• Senin , 17 Desember 2018

DJ AKHDA SERUKAN “WE ARE ALL ONE” DI SINGLE TERBARUNYA

Perkembangan Electronic Dance Music (EDM), menjadi trend di kalangan pecinta musik di seluruh dunia. Melahirkan banyak para kreator yang ikut meramaikannya. Juga bagi kalangan DJ dan producers, termasuk di Indoneisa. Dimana nama DJ Akhda ikut berkontribusi dengan merilis single terbarunya berjudul ‘We Are All One’, yang berkolaborasi dengan Annemette Hauglum (Norwegia).

Di kalangan penikmat Dance Music, nama DJ Akhda, sudah dikenal sejak 1999. Belajar secara otodidak, memulai karier di “BC Bar” (Jakarta). Aktif di dunia entertainment sejak tahun 1997 dengan menjadi penyiar radio di Prambors, Indika FM, Trax FM, hingga kini memiliki sebuah radio show di Hard Rock FM. Tahun 1998 sempat menjadi VJ MTV dan DJ Akhda menjadi juara pertama Pioneer DJ Battle Asia di tahun 2006. Mendirikan “DanceSignal” di Singapura, yang merupakan media nightlife di Asia yang eksis hingga saat ini.

DJ ini juga dipercaya menjadi juri Paranoia Award sejak tahun 2010 hingga saat ini. Pada 2018, di tunjuk menjadi konsep kreator ‘ICEperience – Amsterdam Dance Event 2018” untuk area Indonesia. Sebagai seorang DJ sekaligus producer, bukanlah pertama kalinya. Sebelumnya sudah merilis beberapa single, yang antara lain ‘Clubberreasonz’ (2002), ‘Her’ (2003), ‘Invisible Love’ (2008), ‘Reverse Psychology’ (2009) dan ‘L. O.V.E.’ (2012). Dan akhirnya merilis single terbaru ‘We Are All One’ beberapa waktu lalu. Menurutnya, lagu ini di ilhami oleh banyaknya persaingan yang terjadi sepanjang tahun 2018, baik di bidang musik, olah raga, hingga politik. Di lagu yang easy listening ini, DJ Akhda menyerukan semangat persatuan dan kebersamaan.

Mengaku sudah lama mengenal Anemette Hauglum asal Norwegia yang masih berdarah Indonesia ini. Menurut DJ ini, karakter vokalnya memang pas untuk lagu ini. Annemette Hauglum sendiri saat ini menjadi salah satu kontestan Norwegian Indol 2018. Lagu ini di ciptakan, di arensemen, mixing hingga di produseri sendiri oleh DJ Akhda. Yang istimewa, proses mastering di tangani oleh Frank Arkwright dari Abbey Road Studio London yang cukup legendaris. Dalam proses pembuatan lagu hingga final, memakan waktu sekitar 2 bulan. Single ‘We Are All One’ ini di harapkan menjadi materi yang bisa di terima di panggung musik Indonesia

Related Posts