF DI DARATAN CINA SANGAT BAIK DAN PROGRESIF.

Itu sebabnya pada tahun 2018 ini KEF International ingin ekspansi ke negara Asia lain termasuk Indonesia. Outlet KEF terbaru ini dirancang dengan interior modern – beragam produk KEF terpajang di sana mulai speaker bookshelf (Q150, Q350), speaker tipis T series (T105, T205 dan T305) , speaker pendam CiT series, hingga speaker audio high end Blade Two.

 

Namun pada artikel kali ini pembahasan dibatasi pada speaker KEF LSX Wireless Music System. Speaker KEF LSX nampak berbeda dengan jenis speaker terdahulu. Speaker imut ini dibalut dengan 4 warna metalik Yakni warna putih glossy, merah metalik, biru metalik, hijau metalik, dan hitam metalik. Badan kabinet dibungkus dengan kain anyaman wool (fabric) dengan warna sejenis yakni merah, biru, hijau dan hitam. Penampilannya anggun dan sederhana Di panel depan hanya terpasang satu driver Uni-Q seukuran 4”.

Konus driver Uni-Q juga diberi warna sejenis; putih metalik, merah metalik, biru metalik, hijau metalik, dan abu metalik. Speaker KEF LSX dinamakan Wireless Music System dikarenakan dengan hanya sepasang speaker ini maka kebutuhan akan musik milenial terpenuhi. Speaker ini berstruktur bi-amp dengan amplifier kelas D berdaya sembur 2 x 30 W untuk tweeter dan 2 x 70 W untuk mid-woofer.

Ada fasilitas set ekualiser via pengaturan App KEF. Didedikasikan untuk IOS dan Android, Koneksi antara speaker kiri dan kanan secara wireless dan didukung 48 kHz / 24 bit. Juga siap menerima masukan berformat 192 kHz / 24 bit. Koneksasi WiFi berjalur ganda 2,4 GHz / 5 GHz (DLNA/uPNP), kompatibel AirPlay (apple). Siap koneksi Spotivy dan Tidal. Bluetooth 4,2 Qualcomm, apt codec. Ada link optik Toslink, dan Aux, keluaran subwoofer.

UNIQ BUKAN SEKADAR COAXIAL.

Lebih lanjut kami berkesempatan mewawancarai Lawrence Chu (GM KEF khusus Asia Pacific) tentang larisnya penjualan KEF LSX di Cina dan kini merambah ke Indonesia. Speaker LSX adalah speaker aktif dengan speaker master dan slave dijual berpasangan dan speaker ini terintegrasi dengan Spotivy, Apple Music dan Tidal. Dilengkapi dengan sistem multi room. Oleh karena speaker ini tidak memerlukan kabel audio, hanya kabel power maka pemasangannya jauh lebih mudah, kata Lawrence. Selanjutnya kami juga berkesempatan berbincang dengan Ben Hagens (Product Training Specialist).

Menurut Ben, adalah salah kaprah bila ada yang beranggapan teknik Uni-Q yang diusung KEF sama seperti teknik coaxial biasa. Sebab Uni-Q bukan sekedar speaker coaxial biasa melainkan speaker konsentrik dengan delay suara dari tweeter dan woofer ditata sama persis besarnya sehingga waktu tibanya di telinga juga sama – akibatnya tidak terjadi phase shifting. Ini krusial di sekitar frekuensi titik potong yang bisa menimbulkan efek flange. Pada kebanyakan speaker coaxial terjadi pergeseran phase di titik potong tersebut.

Lebih lanjut Ben menerangkan bahwa dibutuhkan experiment yang menyita waktu untuk menghilangkan bunyi whistle atau siulan yang terjadi akibat aliran angin yang melewati celah antara konus woofer dan tweeter. Akhirnya ditemukan caranya yakni dengan membesarkan gap dan menambah cavity (semacam boks) pada celah tsb. Hasilnya memuaskan, tidak terjadi bunyi siulan lagi.

Di akhir kunjungan kami berkenalan pula dengan Anders Ertzeid dari Norwegia pemilik brand Hegel yakni amplifier solid state kelas D . Sengaja amplifier Hegel dibuat sebagai pasangan speaker KEF Q-150 dan KEF Q-350. Pasangan ini memang matching saling melengkapi. Dengan hadirnya outlet ini diharapkan warga kebih mudah belanja produk KEF. *Tjandra Ghozalli.

KEF.COM LSX GIVE YOUR MUSIC THE SPACE IT DESERVES

 

Related Posts