• Rabu , 19 Desember 2018

POTENSIOMETER UNTUK GITAR DAN BASS ( BAGIAN SATU )

Komponen elektronik pada gitar sangatlah complex. Salah satunya adalah potensiometer. Rotary kecil yang berfungsi untuk control besaran volume dan tone pada gitar ini sangatlah penting. Kita tidak bisa menggunakan sembarang potensio karena akan mempunyai pengaruh terhadap output sound pada instrument yang di kita gunakan.

Bagi gitaris yang tidak terbiasa memainkan volume atau tone pot, ada baiknya jika kini kita coba memahaminya lebih dalam lagi. Selain mempengaruhi output sound, Kita juga bisa mendapatkan karakter tone. Potensio, atau biasa disebut pot, adalah variabel resistor yang dapat diubah- ubah besarannya dari nol hingga ke nilai tertentu (tergantung nilai pot). Dengan begitu, kita bisa mengatur secara gradual porsi dari komponen elektronik yang dihubungkan ke potensio.

Misalnya sebuah pickup, yang dapat diatur keluaran outputnya dengan menjadikan potensio sebagai volume. Begitupun untuk dijadikan sebagai tone kontrol. Dengan potensio yang ditambahkan sebuah kapasitor, kita bisa mengatur seberapa besar kisaran atau seberapa banyak frekuensi treble yang ingin dihilangkan dari karakter pickup. Umumnya, pickup single coil memakai potensio 250K, sementara humbucker menggunakan potensio 500K. Nilai besaran potensio dapat tertera dibagian bawah, samping, atau di atas.

TIPE POTENSIOMETER

Terlepas dari besaran resistornya seperti 250K, 500K, atau bahka 1M. Potensio standar untuk instrument dibagi menjadi 3 jenis taper. Taper adalah pergerakan kurva dari minimum hingga maksimum ketika pot diputar.

  • POTENSIO LOGARITMIK (AUDIO)

Potensio audio bekerja berdasarkan kurva logaritmik tertentu. Potensio ini memiliki kurva penambahan volume yang terasa lebih smooth dan halus, dimana perubahan output pada posisi knob 0 sampai 5 tidak sedrastis pada posisi 7 ke 10. Potensio audio dapat dikenali dengan huruf A atau Aud seperti Aud 250K, atau 250K.

  • POTENSIO LINEAR

Potensio linear bekerja berdasar ratio 1 : 1 antara pemutaran pot dengan nilai outputnya. Bila menggunakan potensio linear untuk volume biasanya akan terasa lompatan volume yang cukup besar menjelang akhir putaran potensio. Untuk itu, potensio linear lebih sering digunakan untuk tone control. Potensio linear biasanya ditandai dengan huruf B atau Lin, misalnya B250K, 250K Lin.

  • POTENSIO REVERSE

Terdapat juga jenis potensio dengan reverse taper yang pergerakan kurvanya merupakan kebalikan dari potensio logaritmik (audio) taper. Cukup jarang di temukan di Indonesia dan lebih sering di gunakan untuk gitar khusus kidal (lefthanded). Potensio reverse biasanya ditandai dengan huruf C, misalnya C250K.

Kurva log pada setiap potensiometer tidak selalu sama. Perubahan tapernya dapat sedikit bervariasi. Tiap produsen potensio memiliki kurva tersendiri dalam menentukan perubahan tapernya. Bahkan pabrikan dapat membuat kurva taper yang berbeda sesuai pesanan. Contohnya pabrikan potensio CTS yang membuat pot khusus untuk Dimarzio dan Gibson dengan spesikasi kurva log yang berbeda.

Walaupun potensio yang umum digunakan untuk gitar dan bass adalah audio taper, namun tetap kembali ke selera dan karakter masing-masing. Mungkin saja feel dari linear pot lebih tepat untuk Anda. Satu lagi, bila tidak tertera keterangan logaritmik ataupun linear, Anda dapat menggunakan multimeter yang dihubungkan ke kaki tengah dan salah satu kaki paling pinggir. Bila pada setengah putaran knob menunjukan setengah dari nilai potensio, maka pot tersebut adalah linear. Bila tidak, maka itu adalah audio pot. *Ressa Sm.

Related Posts