• Kamis , 18 Oktober 2018

MUHAMMAD “BRAM” ABRAHAM TIDAK UTAMAKAN MEREK TERTENTU

INVESTASI ALAT MENJADI TEPAT GUNA KETIKA PEMILIK RENTAL INGIN MEMBELI SEBUAH PRODUK BUKAN BERDASARKAN “KATA ORANG”, MELAINKAN BERDASARKAN DATA DENGAN SASARAN TARGET PASAR DARI RENTAL AUDIO ITU SENDIRI.

 

Zona nyaman dalam sebuah pekerjaan sebenarnya sudah didapat oleh pria yang akrab disapa Bram ini. Bekerja pada sebuah bank ternama di Indonesia bukan menjadi tujuan akhir dari perjalanan kariernya. Ada yang ingin dicapai lebih dari itu.Meninggalkan dunia perbankan, Bram mengawali pekerjaan barunya di sebuah rental audio. Menjadi pengantar dan pengangkat barang dilakukannya agar bisa belajar tentang audio. Akhirnya, pengorbanannya selama ini pun membuahkan hasil. Setelah berkesempatan belajar di SAE Institute (sekarang ia menjadi dosen di sekolah tersebut), ia lalu berguru kepada Danes Item. Semua itu menjadikan dirinya yang sekarang sebagai seorang audio system engineer muda yang mumpuni.

TUGAS AUDIO SYSTEM ENGINEER

Berbicara tentang sound engineer atau teknisi suara di dunia audio sebenarnya memiliki cakupan yang luas karena terdapat banyak bagian. Ada recording engineer, mixing engineer, live mixing engineer, mastering engineer, dan audio system engineer. Setiap bagian itu saling melengkapi untuk menghasilkan suara yang baik pada sebuah acara dengan peran dan tanggung jawab masing-masing bagian yang terlihat jelas. Seluruh elemen pendukung pada sebuah acara itu pun masing-masing mempunyai peranan yang krusial.

Audio system engineer mungkin merupakan istilah yang masih asing di Indonesia. Di kalangan audio mungkin mixing engineer, recorder engineer dan mastering memang lebih dikenal. Namun, dalam sebuah pertunjukan langsung, sebenarnya dibutuhkan pula peran audio system engineer ini. Tugasnya adalah fokus kepada persiapan sistem audio dan perlengkapan yang diperlukan, mulai dari kebutuhan P/A, P/A dengan sub-nya, dengan berbagai delay system-nya, power amplifier, loud speaker management system, sampai ke mixer.

Penempatan (display, sudut, angle, arah, bahkan ketinggian) speaker yang tepat sampai P/A adjustment juga menjadi tugas audio system engineer agar suara bisa diterima dengan baik oleh penonton (clarity). Jika semua pengaturan tersebut sudah diatur dengan baik, sebuah suara bisa terdengar dengan baik di seluruh area dalam pertunjukan langsung.

Mungkin setelah melihat penjelasan di atas, tugas audio system engineer masih terdengar rancu. Oleh karena itu, mari kita ambil sebuah kasus seperti ini. Pada sebuah pertunjukan langsung, jika keahlian seorang mixing engineering sudah bagus, pengisi acara merupakan band ternama, peralatan pendukung audio bagus, itu semua tidak menjamin bahwa ketika audio dinyalakan suara yang dihasilkan akan terdengar bagus. Dibutuhkan tenaga profesional di balik itu untuk mengatur agar suara bisa terdengar jernih dan nyaman didengar. Itulah tugas audio system engineer.

TIDAK MENGUTAMAKAN MEREK TERTENTU

Sederhananya, katakanlah ada sebuah pertunjukan langsung di suatu tempat. Audio system engineer harus memahami besarnya acara tersebut, besarnya ruangan yang akan dipakai, berapa penonton yang datang, sampai kondisi ruangan atau lokasi acara. Jika semua sudah diketahui, barulah bisa ditentukan perlengkapan yang diperlukan, sekaligus tentu saja harus disesuaikan karakteristiknya, jumlah perlengkapannya, dan kekuatan setiap perlengkapannya.

Pemilihan perlengkapan yang harus digunakan dalam sebuah pertunjukan langsung tidak berdasarkan merek tertentu. Idealnya, seorang audio system engineer tidak memihak kepada merek tertentu. Selama perlengkapan itu layak dan dapat dipakai serta mempunyai spesifikasi yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, maka perlengkapan dari merek mana pun bisa digunakan.

Bagi audio system engineer, yang terpenting adalah karakteristik perlengkapan yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan sebuah acara. “Saya termasuk orang yang bukan mengedepankan sebuah brand ketika sedang bertugas sebagai audio system engineer,” aku pria yang juga bekerja sebagai professional freelance pada sebuah rental audio ini. Dahulu mungkin beberapa perlengkapan audio bermerek yang berkualitas baik bisa dihitung dengan jari. Tapi sekarang, teknologi sudah maju, ilmu pengetahuan berkembang cepat sehingga sekarang banyak pabrikan yang mulai dapat menghasilkan produk berkualitas baik. Info lanjut mengenai Kebutuhan akan audio system enginer baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 08 2018.

Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=1 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya.

Related Posts