• Minggu , 23 September 2018

NUX CERBERUS

Demi mendapatkan sound yang konsisten, para gitaris biasanya membawa seluruh set instrument pendukung mereka seperti gitar, amplifier, serta board efek ketika melakukan tour.

Namun, ada kalanya pada situasi tertentu mereka tidak bisa membawa gear tersebut secara lengkap. Untuk itu mereka juga memiliki secondary board gear atau di kenal “flyrig” dengan fitur serta signal chain menyerupai gear yang biasa di gunakan. Melihat kesempatan tersebut, beberapa pabrikan menawarkan flyrig ke dalam sebuah format baru dari multi-efek yang biasanya terdiri dari 3 atau 4 efek primary ke sebuah efek dengan ukuran yang compact. Salah satunya adalah Nux yang memperkenalkan sebuah efek hybrid yang fleksibel yaitu Cerberus.

DESAIN SERTA FITUR

Di perkenalkan pertama kali tahun 2016 lalu, Cerberus hadir dengan desain strip khas flyrig. Di bagian atas housing bermaterial alloy yang di fininshing teksur warna hitam terdapat LED display serta 5 buah footswitch dan knob untuk control parameter setiap channel efek. Hal ini membuat kontrol display terlihat jelas sehingga menjadi nilai lebih secara ergonomis pedal efek dengan built quality yang solid ini. Dimensinya yang tergolong ringkas dapat menghemat space di pedalboard. Pada bagian belakangnya, terdapat sebuah input exp-pedal, kemudian di section efek group 1 ada sebuah input untuk modulasi/delay/reverb, 2 buah output serta sebuah phone. Pada section efek group 2 terdapat input-output OD/DS, boost. Selain itu juga terdapat sebuah port USB dan midi in/out.

Cerberus memiliki memory 128 presets serta 32 banks yang di dukung processing accuracy sebagai converter: 88.2 kHz / 32-bit AD / DA dengan sampling frekuensi 44.1Khz/32 bit. Di bekali fitur 16 type efek berbeda pada 4 efek group. Di section modulasi, terdapat vintage chorus, analog chorus, modern chorus, tremolo, phaser, uni-vibe. Lalu pada delay dan reverb section ada 3 buah delay yaitu 70s BBD analog delay, 60s tape echo, 80s rack-style digital delay.

Kemudian di sestion berikutnya ada distorsi dan drive. Fitur realistic speaker simulation dengan impulse response loader, chromatic tuner, tap delay, serta fungsi midi in-out untuk mengintegrasikan dengan hardware lainnya atau sebagai controller untuk pedal efek external melengkapi efek ini. Point lebih dari fitur yang ada di Cerberus yaitu pararel loop serta kill-dry switch dengan metode 4 buah sinyal routing terpisah yang menjadikan Cerberus ini lebih fleksibel dalam penggunaannya.

SOUND

Nux Cerberus adalah sebuah efek hybrid. Karena efek ini menggabungkan antara analog sirkuit yang berada pada group distorsi serta drive dengan digital sirkuit pada group Tremolo, Phaser, U-Vibe, Chorus, Delay, dan Reverb. Saat mencoba efek ini, Kami menggunakan gitar Ernie Ball Music Man Valentine dan setting global out mengaktifkan cab sim melalui out 2 ke mixer input Turbosound Athens TCS-152. Karena menggunakan setting tersebut, kami switch ke lift posisi untuk mengeliminasi noise dan level switch di +4db karena tidak menggunakan amplifier. Sengaja Kami menggunakan routing tersebut untuk mensimulasikan penggunaan Nux Cerberus secara direct ke PA system.

Ada dua mode pengunaan pada efek ini, yaitu preset mode dan manual mode. Pada manual mode, efek reverb tidak bisa di aktifkan melalui delay footswitch. Sedangkan efek chorus dan modulasi berjalan secara simultan pada ketika mod footswitch di aktifkan. Terdapat dua cara untuk menonaktifkan kedua efek tersebut. Pertama dengan menutup penuh knob level reverb atau depth mod fx ke kiri. Kedua adalah assign CTRL footswitch untuk memilih footswitch mana yang akan digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan efek reverb ataupun modulasi.
Pertama, Kami menggunakan efek ini dengan manual mode untuk mengetahui masing-masing karakter sound yang di hasilkan dari setiap efek. Pertama sound drive, dengan setting tone serta level di arah jam 12, dan drive pada arah jam 11, sound yang warm berkarakter british seventies dapat terdengar dari efek ini.

 

Lalu Kami coba efek distorsi, dengan setting tone serta level di arah jam 12, dan gain pada arah jam 1, ketika memainkan palm-muting, string defenition dan tone yang di hasilkan dari distorsi dengan karakter nineties metal dan brown sound terdengar warm, detail dan dinamis. Beralih ke section modulasi, Kami coba gabungkan efek distorsi tadi dengan phaser dengan rate yang dibuka di angka 12, depth dan level di angka 10. Kemudian Kami pilih 70s BBD analog delay dengan level di angka 10, decay dan repeat di angka 10 dengan time 1/2. Saat memainkan lagu Ain’t talking about lovenya Van Halen, efek ini cukup memberikan pengalaman analog. Artinya artikulasi tetap jelas walaupun efek phaser dan delay pada cukup basah. Info lanjut mengenai Overall dan Spesifikasi baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 07 2018. *Ressa Sm

Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=2 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesi untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts