• Kamis , 18 Oktober 2018

KENALI LIVE SOUND MONITOR

Ada satu topik menarik yang mungkin saja luput dari perhatian musisi kala ingin pentas di panggung, khususnya musisi dari band band pemula yang baru beberapa kali tampil. Topik itu adalah tentang bagaimana soal  kenyamanan dalam bermain.

 

Kata ‘kenyamanan’ ini lebih mengarah kepada bagaimana dia bisa mendengar suara yang perdengarkan melalui vokal atau instrumen musiknya.  Inilah hak sebagai seorang musisi untuk dapat bermain secara leluasa, dan sangat penting dalam hal dukungan dari sisi pengaturan suara di panggung. Nah, bicara tentang ‘melihat’ suara panggung dari sudut pemain dan soundman, maka apalagi istilah yang sering muncul kalau tidak tentang live sound monitor misalnya. Juga istilah stage monitor, wedges, side filled system speaker, in ear, mounted speaker dan lain lain. Sebelum berbicara ke bela kenyamanan tadi, mari kita singgung sedikit pengertian beberapa istilah tentang sound monitor di atas.

LIVE SOUND MONITOR

Live sound monitor atau disebut juga dengan sistem monitor panggung (stage monitor) adalah speaker speaker  monitor yang menghadap ke musisi dan vokalis. Orang menyebutnya dengan speaker monitor panggung. Speaker ini digunakan dalam penampilan live music dimana disitu juga digunakan sistem PA (Public Address) atau sistem sound reinforcement untuk menguatkan suara vokal, musik atau suara lain, untuk didengar penonton.

WEDGES

Ini adalah speaker monitor yang merupakan standar untuk live music dan studio. Posisinya ada di depan kiri kanan panggung. Setiap musisi biasanya memiliki satu speaker wedges sendiri, khususnya untuk panggung panggung besar. Speaker monitor sendiri pada intinya terbagi menjadi dua, yakni :

  1. monitor pasif, berupa sebuah speaker dan horn dalam satu kabinet. Jenis ini harus dihubungkan ke sebuah power amplifier eksternal.
  2. monitor aktif, yang dilengkapi sebuah speaker, horn dan sebuah power amplifier dalam satu kabinet. Maka, sinyal dari mixing board bisa dihubungkan langsung ke dalam speaker monitor ini.

Nah, kembali kepada soal ‘bela kenyamanan’ tadi, karena banyaknya suara yang dibunyikan di panggung, maka untuk mengetahui apakah suara yang keluar dari masing masing instrument sudah sesuai dengan yang diinginkan sang musisi masing masing, amati saja suara yang keluar dari speaker wedges masing masing. Lihat juga, apakah suara yang keluar sudah jelas dan tidak tertutup instrumen lain.

Bila kamu gitaris misalnya,  dengarlah suara permainan gitarmu, apakah terdengar jelas, dan selain itu apakah kamu dapat mendengar vokal. Begitupun musisi lain seperti drummer. Dia bisa saja meminta suara drummnya dibesarkan. Bila kamu seorang vokalis, amati apakah vokalnya jelas dan tidak tertutupi. Sebab bisa saja tertutupi suara bass drum atau gitar bass. Inilah salah satu tujuan mengamati suara dari speaker wedges. Tujuan lainnya adalah agar ‘grup’ mainnya dapat.

Inilah salah satu hak seorang musisi, dimana dia bisa meminta soundman monitor untuk menyesuaikan suara sesuai keinginan musisi. Dapat menyesuaikan warna tone-nya. Bisa nyaman dalam artian dia bisa dengar detil dan soundnya sendiri keluar. Tetapi sayangnya, umumnya musisi pemula agak sungkan dengan sound engineer monitor dan percaya saja kepada settingan soundman.

Bicara soundman atau sound engineer di panggung, kita mengenal ada dua di dalam sebuah live show, yakni :

  1. soundman monitor. Inilah soundman yang ada di panggung. Tugasnya mengatur suara, salah satunya agar tak saling menutupi dan suara yang keluar adalah yang diingnkan sang musisi. Jika kurang cermat, bisa saja suara yang tampil saling menutupi. Misalnya,  vokal tertutup bass dari drummer. Maka, akan lebih baik bila sang drummer wajib juga mendengar vokal agar dia tahu lagunya sudah sampai mana.  Soundman sendiri umumnya sudah tahu apa yang dibutuhkan musisi, karena dia memang sudah terbiasa melakukan tugas ini.
  2. soundman FOH.Soundman disini bertugas menyiapkan suara  sedemikian rupa agar didengar nikmat oleh penonton. Apa yang didengar penonton itulah yang keluar di monitor. Misalnya instrumen  kibor yang terdengar besar di area soundman FOH, maka akan terdengar besar juga di area penonton.

MEMILIH LIVE SOUND MONITOR

Setelah menyadari hak musisi dalam mendapatkan suara yang kamu inginkan dari sebuah speaker monitor saat di panggung, kini mari mengenal bagaimana mengetahui tentang monitor live yang baik itu seperti apa. Tak perduli apakah vokalis atau musisi. Main gitar, kibor atau drum. Seberapa bagus dan mahal speaker, dan seberapa baik sang sound engineer dalam menata suara, itu bukan hal yang paling utama.

Yang paling utama adalah, bagaimana musisi bisa mendengar dengan jelas dan detil suara yang dia mainkan dan suara yang dikeluarkan musisi lain atau vokalis di panggung ! Mengapa? Karena jika sudah demikian, setiap musisi akan lebih bisa tampil dengan lebih menawan. Bagaimana caranya? Yuk kita lihat beberapa diantaranya. Info lanjut mengenai Speaker wedge panggung, Sistem side- ll dan Sistem monitor atau all in one line array. Baca selengakpnya ya di Majalah Audiopro edisi 09 2018.

Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=1 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts