• Senin , 20 Mei 2019

ARTSONICA SCHOOL PENCETAK PRODUSER MUSIK DAN SOUND ENGINEER DENGAN SINGKAT

MEMASUKI ERA INDUSTRI MUSIK YANG DIDOMINASI TEKNOLOGI DIGITAL TERKINI MENGGIRING MUSISI MUDA BISA BERKREATIFTAS DALAM BIDANG MUSIK DENGAN CARA MUDAH HINGGA MENGHASILKAN OUTPUT POSITIF.

Meskipun betebaran musisi muda di dunia menjadi musisi profesional yang didukung peranti digital canggih mengusung genre EDM, seperti Martin Garrix, Alan Walker, Deeplo, atau Marshmello. Kini generasi muda Indonesia yang menekuni kreasi musik bisa mendapatkan peluang seperti musisi elektronik top di atas dengan cara mudah.

Tim Apro berkesempatan bertandang ke ArtSonica School pusat di komplek perkantoran Plaza Pasific, Kelapa Gading, Jakarta Utara,  merupakan lembaga kursus audio bersetifikat internasional didirikan oleh Agus Hardiman seorang produser musik peraih AMI Award, sound engineer, pengajar, musisi, dan komposer senior Indonesia yang mengabdikan dirinya sebagai tutor audio recording hingga saat ini. Nama Agus Hardiman sudah tak asing dalam dunia rekaman di Indonesia yang sangat akrab dengan teknologi audio (recording) yang kekinian.

ArtSonica School yang didirikan sejak tahun 2015, merupakan Steinberg Training Center di Indonesia dan mendapat sertifikat resmi dari Steinberg, Jerman, yang menerapkan metode pengajaran  moderen serta mengikuti trend musik dunia. Para siswa diberikan program khusus audio  yaitu Home Studio Production, Electronic Music Production, Pro Studio Production, Audio Mixing Techniques, Audio Mastering Techniques, dam Launchpad for Live.

Beragam program yang diberikan oleh siswa dengan waktu singkat dan langsung bisa berkreasi atau menguasai materi sekitar audio recording maupun live sound. Kebanyakan siswa yang mengikuti program belajar audio di tempat ini, mulai dari anak sekolah dasar hingga kalangan dewasa. Menariknya, tidak sedikit siswa muda berbakat di bidang musik bisa membuat aransemen electonic music jebolan ArtSonica School. Seperti yang dikatakan Agus Hardiman, “Dalam waktu singkat siswa lulusan ArtSonica tidak saja mahir dalam mengoperasikan perlengkapan elektronik hardware maupun software. Akan tetapi mereka bisa memproduksi aransemen musik elektronik hingga tahap advance (tracking, edit audio, mixing, dan mastering) dengan waktu singkat.”

Banyak para orang tua mendampingi anak didiknya yang masih belia mendaftarkan mengikuti kelas Electronic Music Production dan Home Studio Production. “Kami bisa menjamin siswa dapat membuat produksi musik yang didukung dengan DAW dan perlengkapan moderen. Hasilnya  positif, bahkan tampak talenta anak muda Indonesia bisa membuat karya musik yang luar biasa,” ungkapnya.

Anak muda jaman milenial ingin menjadi musisi secara “instan” dan hal ini sudah dipikirkan oleh tim ArtSonica  kebutuhan para siswa. Staf pengajar sudah menyiapkan kurikulum yang sistematis diperlukan bagi para siswa. Kurikulum yang kekinian, tips, formula serta materi software dan hardware musik diberikan dengan metode yang menyenangkan, cepat dan mudah dimengerti oleh seluruh siswa. Setiap siswa bisa mahir dalam membuat aransemen musik utuh dan berkualitas dalam bentuk digital.

Art Sonica School tidak saja menyiapkan tenaga pengajar yang berpenglaman di bidang industri musik dan teknologi audio. Namun, sekolah audio ini menyiapkan seluruh sofware DAW berikut plug ins yang komplit dan hardware  kekinian kerap digunakan produser moderen, seperti keyboard kontroler, Launchpad, synthesizer, Midi drum, dan perangkat elektronik lainnya. Program khusus lainnya adalah Pro Studio Production membentuk siswa menjadi sound engineer studio rekaman dan live sound profesional.

Siswa mempelajari teknik audio  serta didampingi presentase praktik yang lebih besar, seperti teknik miking, pengoperasian hardware dan software, dan pengeditan data audio. Saat ini, ArtSonica School memiliki 5 cabang yang berlokasi di Kelapa Gading (Jakarta Utara), Duren Sawit (Jakarta Timur), Pondok Indah (Jakarta Selatan), Alam Sutera (Serpong), dan Bandung. Sejumlah pilihan karir profesional setelah mengikuti program khusus audio, di antaranya sebagai produser musik, studio sound engineer, live sound engineer, mastering engineer, broadcast engineer, studio manager, digital media entrepreneur, A&R executive, dan musisi elektronik. *Fajar Arianto.

Related Posts