• Jumat , 14 Desember 2018

RAMZIYA AMJAD BAKHITAH BASALAMAH GABUNG KOMUNITAS ITU PENTING

BELAJAR ATTITUDE, BAGAIMANA MENGHARGAI ORANG, BAGAIMANA MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN DAN BAGAIMANA KITA HARUS SALING BERBAGI ILMU DENGAN SESAMA. SEMUA SECARA TIDAK LANGSUNG DIAJARKAN DI SEBUAH KOMUNITAS. GABUNG KOMUNITAS

Sejak kecil gadis yang disapa Ramziya ini sudah diperdengarkan musik biola oleh sang kakek dan ayahnya (memanggil Abi untuk sebutan ayah). Dan saat masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 1 hingga 5 ia belajar biola secara otodidak dibantu oleh ayahnya. Menggunakan biola Cremona ukuran ¼ sebagai biola pertamanya untuk belajar.

 

Dari mulai belajar memegang biola, memegang bow , menggesek biola dari atas kebawa selama berbulan-bulan hingga kenyamanan saat posisi biola dimainkan. Pada akhirnya ia masuk ketempat kursus musik di daerah Bekasi atas ide sang ayah, karena melihat potensi bermusik dari gadis kelahiran 1 September 2001 ini cukup baik. Dengan harapan dasar-dasar bermain musik secara benar bisa didapat oleh Ramziya ditempat kursus musik. Seperti membaca partitur, penggunaan nada yang baik, hingga bermain musik yang baik.

KURSUS MUSIK

Belajar secara otodidak dalam bermain biola, tidak membuat Ramziya merasa puas, memang sudah dikatakan bisa bermain biola tapi itu belum cukup. Tak heran ketika ayahnya menawarkan untuk belajar lebih dalam lagi tentang biola di tempat kursus, ia langsung mengiyakan tawaran tersebut.

Kursus musik pertama yang ia ikuti adalah sebuah kursus musik di Bekasi selama hampir dua tahun. Disana belajar musik klasik. Jenuh dan ingin mencari tantangan lain serta suasana yang baru, ia masuk ketempat kursus lain, yaitu Sekolah Musik YPM diwilayah Manggarai Jakarta.

Disini selera bermusik dirinya ternyata lebih tersalurkan. “ Aku suka musik klasik, tapi aku ingin juga bermain di genre lain seperti pop, rock, country, reggae dengan biola aku, pokoknya aku ingin bermain biola tidak sebatas musik klasik tapi sesuai dengan hati aku,” jelasnya ketika ditanya jalur musik yang dipilihnya.

Lalu ia sempat bercerita , bahwa betapa senangnya ketika disaat awal belajar biola ia justru memainkan melodi Dust In The Wind nya Kansas dibanding lagu anak seusianya saat itu. Melanjutkan cerita tentang kenapa ikut kursus biola, ia mengakui mengalami kesulitan tersendiri ketika belajar secara otodidak.

Dalam hal penjiwaan dan feeling ketika memainkan biola adalah kesulitan yang terbesar yang ia hadapi. “ Kesulitan saat belajar biola adalah aku masih banyak kekurangan di penjiwaan dan feeling ketika bermain, itu yang sampai sekarang aku masih terus belajar,” tuturnya.

Ia mencontohkan kesulitan penjiwaan, ketika sedang bermain cepat, tiba-tiba ada nada lambat di beberapa part lagu, itu diakuinya masih kesulitan mengikuti. Tapi menurutnya ia terus belajar dan memperbaiki kelemahannya hingga akhirnya menemukan cara tersendiri ketika menghadapai situasi seperti itu, yaitu berusaha untuk selalu tenang dan memperbanyak latihan. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 10 2018. *Farid Syamsuri.

Download majalah audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro atau bisa beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

 

Related Posts