• Minggu , 23 September 2018

YAMAHA THR10X

Tidak banyak gitaris yang mengetahui jika Yamaha merilis amplifier gitar. Hal ini tentu saja mengejutkan mengingat bahwa produsen asal Jepang ini sebenarnya pernah membuat amplifier pertamanya yaitu no. 500 dan 600. Kali ini di tahun 2018, Yamaha kembali memperkenalkan sebuah amplifier terbarunya, yaitu Yamaha THR10X.

Pertama kali di perkenalkan pada 2011 lalu, THR series cukup mengejutkan di pasar. Hal ini dalam artian baik, karena diterima dengan positif di kalangan para gitaris. Konsep desktop amp yang jarang di miliki oleh produsen lain mendapat tempat tersendiri di pasar. Konsep THR sendiri yaitu untuk mengakomodir kebutuhan sound gitaris agar menyamai sound ketika di panggung ataupun saat practice. Hal ini tentu berpengaruh kepada kenyamanan gitaris tersebut, karena selama ini sebuah practice amp hanya memberikan fitur sound ala kadarnya.

DESAIN DAN FITUR

Sekilas melihat amplifier ini, terpancar aura bahwa THR10X bukanlah produk main-main. Kesan butik terlihat langsung saat Kami menyentuh dan melihat enclousure casenya. Material keseluruhan moulded plastik membuatnya terasa jauh dari kesan murahan. Kombinasi warna camo green dan lubang-lubang ventilasi memberikan kesan solid dan elegan. Kesan tersebut semakin kuat saat amplifier ini di nyalakan, karena adanya dua buah lampu LED berwarna orange di balik speaker grillnya memberikan efek cahaya retro yang disebut Yamaha Virtual Tube Illumination. Menurut Kami secara visual Yamaha THR10X memiliki desain out of box yang futuristik.
Pada control panel utamanya terdapat sebuah input dan sebuah knob untuk memilih amp simulation, gain, master, equalizer serta independent efek control.

Lalu ada sebuah control output untuk gitar dan USB/AUX. Selain itu amplifier ini juga dilengkapi dengan headphone out dan AUX-in. Yamaha THR10X merupakan sebuah amp modeling 10 watt yang dibekali 2 buah 8cm full range speaker. Amplifier yang memerlukan daya dari AC adaptor ataupun 8 buah baterai AA untuk menggunakannya ini memiliki fitur 8 amp simulator, 4 efek modulasi, 1 delay, 1 mix delay reverb, 2 reverb dan tuner. Selain itu solid state amplifier ini juga memiliki 5 user memory dan port USB untuk menghubungkan dengan Steinberg Cubase yang di dapat pada paket pembeliannya.

THR EDITOR

Fitur port USB pada Yamaha THR10X selain dapat di gunakan sebagai interface untuk DAW juga dapat berfungsi sebagai editor patch efek melalui THR Editor. THR Editor adalah sebuah software editor THR series yang di kembangkan oleh Yamaha untuk komputer beroperating system Mac maupun Windows. Namun sebelum menghubungkan Yamaha THR10X dengan komputer, Kita harus mendownload terlebih dahulu driver yang compatible dengan kedua buah operating system tadi.

Software THR editor ini sangatlah user friendly untuk menambahkan efek seperti reverb (plate) ataupun versi pedal dan rack compressor yang flexible serta noise gate. THR editor juga dapat berfungsi untuk mengedit amplifier secara realtime saat membuat signature sound sendiri dan menyimpannya pada memory slot yang tersedia di amplifier. Adanya preset library juga turut membantu untuk memilih patch sesuai kebutuhan.Info lanjut mengenai, Sound dan Spesifikasi baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 07 2018. *Ressa SM

Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts