• Jumat , 16 November 2018

IBANEZ WUJUDKAN MIMPI GITARIS ASAL BULELENG BERTEMU ANDY TIMONS

EVENT GITAR PALING BERGENGSI DI TANAH AIR BARU SAJA USAI, DAN TELAH MELAHIRKAN JUARA BARU DI TAHUN 2018 YAITU SUGIX ANANTRA ASAL BULELENG, BALI.

 

Ibanez Flying Fingers tahun 2018 merupakan tahun yang ke lima. Selain mendapatkan gitar Ibanez terbaru seri AZ dengan harga dua puluh jutaan rupiah kali ini pemenang diberangkatkan Guangzhou, untuk bertemu dengan gitaris kelas dunia Andy Timmons. Sugix menjadi tamu VIP dan bertemu Andy Timmons pada 21 Agustus 2018 di MAO Livehouse Guangzhou. Sugix telah mengalahkan sekitar 400 peserta Ibanez Flying Fingers 2018 dan dipilih secara langsung oleh Martin Miller dan Tom Quayle.

Sekadar informasi, Andy Timmons beberapa saat yang lalu datang ke Indonesia karena menjadi bagian dari tim musik konser Olivia Newton John. Beliau juga beberapa kali datang ke Indonesia untuk mempromosikan gitar signature Ibanez. Andy Timmons sendiri dikenal sebagai gitaris reguler dengan Steve Vai dan Joe Satriani untuk konser G3 di kota Dallas.

Sedangkan Martin Miller dikenal sebagai gitaris berbakat asal Jerman yang berhasil menjadi anggota Jam Track Central (JTC Guitar) yang merupakan kursus online gitar bergengsi di dunia karena bekerja sama hanya dengan gitaris-gitaris hebat yang diakui di dunia. Di Indonesia, Juara 1 Flying With Ibanez 2014 , gitaris asal Kupang bernama Aryz Bulo, telah diakui oleh JTC dan menjadi salah satu tutor JTC saat ini. Tom Quayle sendiri adalah gitaris asal Inggris yang telah diakui akan permainan bergaya fusion dan sering berkolaborasi dengan gitaris-gitaris kenamaan lainnya.

Saat di Guanngzhou, acara permainan Andy Timmons dimulai tepat pukul 19.00 dan opening act dibawakan oleh pemenang Ibanez Flying Fingers dari China. Tim Ibanez asal Indonesia diberikan kesempatan bertemu dengan Andy Timmons secara eksklusif di back stage. Disana terlihat Andy sedang santai sambil menyiapkan gitar andalannya yaitu Ibanez AT Series. Andy Timmons memang terkenal sebagai gitaris yang sangat ramah, beliau menceritakan sedikit tentang sejarah gitar yang selalu dipakainya selama tour.

Ketika acara dimulai, Sugix dan tim dari Ibanez menempati kursi VIP pada baris depan. “ Sungguh sebuah pengalaman yang sangat bersejarah bagi saya.” kata Sugix.

Andy timmons membawakan cukup banyak lagu pada malam itu, seperti Night To Remember yang menjadi opening penampilannya, dilanjutkan dengan Super ‘70s, Groove Or Die, Carpe Diem, Electric Gypsy dan beberapa lagu dari Album Sgt Pepper yaitu Lucy In The Sky With Diamonds dan masi banyak lagu hits lainnya. Andy pun sempat melakukan sesi tanya jawab seputar alat yang dipakainya hingga proses latihan yang selalu dilakukan walaupun tour yang padat, namun Andy tetap menyempatkan untuk latihan disela-sela tour’nya.

Sugix pun masih menyempatkan diri berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan di Guangzhou, Baima,  dan juga ke Beijing Roads, pusat perbelanjaan dan spot foto terkenal. Usai dari Guangzhou, banyak tawaran pekerjaan mengalir ke Sugix. Sugix pun mengamini ajang Ibanez Flying Fingers benar-benar membuka banyak peluang karir untuk para sesama gitaris. Melalui pengalaman ini Sugix berharap teman-teman gitaris lain untuk tidak pernah berhenti untuk berlatih gitar, sebab mimpi sebuah anak Buleleng berhasil diwujudkan oleh Ibanez.

“Ibanez, The Best Guitar For All”.

Related Posts