• Jumat , 14 Desember 2018

Bagaimana Bunyi Dapat Di-“Lihat”?

Kita semua menghetahui bahwa bunyi adalah sesuatu yang hanya dapat di terjemahkan oleh indera manusia yang disebut telinga.

Mungkin jika kita ulangi pelajaran pada saat kita masih belajar di sekolah dasar, bahwa ada 5 indera manusia, yaitu mata (untuk melihat), telinga (untuk mendengar), hidung untuk mencium ( indera pembau ), lidah untuk merasakan rasa ( pengecap ), dan kulit untuk meraba

Terus terang, sejujurnya saya tidak yakin juga apakah kita benar – benar dapat mengerti dengan baik, mengenai tugas ataupun fungsi dari setiap indera kita. Tapi dalam dunia audio secara profesional, sebenarnya hanya satu indera yang harus kita benar – benar mengerti. Telinga manusia adalah satu – satunya indera yang selalu kita pelajari dan kita perbincangkan. Setinggi apapun ilmu yang kita berbicarakan masalah audio ataupun sound secara profesional, sebenarnya yang kita bicarakan tidak lain adalah telinga manusia.

Bagaimana telinga manusia dapat membedakan bunyi dengan kekerasan yang berbeda ( SPL ). Bagaimana telinga manusia dapat membedakan frekuensi yang berbeda ( Nada / Pitch ), hingga pada akhirnya kita akan sampai pada sebuah titik, dimana kita harus menentukan bahwa suara yang kita dengar adalah sudah benar, sudah baik, sudah bagus, dan sudah sempurna.

Bunyi yang berasal dari benda yang bergetar dihantarkan oleh udara sehingga sampai ke telinga kita. Sebagai contoh, getaran senar gitar diteruskan oleh udara lalu ditangkap oleh telinga manusia. Contoh lain adalah getaran gong yang dipukul diteruskan udara hingga sampai ke telinga manusia. Apakah mungkin kita dapat melihat bunyi yang melaju dengan kecepatan sekitar 1200 Km/Jam dari sumber getar, melalui udara hingga sampai telinga manusia ???

Jawabannya:

Pasti kita tidak dapat melihat bunyi. Namun, kita hanya dapat mendengar bunyi oleh telinga kita, bukan melihat bunyi dengan mata kita, bahkan untuk dapat mendengar dengan lebih jelas, kita terkadang menutup mata kita, sambil kita mendengar (perhatikan para musisi/vocalist yang memejamkan mata mereka untuk dapat lebih men-“jiwai” bunyi yang mereka ingin dapatkan).

Bagaimana supaya kita dapat melihat bunyi ?

Untuk dapat “melihat” bunyi kita harus mengubah getaran mekanis menjadi signal listrik. Misalnya, suara kita ditangkap oleh microphone, maka microphone akan mengubah getaran pita suara kita menjadi listrik dengan arus bolak – balik (Alternating Current) sebesar sekitar 0,1 Volt. Kekuatan listrik yang berasal dari microphone ini terkenal dengan sebutan microphone level. Listrik yang berasal dari microphone ini diteruskan oleh kabel microphone ke sebuah alat yang terkenal dengan sebutan microphone pre amplifier (mic pre-amp), mic pre-amp mengubah 0,1 Volt menjadi sekitar 1 Volt, terkenal dengan sebutan line level.

Nah, jika line level ini kita rekam ke komputer kita, dengan menggunakan Analog to Digital Converter dan software yang dapat merekam suara (Digital Audio Workstation), maka kita dapat melihat bunyi pada layar komputer kita. Dengan kata lain, kita dapat mengetahui bahwa ada bunyi yang terjadi, tanpa kita harus mendengarnya. Pertanyaanya, Apakah benar kita dapat mengetahui bunyi yang baik dan benar hanya dengan melihat ? *David K.

Related Posts