• Kamis , 18 Oktober 2018

AMS NEVE WORKSHOP GENESYS BLACK WITH MARK LEAH

Bagi para penggiat di dunia audio, broadcasting dan film, nama AMS Neve tidaklah asing. Produsen asal Inggris ini di kenal dengan konsol serta outboard preamp baik untuk analog dan digital.

 

Salah satu lini produk mereka untuk memproduksi musik yang pertama kali di perkenalkan tahun 2007, genesys telah mengalami evolusi. Kini mereka memperkenalkan generasi berikutnya yaitu genesys black. Untuk itu, pada 31 July 2018 kemarin Candracom mengadakan workshop bersama Mark Leah untuk memperkenalkan salah satu produk mereka di studio CRS milik Handoyo Santoso di bilangan Puri Kembangan Jakarta Barat yang merupakan user pertama genesys black di Indonesia.

Mark Leah merupakan senior service engineer AMS Neve yang telah berpengalaman di dunia musik dan film. Selain itu, Ia jugalah yang melakukan instalasi dan upgrade DFC di beberapa studio bertaraf internasional seperti Skywalker, Pinewood, Abbey road dan lainnya. Workshop yang di bagi 2 sesi ini di ikuti oleh peserta seperti Dimas Aditya Pradipta, Yandha Krishna, Wawan Qreebow, Agus Hardiman ArtSonica, Tommy P Utomo, Udin Aquarius, Donni H Himawan, Indra Q Yudo, Joseph Manurung, Prajna Murdaya, Moko Aguswan, Eko Sulistyo, Rully Worotikan, dan Levi TheFly.

Di setiap sesi, Mark menjelaskan fungsi utama dari konsol genesys yang fleksibel. Dengan konsep penggabungan digital control untuk analog signal path, genesys black dapat menjadi sebuah standalone konsol multitrack recorder yang terintegrasi dengan computer on board tools pada beberapa major DAW seperti Logic, Pro Tols, Cubase serta Nuendo. Selain itu, terdapatnya transport control dan motorized fader menggunakan Mackie HUI Protocol pada setiap I/O modul untuk control virtual mixer pada DAW sangat memudahkan workflow engineer.

Setelah menjelaskan fitur-fitur genesys seperti 8 channels dengan Neve 1073 mic pre/line amplifier, 8 channels Neve 88R-style, 8 channels AD-DA converters, 4-band EQ, 6 Auxes (4 mono and 2 stereo), 8 groups, 2 main outs, 4 stereo effects returns Channel 8t, 2t and monitor metering, 5.1 mixing & monitoring, 2 cue mixes, Mark mendemokan genesys dengan sebuah project audio di Protools. Pada project tersebut, user dapat dengan mudah mengkonfigurasikan control pada setiap analog parameter. Untuk mengedit parameter tersebut dapat di lakukan dengan dua cara. Contohnya pada rotary encoder di setiap preamp. Rotary tersebut memiliki modul dinamik yang dapat di edit melalui empat encoder di section master atau di monitor seperti plug-in.

Beralih pada layout section control pada DAW, ada 16 dedicated fader yang dapat di konfigurasi sesuai kebutuhan. Fader yang juga berfungsi untuk virtual mixer dan dapat di kontrol menggunakan layar sentuh ini akan memberikan pengalaman baru bagi para enginer. Menurut Mark, genesys dapat di gunakan pada small sampai medium size studio.

Master section yang menawarkan studio management dan monitoring option yang komprehensif memberikan fasilitas rekaman yang di butuhkan untuk total studio control seperti 2 stereo cue mixes, fungsi talkback, multiple monitor output dengan individual speaker control, transport dan yang lainnya sehingga memudahkan enginer bekerja. Jadi, siapkah Anda menggunakan modern recording konsol buatan AMS Neve ini ?

Related Posts