• Senin , 18 Juni 2018

YAMAHA PACIFICA 611VFM

DI INDONESIA, NAMA BESAR YAMAHA TENTU SAJA TIDAKLAH ASING. PADA INDUSTRI MUSIK, PRODUSEN ASAL JEPANG INI MEMBUAT BERBAGAI JENIS ALAT MUSIK SEPERTI GITAR AKUSTIK, GITAR LISTRIK DAN BERBAGAI INSTRUMENT LAINNYA. AKAN TETAPI TIDAK BANYAK PARA GITARIS YANG TAHU JIKA YAMAHA MEMILIKI BANYAK VARIAN DARI LINI GITAR LISTRIK.

Salah satunya adalah Yamaha Pasifica. Sejak di perkenalkan tahun 1990 lineup gitar ini mendapat respon positif di pasar. Namun di pasar lokal tidak banyak para gitaris, baik itu guru musik, anak sekolah maupun musisi sendiri mengenal gitar ini. Dari beberapa lineup gitar pasifica, ada mid-range seri yang pertama kali di perkenalkan tahun 2012, yaitu Pacifica 611. Konsep gitar ini di peruntukkan bagi para gitaris yang menginginkan sebuah professional quality instrument dengan harga terjangkau. Membawa mayor update, Yamaha kembali memperkenalkan Pacifica 611VFM seperti yang akan di review Audiopro kali ini.

DESAIN DAN KONSTRUKSI

Menggunakan material utama kayu alder berlaminated flame maple, warna 2 tone dark red burst di finishing gloss polyurethane pada gitar ini bisa menjadi alternatif yang berbeda secara fashion bagi yang bosan dengan warna sunburst gitar berbentuk stratocaster. Apalagi finising warna yang cenderung merah marun tersebut dikombinasikan dengan kosmetik pickguard 4-Ply tortoise shell, membuat kesan premium pada gitar ini terasa dan lebih terlihat eye catching. Melihat lebih detail bodynya, gitar ini menawarkan body shape pacifica classic asymmetrical double-cutaway desain.

Dengan treble-side bout yang dalam kontur lengan bawah dapat dengan mudah mencapai fret tertinggi di gitar ini. Adanya arm cut pada top bodynya membuat contour gitar ini nyaman bila dimainkan dekat dengan badan terutama pada bagian top-back arm-restnya. Emblem logo Yamaha dan pasifica pada headstock menjadi ciri khas lainnya dari gitar ini. Finishing gloss polyurethane pada neck maple berkonstruksi bolt-on di padu hardware die-cast metal warna grey menambah kesan premium dan terlihat semakin stylish pada gitar ini.

PLAYBILITY

Neck C shape beradius 13 3/4″ dengan skala 25-1/2″ serta lebar nut sebesar 41 mm di atas fingerboard rosewood mampu memberikan feel yang nyaman dan versatile untuk memainkan bermacam genre musik. Memang butuh penyesuaian apabila telah terbiasa dengan gitar beradius sedikit lebih kecil, apalagi jika sering memainkan tekhnik tekhnik bending. Saat memainkan senar dengan hard picking, perpaduan bridge Wilkinson VS50 6 serta tuning machine grover locking tuner mampu menjaga senar tetap intune, rendahnya string spacing selebar 10.5mm juga tidak buzzing dan terasa pass di tangan tanpa jemari kiri harus terlalu mengeluarkan banyak tenaga saat menekan senar. Download Majalah Audiopro edisi 05 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (playstore/appstore) atau beli langsung aja di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts