• Jumat , 20 Juli 2018

LANEY A- FRESCO ACCOUSTIC

Di Indonesia, sekarang ini jika melihat toko instrument musik banyak terpajang amplifier gitar. Baik head-cabinet, solid state, atapun modeling amp. Karena memiliki segmentasi tersendiri, pilihan amplifier untuk gitar akustik tidaklah banyak.

Sama seperti amplifier gitar elektrik, menemukan sebuah amplifier gitar akustik juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit guna mendapatkan karakter sound sesuai keinginan. Untuk itu, melihat market yang masih terbuka untuk amplifier gitar akustik, pabrikan asal Inggris yang telah lama di kenal dalam industri amplifier gitar ini memperkenalkan lineup produk A Series terbarunya yaitu Laney A-Fresco Accoustic.

DESAIN SERTA FITUR

Sekilas, tampilannya amplifier ini cukup unik karena menyerupai sebuah speaker PA. Namun ketika melihat detail di sisi kanan dan belakangnya terdapat beberapa parameter untuk control amplifier ini. Finishing warna coklat pada desain closebacknya yang boxy membuat Laney A-Fresco terlihat elegan. Laney juga memperhatikan detail untuk desainnya, hal tersebut terlihat dari penggunaan amplifier yang fleksibel untuk posisi vertikal ataupun horizontal menyesuaikan kondisi spot yang ada. Terdapatnya pole mounted untuk meletakkan di stand speaker juga menjadi nilai lebih untuk amplifier ini.

Ergonomis juga menjadi kata kunci ampli akustik ini karena bentuk portablenya di sertai berat yang ringan. Selain menggunakan adaptor 12V, Laney A-Fresco dapat menggunakan power source dari baterai jika ingin menggunakan di luar ruangan. Sehingga istilah ‘ngamen’ bisa menjadi hal yang lebih istimewa dengan ampli ini.Untuk sebuah amplifier akustik 30W, Laney A-Fresco menawarkan fitur yang cukup lengkap, baik untuk kebutuhan live atau sekedar latihan di kamar.Melihat ke bagian kanan ampli akustik ini, terdapat dua channel input combi socket dengan nominal input impedance (1 kHz) -10 dBu yang fleksibel untuk jack unbalanced ataupun XLR di lengkapi phantom power pada setiap channel.Beralih ke section equalizer, terdapat 3 buah tradisional set tone control dan level dengan monitor sinyal peak serta shape untuk boosting tone. Selain itu ada anti-feedback, phase, mute, master volume serta efek chorus dan reverb yang bisa di switch dengan knob control level.

Masuk ke panel belakang, terdapat koneksi jack phones 3.5mm, aux-in, remote footswitch untuk control internal efek serta power mode switch dengan baterai monitor, dan yang terpenting adalah disediakannya DI-out dengan pre/post EQ. Di bagian paling bawah ada baterai kompartemen untuk 4 buah baterai lithium-ion sebesar 18,650 cell dan 8 buah AA baterai NIMH. Baterai yang dilengkapi charger tersebut di sediakan oleh Laney pada paket penjualan amplifier ini. Terakhir, ada fitur yang jarang di temukan pada sebuah ampli gitar akustik, yaitu FX Send-Return serta dual switch EQ untuk tone curve yang menjadi point plus dari Laney A-Fresco ini.

SOUND

Kami menggunakan gitar akustik steel string Fender CF-60CE dengan preamp Fishman Isys III under-saddle piezo pickup saat mencoba amplifier ini. Equaliser pada amplifier dan preamp gitar di setting flat, ketika strumming memainkan beberapa chord, terdengar clarity yang natural dengan mid yang tidak terlalu over. Headroom dari 1 x 8” custom designed dual cone speakernya tidak mengalami break up meskipun menaikkan volume sampai arah jam 1. Fitur Feedback di sini sangat berguna ketika Kami menaikkan level volume seperti tadi. Kami tambahkan sedikit efek chorus, karakter classic chorus yang dihasilkan untuk menambah kesan sound lebih wide terdengar baik. Lalu Kami switch efek reverb, ketika membuka knob hingga arah jarum jam 11, feel ketika memetik senar serta tone yang di hasilkan terdengar cukup cukup rich.

Saran Kami, jika Anda mengingkan sound akustik dengan ambience yang lebih lush dan dry, terutama untuk gitaris fingerstyles. Adanya fitur FX loop dengan konfigurasi serial loop dapat di maksimalkan untuk menambahkan efek modulasi. Untuk coverage tone area yang lebih luas, dengan seting seperti di atas Kami aktifkan fungsi shape.

Secara keseluruhan frekuensi high dan middle mengalami perubahan cukup signifikan. Lalu juga ada fungsi cabinet EQ yang memudahkan gitaris untuk menyimpan setting eq, Laney juga menyediakan beberapa preset equaliser seperti flat, bass, loud dan vocal yang dapat di simpan dan restore. Terakhir Kami mencoba input AUX, saat Kami memutar beberapa lagu akustik maupun full band berformat mp3. Full range yang di perdengarkan oleh speaker ampli ini memiliki artikulasi yang jelas, low range yang cukup tight terdengar dari Laney A-Fresco ini.

OVERALL

Laney A-Fresco merupakan salah satu cara terbaik bermain dan berlatih dengan gitar akustik. Fitur-fitur yang ditawarkan dengan dukungan sound natural yang mumpuni dari ampli ini sudah cukup memenuhi kebutuhan gitaris untuk aktivitas tersebut.Keunggulan Iainnya, faktor ergonomis cabinet desain menjadikan ampli akustik ini sangat portable dengan power source yang fleksibel. Jadi mudah dibawa dari panggung ke panggung, atau sekedar ngamen di luar ruangan sangat mungkin dilakukan. Menurut Kami, dengan range harga yang cukup terjangkau Laney A-Fresco patut menjadi pertimbangan.*RESSA SM.

Related Posts