• Kamis , 27 Juni 2019

JUDAS PRIEST ADALAH METAL GODS!

DINANTI OLEH PUBLIK HEAVY METAL INDONESIA SEJAK LAMA, JUDAS PRIEST AKHIRNYA DATANG DAN SUKSES MENGHADIRKAN HEAVY METAL ENERJIK SEBAGAI TONTONAN APRESIATIF YANG MEMUASKAN. TAK SEKADAR KENANGAN, TAPI JUGA KUALITAS MUSIKALITAS, STAMINA MUMPUNI. MEREKA MEMANG METAL GODS!

Kamis, 7 Desember 2018, lapangan Allianz Ecopark Ancol di sore hari mulai didatangi metalheads dari berbagai daerah Indonesia. Kendati tak seramai penonton GnR di GBK, tampak lebih banyak wajah oldschool bersiap menikmati sajian ajang pamer kekuatan band asal Inggris itu.

Sekitar jam 8 malam, ketika depan panggung sudah dipenuhi sekitar 5.000 pasang mata, berkumandang War Pigs milik Black Sabbath di speaker. Bukan, lagu tersebut bukan dicover oleh Judas Priest, hanya pemanas suasana saja. Ketika penonton turut menemani lantunan Ozzy, lagu mulai dikecilkan volume dan para personil Judas Priest masuk panggung dan langsung menggebrak dengan Firepower, salah satu hits yang juga dijadikan nama album terbaru mereka yang edar awal 2018. Kehadiran mereka di Indonesia pun bagian dari rangkaian tour dunia Firepower.

Tembang up tempo itu, seperti ingin menunjukkan bahwa kecepatan dan kekerasan adalah ciri khas Judas Priest. Setelah itu, empat tembang dari berbagai album lama mereka dihadirkan; Running Wild, Grinder, Sinner dan Ripper. Tanpa ada nada fals maupun kesalahan notasi. Termasuk lagu kelima yang juga diambil dari album Firepower, yakni Lightning Strike. Tempo cepat, klinis dan membanggakan.

Rob Halford seperti ingin menunjukkan bahwa di usia 67 tahun, kualitasnya tak banyak mengalami perubahan, tetap mampu melengking. Selain Rob, adalah Richie Faulkner, gitaris pengganti KK Downing sejak 2011, yang tampil menonjol. Sejak Glenn Tipton terkena Parkinson, posisi Richie naik sebagai gitaris utama. Lead guitar bergantian antara Tipton-Downing yang menjadi ciri khas Judas Priest, malam itu dilahap oleh Faulkner. Andy Sneap yang menjadi gitaris pengganti Tipton sejak dimulainya tour konser Firepower, belum banyak menampilkan keahlian duel dengan Faulkner seperti pendahulu mereka.

Seperti pada lagu Painkiller, jika pada rekaman album tersebut lead gitar yang diisi bergantian Tipton dan Downing, pada aksi konser yang diawali dengan permainan drum Scott Travis sebagai intro, dikuasai seluruhnya oleh Faulkner. Satu personil lainnya, bassist Ian Hill tak banyak bergerak dan pasif berdiri di belakang kanan panggung.

Painkiller merupakan lagu ke-16 yang dimainkan. Di lagu itu pula, enerji Halford mulai tampak terkuras. Nada-nada tinggi memang masih bisa dilalui dengan garang, tapi tidak dengan posisi berdiri, melainkan duduk di atas motor. Sebelumnya, hanya Freewheels Burning lagu super cepat yang mereka bawakan. Lainnya, bertempo medium seperti Desert Plains, No Surrender, Turbo Lover, Green Manalishi, bahkan balada Night Comes Down.

Sebelum Painkiller dimainkan, seperti biasa Rob Halford mengemudikan Harley Davidson ke atas panggung dan Hell Bent for Leather pun berkumandang.  Di antara lagu-lagu tersebut, Halford kerap menyapa dan mengajak penonton untuk ‘latihan vokal’. Seperti halnya Freddie Mercury, ia menjadikan vokal penonton sebagai instrumen. Seru! Info lanjut mengenai Surprise Glenn Tipton baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 12 2018. *Dini.

Download Majalah Audiopro disini atau beli langasung Majalah Audiopro di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts