• Jumat , 19 Oktober 2018

BARON ONE MINUTE GUITARIST

AUDIOPRO MENYAMBANGI SALAH SATU GITARIS DI NEGERI INI YANG BERPOTENSI SERTA MEMILIKI VISI LUAS DALAM INDUSTRI MUSIK DI INDONESIA.

 

Adalah Aria Baron yang sudah tak asing oleh gitaris manapun di tanah air, nama ini selalu menjadi perhatiaan dan inspirator musisi lainnya di era milineal, khususnya dalam dunia maya. Tidak sedikit musisi maupun masyarakat umum mengikuti postingan dedengkot gitaris setiap kegiatannya dalam bermusik di media sosial.

Baron kelahiran Bandung tahun 1970, selain disibukkan dengan urusan manajemen Gigi, rasanya tak henti berproduksi menghasilkan karya musik sebagai musisi sejati dan membuat album. Meskipun masih dalam proses produksi, banjir pertanyaan “Kapan Baron merilis album terbaru?”. Wajar saja, pertanyaan dari para musisi terus mengalir karena sudah lebih 10 tahun , Baron belum merilis album kembali.

Namun, Baron mendalami fenomena masyarakat muda saat ini tak lepas dari dunia gadget (smartphone) dari genggaman di setiap aktifitas. “Remaja jaman sekarang lebih dekat dengan media sosial seperti youtube, instagram, facebook dan media sosial lainnya bahkan terus berjalan fenomena ini hingga sepuluh tahun ke depan,” jelas Aria Baron atau dikenal dengan Baron ketika ditemui tim Audiopro di studio miliknya di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan. “Sekarang kita tidak menjual audio saja di dunia ini, melainkan sekarang kita menjual visual.

Bagi saya, musisi akan lebih dikenang oleh generasi milenial, bukan dari karya saja tapi bisa dilihat secara visual,” tambah Baron dan ia sudah mengantongi karya musiknya sedang dalam tahap produksi bergenre power rock serta memikirkan strategi digital marketing-nya menghadapi generasi milenial.

EKSISTENSI

Eksitensi pribadi sebagai gitaris Baron memiliki langkah jitu yang boleh disebut gitaris instagram.”Saat ini saya memfokuskan diri sebagi gitaris instagram yang bisa disebut One minute guitarist. Buat saya saat ini cukup dari instagram. Dari instagram kita bisa ketemu banyak teman dari dalam dan luar negeri,” jelas Baron yang juga mempelajari data follower dari regional, gender, maupun usia dari fasilitas statistic di Instagram. Bagi Baron yang paling utama para follower sejati sering kali merespon komen hasil postingan Baron.

Artinya, pengikut di Instagram musisi ini benar-benar memperhatikan setiap postingan sebagai profil Baron. Cukup menarik, strategi promosi yang dibangun dari gitaris ini justru mendahului kreatifitas bermusik (lagu) sebelum resmi dirilis ke masyarakat, toh nama Baron sebagai gitaris terus melonjak dan diterima oleh musisi muda generasi saat ini. Intinya, Baron memberi pesan kepada musisi muda saat ini perlu melakukan terobosan dalam mempromosikan diri dengan menciptakan pasar sendiri dengan memanfaatkan jalur digital marketing agar bisa dikenal. “Musisi yang bisa bertahan adalah musisi yang bisa beradapatasi dengan segala perubahan,” pesan Baron.

Perubahan ini bisa diartikan kebiasaan prilaku hidup manusia terhadap perkembangan teknologi digital dan informasi. Pencinta musik tidak lagi sekadar mendengar karya dari format audio saja akan tetapi menuju ke arah visual. Baron endorser Ibanez Guitar sejak 2017 sangat akrab dengan tekonologi musik, gitar, dan rekaman tetap aktif dalam perform di medsos maupun di sejumlah venue (off air). Tak luput kegiatan bermusiknya (off air) senantiasa diedarkan melalui jaringan instagram dalam durasi satu menit. Follower aktif terus bertambah jumlahnya, sebagian besar adalah kalangan muda termasuk musisi.

Ibanez saat ini digunakan sebagai gitar utama yang ia manfaatkan untuk perform dan produksi musik tentunya. Ketika kami masuk ke dalam ruang studio dan ruang kontrol terlihat puluhan gitar, dan di antara koleksinya, ada belasan brand gitar Ibanez (original dan modifikasi) hingga Ibanez langka di dunia. Salah satu koleksinya Ibanez GG Gold Dragon Series, tentu saja harganya pun sangat tinggi sudah dimiliki sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (era 80’an).*Fajar Arianto.

Download Majalah Audiopro edisi 05 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (playstore/appstore) atau langsung beli aja ya di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts