• Jumat , 17 Agustus 2018

KORG MONOLOGUE SYNTHESIZER ANALOG MONOPHONIC

MENGIKUTI JEJAK KESUKSESAN KORG MINILOGUE 4 VOICE POLYPHONY, KINI KORG MELUNCURKAN SERI SYNTHESIZER ANALOG SERI MONOLOGUE MONOPHONIC TERDIRI DARI 25 TUTS (KEYS) SYNTH ACTION KEYBOARD DENGAN FASILITAS VELOCITY. KORG MONOLOGUE INI DIDESAIN UNTUK KEBUTUHAN PENGISIAN BASS LINE SYNTHESIZER DENGAN CIRI TUTS PERTAMA DIMULAI DARI NADA E3 DAN DIAKHIRI NADA E5. NAMUN DEMIKIAN, MONOLOGUE DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI SYNTHESIZER PADA UMUMNYA, SEPERTI BERMAIN LEAD.

Desain yang lebih kecil dari Minilogue, seluruh knob control pada bagian atas tetap nyaman dimainkan karena knob control satu dengan lainnya tidak terlalu rapat. Memutar (tweaking) antar knob satu dan sebelahnya masih nyaman kami mainkan. Korg Monologue yang berwarna merah sampai ke studio Audiopro dan langsung kami pasangkan set sound system untuk rekaman dan dengan sistem PA loudspeaker aktif 15” dan subwoofer aktif 15” secara bergantian.

SYNTHESIZER

Monologue terdiri dari 2 VCO, 1 VCF, 1 Envelope Generator (EG), dan 1 LFO. Korg Monologue ditambah 1 parameter synthesis disebut Drive. Pada VCO pertama, dilengkapi dengan waveform sawtooth, triangle, dan pulsewidth. Pada VCO kedua, terdapat jenis waveform sawtooth, triangle, dan noise. Kami berpendapat synthesizer analog mini ini cukup powerfull dengan parameter synthesis yang lengkap. Keapikan sawtooth tak diragukan dengan karakter fat (tebal), terlebih jika Anda menggandakan sawtooth dari VCO 1 dan 2 secara bersamaan maka akan membentuk sound yang tebal, sangat sesuai untuk membangun sound bass. Anda dapat meramu sound synth double VCO yang kasar (harsh) dengan memanfaatkan fitur drive, Fitur ini dapat membentuk sound kasar yang khas. Karakter sound yang bersih (steril) dapat dihilangkan dengan signifikan. Karakter analog dari fitur drive dapat Anda buat dengan mudah.

SHAPE

Ada salah satu fitur yang dapat memodulasi tone dasar VCO 1 dan 2 menjadi lebih dinamis dan mewah untuk sebuah synthesizer analog. Kami memanfaatkan parameter shape (wave shaping) yang dahulu kita temui pada synthesizer klasik Wavestation keluaran Korg di era 90an. Sirkuit baru “Shape”disiapkan Korg pada seri Monologue dalam sebuah synthesizer analog di era sekarang. Kami mendapati fitur wave shaping klasik yang masih memiliki peran penting untuk meembentuk tone dasar synthesizer analog.

 

Fitur ini sangat menyenangkan, kami bisa mendapati variasi tone dasar yang “bergeser” dan seolah keluar dari teknologi synth analog. Menariknya, setiap VCO menyediakan parameter Shape. Kami bebas memodulasi VCO 1 atau 2 yang kami inginkan melalui wave shaping untuk mendapatkan tone dasar menjadi lebih kaya dan lebih lebar. Waveform sawtooth, triangle, maupun square terasa menjadi lebar, ketika kami memutar knob shape. Seolah kami kembali mendapati sound Korg ke era 90an namun dengan konsep memodulasi waveform analog.

RING MODULATOR & SYNC

Layaknya synthesizer analog klasik lainnya, fitur wajib sub oscillator seperti ring modulator dan sync tetap menjadi primadona synthesizer yang ingin menonjolkan sound bass lebih “radikal” dan punchy. Begitu pula, kami memanfaatkan fitur sync dalam membentuk sound lead menonjolkan karakter “liar” dan screamy. Kami meraskan “tak ada matinya” sound lead dan synth bass dibentuk dari fitur sync atau ring modulator. Info lanjut mengenai Filter, Step Sequencer dan Spesifikasi baca selengkapnya ya di Majalah Audiopro edisi 07 2018. Download Majalah Audiopro di https://ebooks.gramedia.com/magazines/audiopro?page=2 atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia. *Fajar Arianto.

Related Posts