• Jumat , 16 November 2018

MIKE JOHNSTON GRETSCH DRUM, BEAUTY &CLASSIC

Mike Johnston tampil memukau di depan penonton dalam pertunjukannya di Gretsh 135th Anniversary Mike Johnston Tour di Jakarta pada 27 Juli lalu. Tidak hanya itu, drummer asal Santa Monica, California, ini juga merupakan tipe ‘pengajar’ yang baik. Ini merupakan sebuah kombinasi yang pas untuk seorang endorsee: tidak hanya mengandalkan kemampuan permainan drumnya, tetapi juga pengetahuan dan pembelajaran seputar drum.

Mike Johnston mulai mengenal drum sejak usia 5 tahun dan pada usia 21 ia sudah menjadi penggebuk drum dari band rock asal California, Amerika Serikat, Simon Says (bubar pada 2004), di bawah label besar Hollywood Record. Untuk kontribusinya dalam mengisi soundtrack di film Varsity Blues (1999), drumer yang kini mengelola situs mikeslessons.com ini meraih sertifikat Gold Record.

Drumer berusia 41 tahun ini juga sempat muncul di acara “Late Show with David Letterman” dan pernah menjadi drumer untuk touring band metal dari label Warner Brother Recording, Filter. Beberapa tahun terakhir, Johnston lebih dikenal melalui aktivitas pengajaran permainan drum yang dilakukan secara online di situsnya.

Pengajaran permainan drum yang diberikannya di situs www.mikeslessons.com ini cukup diminati oleh banyak drumer pemula di seluruh dunia. Bahkan, Johnston memenangkan Readers Poll dari majalah Modern Drummer untuk kategori Clinician/Educator of The Year pada 2016 lalu. Memang, fokus drumer yang pernah belajar drum secara langsung kepada drumer legendaris, Steve Ferrone, ini sekarang adalah melakukan berbagai coaching clinic ke berbagai negara dengan drum Gretsch dan MEINL Cymbals.

GRETSCH DRUM DAN MEINL CYMBAL

Sebelum melakukan coaching clinic (liputan mengenai ini bisa dilihat di halaman lain pada edisi kali ini, red.), AudioPro sempat melakukan wawancara dengan Mike Johnston, tentu saja seputar setup drum dan permainannya. Johnston menjawab dengan detail setiap pertanyaan, apalagi saat AudioPro menanyakan seputar perlengkapan yang digunakannya.  Johnston mengungkapkan bahwa drum Gretsch adalah produk drum yang sudah melegenda dan diakui reputasinya. Mulai dari suara yang dihasilkan sampai inovasi yang diterapkannya, kualitas drum Gretsch sudah menjadi rahasia umum. Johnston pun mengakui bahwa sudah sejak lama dirinya menyukai drum merek ini.

Pada coaching clinic yang diadakan oleh Tiga Negeri Music House (distributor resmi produk Gretsch drum dan MEINL Cymbal) kali ini, Johnston menggunakan produk Gretsch 135 Anniversary yang merupakan produk limited edition dari merek ini. Johnston menggungkapkan bahwa, meski baru dua kali menggunakan drum tipe Anniversary ini, dirinya sudah merasakan keistimewaanya.

“Drum seri ini memadukan beauty dan classic sound yang didukung dengan bahan shell dari kayu Mahogani klasik. Penampilannya menawan dengan beberapa inovasi yang diterapkan, tapi juga menghasilkan karakter sound klasik yang istimewa,” ungkapnya. Tentu saja, baginya, tidak berlebihan jika beberapa inovasi yang diterapkan dalam disebut mampu membuat drum ini memang memiliki nilai lebih.

“Misalnya desain single flanged hoop dan mini claw yang mendukung karakter sound yang dihasilkan jadi lebih berkualitas. Dan konsep kedalaman bass drum shell berukuran 14 inci menghasilkan low end yang saya butuhkan. Belum lagi kontruksi yang cukup kokoh,” akunya. Produk drum tipe ini juga tampil dengan satu tom. Namun, justru setup inilah yang pas digunakan dalam permainannya. *Andree S

Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro/aug-2018 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Edisi 08 2018

Related Posts