• Kamis , 27 Juni 2019

MENJALANI 2 SENI ALA DIASTIKA

Beberapa tahun lalu, nama Diastika muncul sebagai pendatang baru. Tampil dengan format jazz yang apik, apalagi ada nama Yance Manusama dan Otti Jamalus di balik aksi penyanyi cantik asal kota Bandung ini. Kemunculannya (tahun 2016 lalu) membuat namanya cukup di kenal di pangung musik jazz nasional. Tampil di berbagai event jazz bergengsi, seperti Java Jazz, Jak Jazz atau Jazz Goes To Campus, dan beberapa event lagi.

Akan tetapi namanya kemudian seperti menghilang. Bukan sembarang hilang, tapi penyanyi kelahiran San Diego ini berkewajiban menyelesaikan studinya di Institut Arsitektur California, AS. Bahkan Diastika mengaku lagu-lagunya justru di ciptakan saat senggang di sela-sela studinya tersebut. Rupanya studi arsitektur di jalaninya secara serius. Dan terbukti Diastika akhirnya di percaya merancang arsitektur untuk studio teater film milik Warner Bross, dan Hotel Karma Kandra di Bali. Tidak hanya itu, Diastika mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Salah satu sekolah terbaik di dunia.

 

Rupanya passion di bidang musik tetap melekat di dirinya, yang menurutunya musik dan arsitektur adalah 2 bidang seni dan kreatifitas yang bisa berjalan bareng. Sebelum harus kembali ke AS, Diastika menyempatkan kembali merekam ulang 3 lagu yang pernah di rilisnya dulu, yaitu ‘Dreamer’, ‘Hasrat’ dan ‘Under The Inluence’. Bedanya, 3 lagu ini di rekam dalam format live. Menariknya 3 lagu ini di rekam dalam 2 versi. Pertama versi original jazz seperti awal di luncurkan, dan di aransemen lagi dalam format lebih ke kinian, dengan pendekatan Pop dan R&B. Tidak hanya itu, 6 lagu ini di rekam dalam sebuah album bertajuk”Diastika Live In Bandung EP”.

Hal ini tidak hanya bentuk passion-nya di musik, tapi menunjukan bahwa Diastika tidak benar-benar meninggalkan musik. “Musik sudah menjadi jiwa saya, arsitektur profesi dan juga jiwa saya. Saya tidak bisa meninggalkan keduanya.” Ungkapnya saat peluncuran EP ini, pada pertengahan Desember kemarin, di sebuah cafe bilangan Jakarta Selatan. Tentang pilihanya mengaransemen ulang, yang di bantu oleh produser Ari Renaldi menurutnya untuk lebih update dalam bermusik. “Kebetulan akhir-akhir ini, saya banyak bergaul dengan musisi R&B, Pop dan Soul, yang banyak mempengaruhi arah musik saya.” Tambahnya. Sebelum melanjutkan sekolah S2, Diastika sudah memiliki beberapa jadwal yang padat di penggung musik nasional. *Andree S.

Download Majalah Audiopro disini atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts