• Jumat , 14 Desember 2018

KOMPETISI GITAR BERKONSEP BEDA DI PEAVEY GUITAR SHOWDOWN II 2018

TIDAK SEDIKIT KOMPETISI ENTAH ITU BERTAJUK AJANG PENCARIAN BAKAT MAUPUN KOMPETISI MUSIK YANG LEBIH INSTRUMENTAL SEPERTI GITAR, DRUM, BASS ATAUPUN FESTIVAL MUSIK DI GELAR. NAMUN KOMPETISI YANG BERORIENTASI LEBIH KE GITAR DENGAN LIVE BATTLE DI ATAS PANGGUNG MASIH TERBILANG LANGKA.

Di Peavey Guitar Showdownlah Kita dapat menemukan hal itu. Kompetisi yang di kemas berbeda tersebut adalah kali keduanya di gelar sejak 2016 lalu. Namun Kali ini, Kairos Multi Jaya selaku distributor Peavey Electronics di Indonesia mengajak para gitaris akustik dan bassist untuk bisa bertarung. Bukan tanpa alasan tim Peavey Indonesia berani mengajak mereka. Ajang perhelatan ini menggunakan Amplifier Peavey Vypyr VIP Series dimana ampli tersebut didesain untuk mengakomodir kebutuhan instrument gitar elektrik, akustik serta bass.

Tim juri yang terdiri dari nama-nama yang sudah tidak asing di industri musik tanah air seperti Andre Dinuth (gitaris solo/session player), Adi Dharmawan (bassist solo/session player, Ligro), Mudya Mustamin (Jurnalis dan founder musikkeras), serta Yudhi Setiawan (Perwakilan Peavey Indonesia) di percayakan untuk menilai seluruh penampilan peserta dari pemilihan video hingga grand final.

Peavey Guitar Showdown II di mulai sejak 3 Mei 2018 di SMEX 2018 pada Booth Peavey. Kemudian pada 7 Mei hingga 6 Agustus 2018 diadakan pada dealer partner dan spot Peavey Guitar Showdwon II di beberapa kota seperti Jakarta Hari Hari Musik dan Toko Gitar Bagus, Surabaya Maestro Musik Surabaya, Malang WW Musik, Jogjakarta Joe Billy Guitars, Bandung Umar M3 Studio, Semarang Suryaputra Musik, Medan Raja Musik, dan Lampung Swaramas Music Shop.

Pada babak awal, peserta diminta unjuk kebolehan bermain gitar menggunakan ampli Peavey Vypyr selama 2 menit tanpa iringan backingtracks yang direkam oleh tim Peavey Indonesia. Dengan berbagai kriteria penilaian, dari video tersebut tim Juri memilih 20 peserta dengan skor tertinggi untuk melaju ke babak selanjutnya.

Kemudian pada 25 Agustus 2018 kemarin, Ke 20 finalis secara acak melakukan drawing mencari partner battle atau trading lick untuk live battle di atas Unity Stage Summarecon Mal Serpong Tangerang. Acara grand final yang di mulai sejak pukul 12.30 ini cukup mencuri perhatian. Tanpa adanya komposisi terlebih dahulu para finalis harus melakukan improvisasi tekhnik secara spontanitas. Tidak hanya skil, mental dan nyali juga di perlukan pada kompetisi ini.

Download Majalah Audiopro edisi 09 2018 di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=1 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts