• Jumat , 14 Desember 2018

IIMF SUKSES SATUKAN MUSISI DUNIA

Ada hal yang menarik, saat penyelengaraan Pekan Raya Indonesia (PRI) pada 27 September hingga 7 Oktober 2018 lalu. Tidak hanya ajang pameran berbagai produk, tapi juga hiburan dan kuliner. Yang istimewa, event yang di selenggarakan di area Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang ini, juga sekaligus menggelar ajang “International Indie Music Festival” (IIMF). Dimana tidak hanya tampil band-band Indie Nasional, tapi juga beberapa band dari beberapa negara juga di undang di event ini. Tidak hanya itu, beberapa band Internasional ini bahkan berkolaborasi dengan musisi lokal. Temtunya menjadi sajian yang istimewa.

Terdapat 3 buah panggung, Main Stage, Panggung Akustik dan Panggung Parjo. Beberapa band atau performance yang hadir di antaranya, dari Jepang, Malaysia, Brunei Darusalam, Amerika, hingga Belanda. Sedangkan band tanah air, tidak hanya dari Jakarta, tapi juga band-band indie dari berbagai daerah di Indonesia. IIMF 2018 ini di promotori oleh Deteksi Production. Konser yang tiap hari diadakan sejak jam 16.00 WIB hingga pukul 22.00 ini justru menampilkan genre musik yang cukup beragam.

Nama-nama band lokal seperti Padi, Moca, Arie Lasso, Bara Suara, hingga Siti Badriah, menjadi line-up di Main Stage. Tampil juga Sueme (Belanda), Geena Fontanella (USA), Jaguar Jonze (Singapura), The Shapers (Prancis). Matty Rea (Irelandia), Mafids (Malaysia) dan banyak nama lagi, membuat nuan sa PRI lebih semarak. Menurut CEO Deteksi Production, Harry Koko Santoso, kolaborai dalam IIMF ini, di harapkan bisa memberi jalan artis lokal untuk lebih eksis di pasar internasional. “Dengan event ini, kita bisa menyatukan musisi dunia. Apalagi event ini mendapat respon positif dari banyak musisi di luar negeri.” Tambahnya.*Andree Stroo.

Related Posts