• Jumat , 19 Oktober 2018

HEX HIVE F120 CEM

Apa yang terbesit pertama kali di benak Anda mengenai produsen gitar asal korea? murah? berkualitas rendah? atau sebaliknya? Memang semua stereotype tersebut tidaklah salah, tergantung dari mana Anda menilainya.

Saat ini banyak bermacam produsen dari berbagai negara berlomba memperkenalkan produk terbaru mereka, salah satunya adalah Hex Instrument produsen asal korea. Dengan moto “reasonable price for beginners”, Hex instrument menawarkan seri hivenya yang merupakan perwujudan misi menciptakan instrumen yang tidak hanya menjadi entry-level, tetapi juga layak dipertahankan untuk penggunaan jangka panjang.  Walau belum begitu familiar, Pabrikan asal korea ini memperkenalkan salah satu line up Hive series yang masuk review Audiopro kali ini, yaitu Hex Hive F120 CEM.

KONSTRUKSI SERTA DESAIN

Hex Hive F120 CEM memiliki body shape orchestra dengan body depth 105 mm, body lower bout 401 mm, dan upper bout 298 mm yang termasuk dalam kategori gitar akustik ber-body medium-jumbo. Pada sisi top side dan back body gitar ini menggunakan kayu african sapele. Melihat detail desainnya, cute away pada Hex Hive F120 CEM terlihat lebih curve, hal tersebut memudahkan jemari untuk mencapai fret tertinggi di gitar ini. Jika melihat ke bagian dalam soundhole, gitar ini memiliki desain struktur rangka hexagonal yang berguna untuk mereduksi berat dan memperkuat konstruksi soundboard dari gitar ini. Adanya bridge plate berbentuk honeycomb dari solid hard maple yang berguna untuk memperkuat serta menjaga bridge plate memberikan efek vibrasi sustain yang lebih panjang. Hal inilah yang menjadi pointplus dari gitar ini.

Pada bagian neck, gitar ini menggunakan material kayu Indonesian mahogany dengan konstruksi two way action truss rod dimana join neck terdapat pada fret 14. Penggunaan kayu rosewood untuk fingerboard dan solid hard maple untuk bridge serta nut saddle oiled bone di tambah pin ABS BK melengkapi material yang membuat gitar akustik elektrik ini kokoh. Sebagai kosmetik, binding pada sisi top dan back serta rossete black ivory berbahan ABS ditambah white pearloid inlay dengan design tuning machine berwarna chrome turut memberikan kesan elegan pada gitar ini. Finishing light matte pada Hex Hive F120 CEM ini melengkapi desain secara keseluruhan.

PLAYBILITY

Pertama kali memainkan gitar ini, neck gitar C shape dengan scale length 25 1/2” dimana action setting masih standar akan merasa senar empuk dan nyaman. Finishing fret yang di dukung nut width berukuran 1 3/4″ dan sadlle 2 13/16” membuat tension terasa stabil dan konsisten, terutama setelah beberapa kali menggunakan tekhnik bending dari jari kiri. Untuk gitaris yang sering memainkan senar rendah dan nada di fret tinggi dengan ibu jari dan kelingking, kedua sisi fingerboard yang di desain lebih melengkung dengan sudut agak membulat turut membantu untuk mendapatkan feel yang smoth sehingga tidak merasakan kelelahan ketika bermain dengan cara tersebut di atas ke 20 fret pada gitar ini.

SOUND

Hex Hive F120 CEM di bekali fishman sonitone active sonicore pickup dengan endpin jack input dimana penempatan control volume dan tone preamp terdapat di dalam soundhole. Walapun pada preamp tidak terdapat tuner, hal tersebut membuat sound dari resonansi kayu dengan mid-range yang kuat menjadi lebih padat, solid dan natural. Selain itu juga tidak mengurangi estetika keindahan dari body gitar akustik ini. Battery compartment untuk baterai 9volt berada di dalam soundhole dengan pouch sliding agak sedikit menyulitkan. Di khawatirkan akan mudah lepas seiring berjalannya waktu penggunaan. Baterai tersebut dapat dengan mudah di replacement walaupun tanpa melepas senar 4 sampai 6, namun Anda harus hati-hati untuk mencegah kerusakan pada komponen elektronik preampnya.

Sound yang baik dari sebuah gitar akustik elektrik adalah natural dan perkusif, baik dari resonansi body atau direct melalui preampnya. Pertama, Kami mencoba memainkan Hex Hive F120 CEM tanpa amplifikasi apapun. Kami rasakan resonansi suara yang keluar melalui konstruksi gitar ini terdengar baik. Ketika strumming, hasil suara yang dihasilkan terdengar natural dan responsif. Kombinasi antara sound body dan keseluruhan konstruksi memberikan clarity dan balance yang baik antara frekuensi low dan high. Ketika memainkan note tinggi dan solo, terdengar sound body yang natural dengan artikulasi clarity yang jelas pada setiap senar. Tampaknya pola bracing hexagonal structure yang di padu honeycomb-shaped pada gitar ini cukup memberikan tonal karakter yang signifikan.

Kedua, untuk mendengar sound akustik yang transparan Kami menggunakan Yamaha HS80M sebagai monitor. Sengaja Kami coba dengan cara tersebut agar bisa mensimulasikan gitar ini ketika digunakan live dengan kondisi direct langsung ke PA system. Preamp fishman sonitone justru merepro karakter yang berbeda. Terdengar mid-range yang mendominasi saat bermain strumming. Saat memainkan single note dan lick, Hex Hive F120 CEM mampu menghasilkan sound dengan sustain yang ideal tanpa kehilangan harmonic yang detail. Ketika memainkan lagu dengan tekhnik finger style, tetap terdengar natural dan powerful tanpa kehilangan detail nada harmonik. Artikulasi setiap string yang jelas dan sound body yang natural terdengar baik.

OVERALL

Hex Hive F120 CEM melakukan penempatan control volume dan tone preamp di dalam soundhole. Hal ini membuat sound dari resonansi kayu dengan mid-range yang kuat menjadi lebih padat dan tidak mengurangi keindahan dari body gitar. Apalagi, jika sound tersebut dikombinasikan dengan sound natural yang solid dari miking, Kita akan mendapatkan mid-range yang kuat dari kombinasi tersebut. Dengan range harga tergolong terjangkau dimana playability yang versatile untuk entry level maupun professional, gitar produksi Indonesia ini menawarkan sebuah gitar akustik elektrik dengan sound yang dapat di andalkan pada situasi live maupun recording. Kami rasa gitar ini patut di pertimbangkan dan Anda harus mencoba sendiri untuk menghilangkan stereotype negative dari gitar merk korea.

Related Posts