• Jumat , 16 November 2018

BAIM & SILVER SKY “JOHN MAYER SIGNATURE MODEL”

PRS GUITAR (PAUL RED SMITH) SALAH SATU BRAND GITAR YANG TERMASUK DALAM LINE UP INTERNASIONAL MELUNCURKAN SERI YANG FENOMENAL SILVER SKY SERIES HADIR DI INDONESIA

 

PRS Guitars dikenal sebagai produsen gitar memiliki kualitas dan nilai seni tinggi dibarengi teknologi terkini. Sangat wajar, produsen gitar PRS yang didirikan 1985 di Stevensville Maryland, Amerika Serikat memiliki komitmen tinggi mebuat gitar elektrik dengan kualitas terbaik dengan tim kreator yang matang berhasil menembus pasar instrumen musik dunia, termasuk di Indonesia. Banyak series lini atas PRS Guitars menjadi instrument favorit berkat kualitas suara, desain moderen disertai nilai estetika tinggi yang mendunia, diantaranya seri Custom series (24 Floyd, Custom 22 Piezo, Custom 24-08), McCarty series, Artist series (Mike Tremonti, Carlos Santana, Awsten Knight), hingga bolt on series (Silver Sky, DW CE24 “Floyd”, CE24).

Salah satu series cukup menghebohkan gitaris di dunia tahun 2018 adalah Silver Sky Series sudah hadir di Indonesia. PRS Guitars didistribusikan oleh Hi End Guitar Indonesia, disambut sangat positif oleh musisi dan kolektor gitar di tanah air. Desain Silver Sky series menjadi perhatian utama, perpaduan desain strato dan PRS menghasilkan sebuah desain vintage dan modern. Sebuah kolaborasi antara gitaris pemenang Grammy Award, John Mayer dan engineer gitar Paul Reed Smith.

Silver Sky dibuat lebih dari dua setengah tahun dengan konsep instrumen vintage dipadukan dengan desain PRS. Model Silver Sky berdasarkan desain favorit instrumen gitar vintage 1963-1964, single coil vintage, oleh Mayer dan Smith. Spesifikasi yang khas ada dalam Silver Sky adalah headstock, tuner, neck, fretboard, bridge, pickup dan elektronik desain PRS. Namun, untuk mengakomodasi gaya permainan Mayer, bentuk neck dibuat model 1963/1964 vintage instrumen dan fretboard radius 7,25”.

SILVER SKY

Tak terkecuali, salah seorang gitaris, sekaligus vokalis, komposer, aranjer, sound engineer, Baim (The Dance Company) termasuk menggemari desain Silver Sky keluaran PRS sudah digunakan untuk kebutuhan produksi rekaman untuk album The Dance Company maupun solo. Selain musisi, Baim salah seorang kolektor gitar dan sudah sangat mengusai filosofi dan setup instrumen gitar dari banyak merek gitar lini atas. Sebagai pembeli pertama Silver Sky Series di Indonesia, Baim menambah koleksi gitarnya dan sudah ‘dibedah’ untuk memahami kreativitas kolaburasi dari Mayer dan Smith ini.

“Silver Sky memiliki radius neck 7,25” (vintage guitar). Sebelum gitar ini datang, saya membayangi gitar ini pasti tidak seenak gitar-gitar moderen lainnya dengan radius 9,5” dan 12”. Ketika saya mainkan gitar ini ternyata enaknya minta ampun. Mereka (PRS) tidak main-main mendesain Silver Sky. Saya sudah bongkar dalamnya, jadi potensio yang dipakai Silver Sky sama dengan potensio pada Fender. Download Majalah Audiopro edisi 06 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (playstore/appstore) atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya. * Fajar Arianto

Related Posts