• Jumat , 14 Desember 2018

BRIAN SHEILA ON 7 KEBUTUHAN SOUND REKAMAN DAN PANGGUNG

SHEILA ON 7 (SO7) ADALAH SALAH SATU GRUP BAND POPULER I INDONESIA YANG SUDAH MENGINJAK USIA 22 TAHUN. SO7 YANG BEGITU POPULER DENGAN KARYA MUSIKNYA YANG MEMIKAT HATI PENGGEMARNYA SE-INDONESIA.

Setiap tampil live performance di Indonesia maupun di luar negeri, SO7 selalu dinanti. Justru di era milenial SO7 tak pernah berhenti berkarya dan menyesuaikan aransemen musiknya masuk ke dalam era milenial. Penyesuaian itu selalu ada, kami perlu membuat sesuatu yang baru dan dengan bekerja sama musisi lain, agar SO7 tidak ditinggalkan penggemar,”ujar Brian Kresna Putro, drummer Sheila On7 ketika ditemui tim Apro dikediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan. Brian menceritakan, SO7 perlu melibatkan musisi lain agar dapat warna yang berbeda.

Brian dan kawan-kawan memberikan kebebasan kepada musisi pendukungnya (Tomtom Production) dalam mengembangkan aransemen lebih kekinian. Resep paling mujarab, strategi yang dilakukan SO7 sehingga sajian musiknya tak pernah di tinggal jaman. Terbukti, single “Film Favorit” masih menyibukkan SO7 dalam rangkaian tur dalam dan luar negeri hingga Oktober 2018 ini. Padahal single Film Favorit sudah dipasarkan sejak Januari 2018. “Kami belum menyiapkan single kedua, karena kami masih menjalani rangkaian tur Film Favorit tahun ini, mungkin bisa sampai akhir 2018, “ jelas Brian.

 

Strategi bekerja sama dengan tim Music Director (MD) yang dibentuk oleh SO7 bisa menhgasilkan kualitas musik sesuai perkembangan tren musik Indonesia. Sah-sah saja, setiap band dibantu oleh tim “tambahan” dalam hal ini Music Director agar musiknya bisa diterima oleh masyarakat yang sudah mulai berganti generasi dan tentu lebih segar. apalagi SO7 yang sudah berusia dua puluh tahun lebih, setidaknya sudah dua generasi yang mendengarkan hits-hits karyanya berusaha tiidak ditinggalkan penggemar lama (dewasa) justru menambah penggemar baru (remaja) dengan genre musik yang kekinian.

STUDIO

Selama berdiri dan memproduksi musik lebih dari dua puluh tahun, SO7 sudah melalui masa rekaman yang bekerja swadaya. Artinya proses rekaman dilakukan sendiri, termasuk mengatur seting dan tuning drum, hingga teknik rekam drum dilakukan secara mandiri. Selama bertahun-tahun melakukan rekaman swadaya dan berhasil menembus industri musik bahkan menjadi hits dikalangan masyarakat. Secara tidak langsung dengan kaya pengalaman dalam produksi (rekaman) album dengan sekian banyak lagu, meningkatkan kepiawaian persiapan rekaman, tracking, hingga mixing.

Kreatifitas dan kerja keras ini sudah terbukti dan mendapatkan apresiasi dengan begitu banyak penghargaan serta booming di Indonesia. “ Kami sempat mengalami proses situ, seperti pada album Menentukan Arah (2008) dan Berlayar (2011), kita mengerjakan rekaman di studio Eros sehingga memiliki keleluasaan tanpa batas waktu. Mulai dari urusin kabel, pasang mikrofon, dan cari sound satu persatu. Pengalaman itu sangat menyenangkan tetapi enerji banyak habis yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lain,” kenang Brian. Info lanjut mengenai, Live dan Monitor. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 10 2018. *Fajar Arianto.

Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=2 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts