• Jumat , 16 November 2018

POTENSIOMETER UNTUK GITAR DAN BASS ( BAGIAN DUA )

Melanjut edisi sebelumnya mengenai potensiometer, ada baiknya kita mengingat terlebih dahulu apa itu Potensiometer. Potensio, atau biasa disebut pot, adalah variabel resistor yang dapat diubah- ubah besarannya dari nol hingga ke nilai tertentu (tergantung nilai pot). Dengan begitu, kita bisa mengatur secara gradual porsi dari komponen elektronik yang dihubungkan ke potensio.

Ada beberapa type potensiometer yang telah Kami bahas, yaitu potensio logaritmik (audio), potensio linear, dan potensio reverse. Kali ini Kami akan jabarkan beberapa jenis potensiometer untuk gitar dan bass.

JENIS POTENSIOMETER

A. Push-pull & Push-push Pot

Ini adalah jenis potensio yang sekaligus berfungsi sebagai switch. Potensionya tetap merupakan potensio biasa, bisa diaplikasikan sebagai volume atau tone kontrol, namun terdapat sebuah switch DPDT (dua posisi dibagian bawahnya). Seperti menggabungkan sebuah potensio dengan mini toggle on-on. Bagian atas adalah potensio normal, bagian bawah adalah switch selector dengan enam kaki. Mekanisme pemilihan posisi switch dilakukan dengan cara menarik dan menekan kepala pot.

Aplikasi yang paling sering digunakan pada push-pull pot ini adalah sebagai tone kontrol (potensio) sekaligus split coil (switch) pada pickup humbucker. Namun bukan itu saja, switch disini juga dapat digunakan untuk banyak variasi seperti pemilihan konfigurasi seri-paralel, in-out phasing, pemilihan pickup, killswitch dan lain sebagainya. Untuk push-push potensio, bentuknya kurang lebih serupa dengan push-pull, tetapi pemilihan posisi switch dilakukan dengan cara di tekan untuk posisi satu dan ditekan lagi untuk posisi dua.

Ada satu lagi potensio push-push keluaran Fender yang dikenal dengan nama S-1 switch. Potensio dengan switch di bagian bawah yang memi- liki banyak terminal solder dan cukup rumit. S-1 switch lebih serbaguna dibanding push push biasa, karena dengan kaki lebih banyak, lebih me- mungkinkan untuk variasi konfigurasi wiring pickup.

B. CONCENTRIC POT

Anda mungkin sering melihat potensio seperti ini, dimana ada dua knob bertingkat yang dapat diputar terpisah. Ini adalah concentric pot, dua buah potensio yang ditumpuk menjadi satu bagian. Tiap pot memiliki fungsi normal yang pemakaiannya terpisah satu sama lain (tergantung wiring). Keuntungannya adalah, dengan menggunakan dua pot dalam satu lubang, dapat menghemat ruang dan jarak pada body/pickguard/ kontrrol plat dan tidak memerlukan pelubangan lagi untuk kontrol baru.

                  

Dengan begitu, bisa saja kamu meng- gunakan knob atas untuk volume dan knob bawah untuk tone atau knob atas untuk elektrik, knob bawah untuk piezo akustik. Concentric pot untuk gitar ada yang bernilai 250K untuk kedua bagian atas-bawah, bernilai 500K, dan ada yang merupakan gabungan 250K dan 500K. Sebuah solusi untuk gitar kamu yang memiliki pickup single coil dan humbucker dan ingin memiliki dua volume terpisah untuk kedua pickup, tanpa me- nambah lubang baru pada bodi gitar. Pada tipe concentric pot tertentu, ada yang memiliki feel detent, dimana terasa ada titik berhenti di tengah putaran. Concentric pot seperti ini banyak ditemui pada bass dengan preamp aktif.

C. FENDER TBX

TBX merupakan singkatan dari Treble (T), Bass (B), Cut (X). Potentio ganda yang diaplikasikan sebagai pemotong frekuensi low dan treble secara pasif. Bentuknya mirip dengan concentric pot tetapi memiliki nilai pot 1 MegaOhm (bagian B), dan 250Kohm (bagian A), dengan resistor yang hanya setengah lingkaran untuk tiap pot.

Berbeda dengan concentric pot, TBX hanya memiliki satu kontrol pemutarnya, dan detent (ada titik berhenti) di posisi tengah putaran. Potensio TBX yang dipasang dengan kapasitor dan resistor tambahan dan ditempatkan sebagai pengganti tone pot biasa akan memotong trebel jika knob diputar kekiri dan memotong low jika diputar kekanan. Posisi tengah adalah flat.

 

D. NO-LOAD POT

Load pot juga merupakan potensio dari Fender. Diaplikasikan untuk tone kontrol. Bentuk siknya sama dengan potensio biasa, namun di bagian dalam sudah dimodikasi untuk “mem-bypass” beban kapasitor dan resistor dari pot, pada saat knob diputar penuh, sehingga sinyal pickup hanya terhubung ke volume pot dan output jack.

Artinya, tanpa beban kapasitor dan potensio, sound pickup terasa lebih open dan sedikit lebih bright. Ini hanya terjadi pada knob tone di posisi 10 (maksimal). Jika diputar kembali mulai posisi 9 dan seterusnya, kapasitor dan potensio aktif kembali untuk memberi kontribusi suara pada pickup.

SPLIT SHAFT & SOLID SHAFT

Split dan solid menggambarkan perbedaan kepala potensio. Split shaft memiliki kepala bergerigi dan terbelah dua, didisain untuk knob press- t (ditekan) seperti pada Strat dan Gibson. Gerigi kepala pot pun terbagi menjadi dua tipe: coarse dan ne. Potensio CTS dan pabrikan dari amerika, umumnya memiliki gerigi yang halus dan kecil ( ne). Sedangkan potensio Alpha atau pabrikan dari Asia umumnya memiliki gerigi yang lebih besar dan sedikit (coarse).

Knob bell model Stratocaster yang non orisinil walaupun sekilas memiliki bentuk dan warna yang sama namun tidak se- mua t dan pas untuk potensio orisinil stratocaster. Solid shaft, seperti namanya, memiliki kepala utuh yang solid tanpa gerigi. Didisain untuk knob yang mengguna- kan sekrup kecil seperti pada Fender Telecaster. Kebanyakan knob untuk split shaft tidak pas jika digunakan untuk potensio solid shaft. Jadi, perhatikan tipe kepala pot dan knob yang dimiliki jika kamu hendak mengganti kedua barang ini. *Ressa Sm.

 

Related Posts