• Jumat , 16 November 2018

INDONESIA BASS PLAYER WADAH EKSIS PARA BASSIST

MERASAKAN ADANYA KELANGKAAN BASSIST, LIE ANDI YANG JUGA PEMAIN BASS TERGELITIK UNTUK DAPAT MEMBUAT SEBUAH WADAH KHUSUS BAGI PARA BASSIST DI TANAH AIR. SEMPAT MELAKUKAN PENCARIAN, TAK ADA YANG COCOK. AKHIRNYA IA ISENG MEMBUAT SENDIRI SEBUAH KOMUNITAS YANG KEMUDIAN DIBERI NAMA INDONESIA BASS PLAYERS (IBP) PADA JULI TAHUN 2016.

 

Sejak awal berdiri, IBP memang sudah dikonsep serius. Berawal dari aplikasi Instagram, kemudian dibuat juga group Line, Lie Andi langsung membentuk tim berisikan 5 orang sebagai moderator. Hanya dalam waktu 2 bulan Instagramnya sudah memiliki 1000 anggota, Sontak animo positif itu membuat Lie Andi kaget, “ Wow banget!” komentarnya, “ Ternyata bassist itu tak langka!”  ujarnya saat ditemui tengah berkumpul dengan anggota IBP lainnya di salah satu  coffe shop di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Prestasi itu membuat Lie Andi dan rekan-rekan se timnya semakin semangat, tak lama kemudian dibentuk lah staf-staf  yang tak hanya sebagai moderator melainkan bertugas untuk mengurusi hal-hal yang sifatnya lebih profesional untuk kegiatan komunitas tersebut.

VISI DAN PROGRAM

Sesuai dengan visi dan misi awal IBP, Lie Andi sebagai founder menjelaskan kalau IBP bertujuan untuk membuat wadah sebagai sarana para bassist untuk dapat berkembang dan eksis. Tidak melulu menargetkan membernya adalah bassist sejati, IBP membuka pintu bagi siapa saja yang tertarik akan bass.

Untuk tahapan yang lebih serius maka IBPpun mencanangkan beberapa program/kegitan di luar aktivitas group online/maya. Salah satunya adalah kegiatan BeBass, ajang kopi darat, kegiatan bertatap muka para anggota ,” Seperti sekarang ini..” jelas Lie Andi. Biasaya mereka membawa bass masing-masing, sharing secara langsung atau menajamkan teori yang sudah dibicarakan di group. Bahkan ajang kopi darat ini juga kadang dibuat sedemikian rupa selayaknya kelas atau seminar.

Sementara untuk aktivitas di group beberapa program dijalankan seperti class tutor, Q&A serta sebagai gimmick  ada give away. “ Kalau boleh dibilang kita adalah yang pertama di Indonesia melakukan class tutor di group Line’ ujar Lie Andi yang menceritakan beberapa tahun lalu, Leo salah satu stafnya mengulas tentang Bass Spa, tentang bagaimana merawat bass dan lain-lain,” Responnya luar biasa…” ujar Lie Andi yang dikenal sebagai bassist grup musik Angelz dan RI1 ini. “ Jadi topik yang dibahas di group sangat beragam, tak hanya soal teknik dan skill permainan bass, namun juga meliputi tentang attitude, efek, perawatan bass dan lain-lain” tambah Lie Andi. Baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09 2018.

Download Majalah Audiopro di  https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=2 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selangkapnya ya.

Related Posts