• Jumat , 16 November 2018

ANGGA AFRIZAL PROFESI SERVICE GITAR DAN BASS

SAMA SEPERTI PERALATAN ELEKTRONIK ATAUPUN BARANG LAINNYA, GITAR DAN BASS SELAIN DIMAINKAN JUGA MEMBUTUHKAN PERAWATAN (MAINTENANCE) DAN PERBAIKAN (SERVICE).

Perawatan biasanya dilakukan oleh musisi yang memainkan dan memiliki instrumen gitar atau bass itu sendiri, misalnya mengelap senar sehabis dimainkan, membersihkan debu, dan lainnya yang bisa dilakukan setiap pemilik instrumen. Sementara service adalah bila terjadi kerusakan atau perubahan setting yang terjadi pada instrumen, yang membutuhkan jasa seorang ahli service khusus dalam menanganinya. Untuk beberapa kerusakan ringan ataupun setting ringan mungkin bisa dilakukan sendiri oeh pemilik instrumen, namun kalau masalahnya sudah serius sangat membutuhkan ahli service yang kompeten di bidangnya.

Profesi service instrumen seperti gitar dan bass memang tergolong langka, tidak banyak yang menekuni namun sangat dibutuhkan oleh pemilik gitar dan bass baik itu musisi maupun kolektor. Di sekitar Jabodetabek saja bisa dihitung dengan jari jumlah ahli service yang diakui bagus hasil kerjanya dan menjadi langganan banyak musisi dan kolektor gitar dan bass. Salah satunya adalah Angga Afrizal yang dikenal juga dengan nama Jonktone, berdomisili di Cirendeu Ciputat.

Menekuni profesi sebagai ahli service gitar dan bass sekitar 10 tahun lalu, diawali dengan bekerja di sebuah toko alat musik dan pabrik industri rumahan penghasil gitar dan bass di daerah Cirendeu. Di tempat itu Angga mempelajari seluk beluk pembuatan gitar dan bass, maintenance dan service instrumen, juga pemasaran alat musik. Dia banyak menimba ilmu dari para senior ahli service, buku-buku dan internet secara otodidak. Setelah 5 tahun bekerja disana, Angga memutuskan untuk mandiri, membuka sendiri bengkel jasa service dan home made gitar dan bass kustom dengan nama Jonktones Custom Shop.

Pergaulannya yang luas dan pembawaan yang luwes menjadi modal besar untuk mendapatkan pelanggan jasa service nya, di samping ketekunan dan kemauan untuk terus mempelajari service dan pembuatan instrumen. Yang mendasari Angga menekuni profesi service ini adalah karena banyak teman-teman musisi yang sering konsultasi dengan dirinya soal masalah dan kerusakan pada instrumennya, keinginan untuk meningkatkan performa atau up grade instrumennya, dan lainnya sekitar gitar dan bass. Jasa yang ditawarkan oleh Angga diantaranya set up dan tuning, up grade, service, dan pembuatan gitar dan bass.

Ditekankan oleh Angga bahwa tidak semua gitar dan bass yang masuk ke bengkelnya adalah instrumen lama, banyak juga pelanggan yang baru membeli gitar atau bass langsung dibawa ke bengkelnya. Biasanya keluhannya adalah gitar atau bass barunya tidak nyaman dimainkan, jasa Angga dalam masalah ini adalah set up playability instrumen tersebut bagaimana menjadikannya nyaman dimainkan. Info lanjut mengenai, Proses set up playability baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 09 2018. *Alex Kuple.

Download majalah audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=2 atau beli langsung aja di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts