• Senin , 18 Juni 2018

BOSS GT-1

NAMA ROLAND DI INDONESIA TIDAKLAH ASING. PRODUSEN ALAT MUSIK SEPERTI KEYBOARD, AMPLI, SERTA PERANGKAT ELEKTRONIK DAN LUNAK ASAL JEPANG INI SANGATLAH IKONIK DENGAN PEDAL EFEKNYA. TAK HANYA STOMBOX, BOSS YANG MERUPAKAN SALAH SATU LINE UP PRODUK ROLAND UNTUK EFEK GITAR MEMPUNYAI BEBERAPA VARIAN PRODUK PADA MULTI EFEKNYA.

Salah satunya adalah Boss GT-1. Sebuah gitar efek processor seri ekonomis dari GT-100 yang memang di peruntukkan bagi para gitaris untuk penggunaan lebih portable.

BOSS TONE STUDIO DAN BOSS TONE CENTRAL

Boss GT-1 di bekali sebuah port USB yang berfungsi untuk update firmware ataupun setting patch melalui Boss tone studio ataupun Boss tone central. Tone studio adalah sebuah software dari Boss untuk editing liveset dan sound library. Dengan tampilannya yang user friendly, semua memory yang telah di setting serta sound library pada efek ini dapat di backup dan di restore melalui komputer.Boss tone central merupakan sound library seperti preset patch, memory serta live set collection dari berbagai genre musik seperti metal, blues ataupun rock legend sampai live set dari para gitaris seperti Steve Lukather, Tone Meister, Rafael Bittencourt, dan Herman Li. Preset tersebut dapat di download melalui web Boss bersama driver Boss GT-1 untuk komputer berbasis windows atau mac.

DESAIN SERTA FITUR

Melihat dimensinya, keluarga dari GT-1 series ini sangatlah compact. Walaupun bagian bawah efek ini berbahan plastik solid, pada bagian atasnya yang bermaterial utama metal di finishing warna hitam tetap terasa kokoh. Bentuk sudut tanpa tepian yang tajam, memudahkan untuk di letakkan ke dalam gigbag. Di section control, desain analogue-style control minimalisnya terdapat 3 parameter control rotary knob berwarna hitam yang smooth untuk mengatur setiap parameter serta 12 pad backlit buttons. Selain itu terdapat 3 buah footswitches dengan backlight berwarna biru yang membuat efek ini terlihat modern, sebuah expression pedal dan LCD panel membuat layout keseluruhan control panel efek ini mudah di lihat pada berbagai macam kondisi cahaya.

Ada sebuah footswitch CTL1 yang berfungsi untuk mengaktifkan atau mengkombinasikan efek, mengganti patch atau untuk tap tempo. Bagian belakang efek ini terdapat 1/4” input jack yang berfungsi sebagai switch power on ketika jack di insert, penggunaan power melalui adaptor atau 4 buah baterai AA membuat efek ini lebih fleksibel. Lalu ada sebuah 1/8” Aux In untuk menghubungkan audio player eksternal, stereo phones output, dua buah 1/4″ split stereo output, 1/4” jack input untuk control atau expression external. Selain itu terdapat port USB B Audio serta DC in 9v dan baterai compartment untuk 4 buah baterai AA di bagian bawah Boss GT-1 1 ini. Terdapat 2 mode pemilihan untuk mengcostumize Boss GT-1 ini.

Pertama mode easy select untuk memilih patch berdasarkan kategori genre, drive, dan efek. Kedua easy edit yang akan memfasilitasi untuk tweak tone, vibes dan echo. Ada 99 patch user dan 99 patch preset dengan 108 tipe efek pada setiap chain block meliputi 27 amp serta speaker simulator. Fitur lainnya adalah phrase Loop yang dapat merekam serta mengoverdub track selama 32 detik. Selain itu, efek ini juga sudah built-in chromatic tuner dengan referensi pitch 435-445 Hz yang dapat di calibrasi.

SOUND

Kami menggunakan gitar Musicman Ernie Ball Valentine dengan output direct melalui monitor speaker. Dengan setting di efek melalui Line out, sengaja Kami pilih menggunakan metode tersebut untuk mengetahui sebarapa besar transparansi output dari efek ini. Dengan prioritas mencoba tone dengan simulasi amp, Kami mencoba mode easy select berdasarkan genre. Boss GT1 memiliki fitur tone yang di lengkapi untuk mengcover kebutuhan tone old school electric blues, modern day metal, stadium rock, stranger ambient dan fluttering space tones.

Pertama Kami coba genre hard rock di preset 19 VAN FLANGE, dengan perpaduan antara drive dan modulasi yang kental, saat Kami memainkan riff lagu Ain’t Talkin Bout Love sound drive yang agresif dan bright di repro efek ini. Lalu di preset 77 ada Lezly Heaven, saat Kami memainkan riff lagu Good Times Bad Times, sound gitar seperti Jimmy Page yang deep terdengar di preset ini. *Ressa SM

Download Majalah Audiopro edisi 05 2018 di aolikasi GRAMEDIA DIGITAL (playstore/appstore) atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts