• Selasa , 17 September 2019

MENGENAL NEAR FIELD MONITOR

Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah studio recording banyak macamnya, salah satunya adalah sebuah near field studio monitor yang lebih dikenal dengan istilah Speaker flat. Speaker ini di sebut dengan near field monitor karena digunakan untuk jarak dekat dengan telinga engineer.

 

Saat ini banyak sekali merk near field monitor beredar di pasaran dari berbagai macam ukuran dengan harga yang bervariasi untuk keperluan studio recording Profesional, Home Recording, Mixing sampai Mastering. Tidak seperti speaker umum yang digunakan dalam home theater, computer, hifi system dan sebagainya, speaker near field studio monitor memiliki kemampuan untuk menghasilkan frekuensi yang sama besarnya. Sedangkan speaker seperti telah di sebut tadi tidak memiliki kemampuan menghasilkan suara yang flat atau datar karena memang didesain untuk memiliki keunggulan tersendiri dalam mereproduksi suara.

Frekuensi Speaker Flat

KELEBIHAN NEAR FIELD MONITOR

Sebuah near field studio monitor sangatlah diperlukan dalam proses produksi lagu yang akan kita rekam, selain dapat merespon frekuensi flat atau linear, near field studio monitor mempunyai kelebihan sebagai berikut :

Frekuensi Speaker Hifi

  • Mampu meminimalisir emphasis atau de-emphasis (tekanan) yang artinya tidak ada pergeseran phase shift dari sebuah frekuensi tertentu.
  • Mampu mereproduksi kualitas nada suara yang akurat dari sumber audio aslinya tanpa ada penambahan maupun pengurangan frekuensi sedikitpun (uncolored atau transparan)
  • Mampu merespon frekuensi dalam range yang luas, sehingga berbagai jenis instrumen yang direkam dapat dengan jelas terdengar.

MEMILIH NEAR FIELD MONITOR SESUAI KEBUTUHAN

Banyak faktor yang menentukan saat Anda memilih near field monitor dan ada beberapa pertimbangan yang harus Anda ketahui seperti acoustic treatment, besarnya ruangan serta budget. Namun ada beberapa parameter seperti dibawah ini untuk menentukan speaker monitor mana yang paling cocok untuk Anda, seperti :

  • Frekuensi range, untuk mengetahui seberapa besar near field monitor mampu menghandle frekuensi.
    Total harmonic distortion (THD), untuk mengetahui seberapa besar transparannya sound yang dapat di reproduksi.
  • Driver, ada 2 jenis driver untuk near field monitor, pertama yaitu two-way monitor woofer yang dapat menghandles frekuensi low, low-mid, dan midrange Frekuensi, dan tweeter yang mampu menghandle frekuensi high-mid serta high. Kedua, three-way monitor woofer dengan tambahan midrange driver untuk menghandle frekuensi midrange.
  • Cabinet, untuk mendukung performa maksimum hasil reproduksi frekuensi dari driver
  • Jenis electronik sirkuit, seperti power speaker baik itu aktif maupun pasif.
  • Tipe Koneksi, untuk optimalisasi fungsi speaker input dengan audio interface seperti 1/4″, TRS, XLR, RCA, atau S/PDIF.

Akan tetapi, parameter tersebut itu kembali lagi ke Anda, percaya pada kuping sendiri merupakan hal yang terbaik saat memilih near field monitor.

PENEMPATAN NEAR FIELD MONITOR

Tidak seperti meletakan speaker pada umumnya, peletakan near field monitor mempunyai aturan khusus karena bertujuan untuk mendengarkan suara lebih akurat dan presisi. Dikenal dengan istilah Triangle Rules, antara lain :

Penempatan Tekhnik Segitiga Sama Sisi

  • Near Field Monitor harus diletakan sejajar, sama tinggi dengan posisi telinga seorang engineer. Kalau penempatan speaker flat terlalu tinggi menyebabkan dominan low freq, sedangkan terlalu bawah akan berlaku sebaliknya, yaitu dominan high freq.
  • Menggunakan teknik segitita sama sisi, yakni posisi kedua speaker harus sama dan jarak antara kedua speaker dan telinga harus sejajar (membentuk segitiga sama sisi)
  • Meletakan Near Field Monitor dalam posisi berdiri, dengan speaker high di bagian atas dan speaker low di bagian bawah.

Penempatan Neard Field monitor sama tinggi dengan posisi telinga dan posisi near field monitor berdiri

Related Posts