• Jumat , 16 November 2018

Aaron Philbert Melalui Electone: Aranjer, Pemain dan  Pencipta Lagu Jadi Satu

Tercekat menyaksikan anak muda berusia 19 tahun ini memainkan electonenya. Menerima tantangan memainkan sebuah lagu tak lebih dari 3 menit, Aaron memainkan gubahannya berbekal 5 not lagu diajukan penonton.

Selang 5 menit setelah menerima tantangan tersebut , Aaron langsung berkonsentrasi meramu musik yang bakal dimainkannya kemudian, “ Sebetulnya dalam situasi seperti itu saya membutuhkan kertas dan pena” aku Aaron sesudah perform. Namun juara Asia-Pacific Electone Festival 2017 itu tak gentar, setelah dipersilahkan iapun dengan cekatan langsung mempersiapkan progam untuk memainkan nada-nada tantangan nya.

 

Keterangan foto: Aaron Philbert (kiri) dan Alexander Devano Aryasena (kanan). Masing-masing juara APEF 2017 dan 2016.

Fingering Aaron dan lincah dan kaki-kakinya di pedal yang mendukung permainan musik, membuat pertunjukan tunggal Aaron sangat atraktif. Di depan finalis APEF 2018,  di tengah acara konferensi pers yang berlangsung di Jakarta (13/10) lalu, Aaron mengunci mulut tamu yang hadir untuk fokus ke penampilannya yang sempurna, menggubah musik yang berasal dari 5 not dalam waktu secapat kilat. Ia tidak sendiri, malam itu perform yang sama sempurnanya juga ditampilkan oleh Alexander Devano Aryasena, juara APEF 2016.

Sejak Umur 5 Tahun Aaron adalah salah satu musisi muda yang lahir dari ajang kompetisi yang disponsori oleh PT. Yamaha Musik Indonesia Distributor (PT.YMDI), mahasiswa akhir Podomoro University ini tertarik mendalami musik umum sejak umur 5 tahun, “ Namun fokus belajar electone sejak berusia sepuluh tahun “ ujar anak tunggal yang sebelumnya juga sempat menekuni piano. Electone dipilih Aaaron, berawal karena tersentuh hatinya dengan suara-suara yang dimiliki oleh alat musik tersebut.

Electone bisa dibuat improvisasi di suara orkestra, klasik namun tak menutup kemungkinan juga bisa berkarya untuk rock-orkestra, bahkan musik jazz atau pop,” Dalam satu alat itu ada banyak instrumen suara-suara”  ujar Aaron. Selain kelebihan lain alat musik ini adalah ia bisa mengkostum musik yang disukainya sesuka hati. Mahasiswa jurusan Entrepreneur ini tetap ingin menjadi musisi profesional, ia ingin musik sebagai karirnya kedepan nanti. Selain ia bercita-cita bisa menggabungkan entrepreneur dan entertainment menjadi  sebuah bisnis entertainment. Mainkan Aaron!!!

Related Posts