• Jumat , 16 November 2018

STEINBERG UR22 MK II

Memilih audio interface yang tepat memerlukan sedikit perhatian khusus. Tidak hanya fitur, prioritas flexibilitas serta mobilitas yang di iringi kualitas audio sampai budgetpun turut di pertimbangkan sesuai kebutuhan.

 

Perkembangan tekhnologi yang mengikuti jaman membuat produksi musik mengalami pergeseran. Home recording budget atau mobile recording dengan hardware yang lebih compact menjadi trend tersendiri karena dapat mengolah data di mana saja. Tak ingin tertinggal moment, Steinberg pun turut meramaikan pasar tersebut. Perusahaan asal Jerman ini memperkenalkan sebuah audio interface terbaru mereka yaitu Steinberg UR22 MKII yang merupakan upgrade dari Steinberg UR22.

CROSSPLATFORM AUDIO INTERFACE

Kesibukan musisi yang menyita waktu di luar studio tak menyurutkan produktifitas membuat musik. Fenomena ini di lihat dengan cermat oleh Steinberg karena mengikuti perubahan perilaku konsumen yang dinamis sehingga mereka memberikan fitur-fitur untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Steinberg UR22 MKII di desain fleksibel untuk penggunaan cross-platform seperti OS X dan Windows. Selain itu juga mobile friendly untuk iOS device seperti iPad dan iPhone. Dukungan driver OS lawas yang stable untuk OS X dan Windows serta update firmware membuktikan Steinberg benar-benar memperhatikan perkembangan audio interface ini. Dengan di bekali software Cubase AI untuk OS X dan Windows, Cubase LE untuk IOS serta adanya fitur loopback untuk live internet streaming guna kebutuhan di berbagai sosial media menjadi nilai lebih dari Steinberg UR22 MKII ini.

DESAIN DAN FITUR

Housing material metal berwarna hitam kombinasi silver menegaskan solidnya build-in dari Steinberg UR22 MKII walaupun terasa cukup berat ketika mengangkat audio interface ini. Pada panel depannya terdapat dua buah input neutrik combo XLR dimana input channel 2 yang di lengkapi pad HI-Z dapat di gunakan untuk instrument musik dengan impedansi tinggi seperti gitar dan bass. Input ini di lengkapi independent control parameter knob untuk mengatur besaran gain. Kemudian ada knob mix direct monitor yang zero latency untuk mengatur sinyal antara DAW dan input channel, serta terdapat knob 1/4 headphone out dan master output. Di bagian pojok atasnya ada 4 buah LED indicator untuk peak control, phantom power, serta USB indicator yang akan berkedip apabila terjadi kesalahan pada voltase power supply.

Di panel belakangnya, terdapat dua buah output 1/4″ TRS jacks, socket 5-pin DIN midi i/O dan sebuah switch phantom power (48V) untuk kedua buah inputnya ketika akan menggunakan microfon kondensor. Salah satu kelebihan dari audio interface ini terdapatnya switch power source untuk mensupply power via port USB 2.0 atau adaptor micro-USB 5V DC saat digunakan dengan iPad melaui camera connection kit. Untuk kebutuhan rekaman berstandar industri, Steinberg UR22 MKII di bekali sampling rate hingga 192 kHz dan resolusi AD/DA 24 bit yang dapat mengcapture sumber suara lebih detail dengan headroom yang besar. Dibekali dengan dua buah D-PRE Class-A discrete preamps buatan Yamaha dengan gain range untuk mic input (balanced) +16 dB +60 dB, line input (unbalanced) -10 dB +34 dB, dan HI-Z input (unbalanced) -8 dB +52 dB sangatlah luas untuk berbagai kebutuhan rekaman.

TEST

Kami mencoba Steinberg UR22 MKII dengan komputer berbasis Windows 10pro 64 bit dengan DAW Cubase LE Element 9. Setelah menginstall drivernya Kami mencoba merekam vocal, akustik gitar dan elektrik gitar. Untuk vocal Kami menggunakan mikropon condenser ISK AT-100. Lalu untuk gitar Kami menggunakan Fender CF-60CE dan Epiphone Les Paul Standard secara direct langsung ke input 2 dengan speaker monitor Alesis M1 Active 520.
Suara vocal pria direpro dengan sangat baik melalui audio interface ini. Preampnya memang menjadi salah satu alasan yang membentuk warna vocal menjadi lebih warm tanpa melalui proses mixing. Begitu juga dengan gitar akustik elektrik, feel akustik yang natural terdengar sangat baik.

Selanjutnya, saat menggunakan gitar elektrik, Kami gunakan cabinet simulator untuk direct pada rangkaian akhir pedal board. Kami menggunakan tiga jenis sound gitar, yaitu clean, crunch, dan drive. Dengan gain input sekitar -10 hingga -8 dB, headroom Kami dapatkan cukup maksimal. Artikulasi ketiga sound tersebut terdengar clean dan detail dengan audio performance yang konsisten dan tidak latency. Kualitas conversi dari Steinberg UR22 MKII cukup baik dan rendah noise. Tidak ada degradasi penurunan kualitas suara yang sudah di rekam sesuai kebutuhan standard industry.

OVERALL

Dengan kelebihan massif seperti konstruksi solid serta adanya fitur compatible cross-platform dan loopback untuk live internet streaming. Hasil rekaman berkualitas dari D-preamp dengan dynamic range input sebesar 95 dB serta dynamic range output sebesar 101 dB sangat memungkinkan untuk melakukan proses editing dan mixing. Tidak hanya di gunakan untuk kebutuhan tracking Steinberg UR22 MKII juga dapat memproduksi musik MIDI melalui virtual instrument dan pengaplikasian squensing untuk playback di panggung.

Memang Steinberg UR22 MKII masih menggunakan USB 2.0, namun Kami rasa penggunaan bandwidth maksimal high speed USB sebesar 480 Mb/s untuk 2 in / 2 out sangatlah cukup meskipun menggunakan sampling rate yang besar. Walaupun konteksnya untuk home studio recording berkonsep minimalis. Menurut Kami dengan fitur serta hasil kualitas audio yang professional Steinberg UR22 MKII dapat di jadikan salah satu pilihan untuk budget studio equipment dan mobile sistem.*RESSA SM.

Related Posts