• Senin , 17 Desember 2018

YAMAHA CSF1M

DARI SEKIAN BANYAK VARIAN AKUSTIK GITAR YAMAHA, HANYA ADA BEBERAPA LINI PRODUK YANG MENGGUNAKAN BODY SHAPE PARLOR.

Sekitar 15 tahun lalu, Yamaha pernah memperkenalkan CSF series melalui Yamaha CSF 60 dengan body tersebut. Namun tak berapa lama, gitar ini di berhentikan produksinya. Seiring banyak bermunculan gitar akustik elektrik dengan ukuran body parlor. Tak ingin tertinggal, membawa mayor update berupa sound dan konstruksi dari seri CSF sebelumnya di namm show Januari 2018 kemarin Yamaha memperkenalkan CSF series terbarunya. Salah satunya adalah Yamaha CSF1M dengan ukuran compact yang berkonsep untuk memudahkan di bawa traveling hingga ke atas panggung.

KONSTRUKSI SERTA DESAIN

Yamaha CFS1M menggunakan material utama solid sitka spruce pada bagian top bodynya. Sementara pada back dan side menggunakan kayu mahogany. Gitar dengan body depth 85-105 mm dan body length 450 mm ini mempunyai konstruksi truss rod pada neck dengan shape L yang menggunakan nato serta rosewood untuk fingerboard yang bertemu di fret 14 pada bodynya. Hal ini merupakan pendekatan lebih modern desain sebuah gitar parlor.

Untuk kosmetik, saat melihat lebih detail desainnya di bagian samping body gitar parlor ini menyerupai gitar akustik klasik nylon yang dilengkapi body binding berwarna hitam dan putih. Pada bagian bridge gitar ini menggunakan rosewood serta urea untuk nut saddle dan pin ABS dengan white dot serta inlay soundhole dari abalone. Warna vintage natural yang di finishing gloss melengkapi tampilan Yamaha CSF1M yang terlihat elegan.

PLAYABILITY

Neck shape C yang berskala 23.5″ 24 3/4 “ serta radius fingerboard sebesar 16” pada ke 20 fretnya sangat mudah di jangkau. Melihat skalanya, jika jemari Anda tergolong besar mungkin harus beradaptasi terlebih dahulu. Setting action standard Kami rasa ideal, bagi Anda yang pertama kali memainkan gitar ini akan merasa senar steel Elixir Nanoweb 80/20 bronze light bawaan pabriknya terasa soft dan nyaman. Jemari tangan kiri terasa leluasa saat strumming memainkan chord maupun petikan. Body gitar parlour ini juga nyaman saat dimainkan duduk maupun berdir menggunakan strap.

Apalagi ditambah dengan nut width Nut width 1.69″ serta string spacing 0.43″ yang tergolong kecil, untuk gitaris yang sering memainkan senar rendah dan nada di fret tinggi dengan ibu jari dan kelingking tentu merasa terbantu dengan feel yang smoth sehingga tidak merasakan kelelahan ketika bermainkan dengan cara tersebut. Namun menurut Kami, neck pada Yamaha CFSM1 ini dapat di finishing lebih baik lagi agar para gitaris yang mudah berkeringat tidak mudah merasakan lengket di necknya.

SOUND

Pada umumnya, gitar dengan body yang lebih kecil akan memiliki karakter frekuensi bass dan volume yang lebih rendah dari gitar berukuran biasanya. Tapi tidak untuk Yamaha CFSM1 ini. Yamaha melakukan upgrade terhadap pola bracing untuk mendapatkan attack resonansi tone dan volume yang lebih keras. Kami melakukan dua cara saat mencoba gitar ini. Pertama Kami coba tanpa menggunakan amplifier apapun. Gitar dengan body parlor ini terdengar open dengan dynamic yang mature tanpa terdengar boxy.

Saat strumming, tone yang cukup seimbang di semua senar terdengar jelas dengan clarity baik. Kedua, Kami mencoba Yamaha CSFM1 menggunakan amplifier Yamaha THR5A dengan setting flat. Karakter kayu mahogany pada bagian back dan side di padu SRT Piezo passive system pickup merepro tone warm yang balanced serta open dengan low yang cukup rich. Sustain yang ideal saat memainkan single note dan lick yang ingin di tonjolkan ketika di mixing dengan instrument lain terutama vocal terdengar tegas.

OVERALL

Gitar akustik adalah instrument yang sangat popular sampai saat ini. Karena memerlukan sistem yang relatif lebih sederhana. Itu artinya seluruh aspek pada gitar tersebut haruslah sudah baik. Tidak boleh ada kompromi sekecil apapun mulai dari desain bracing, pemilihan kayu hingga finishing. Menggunakan pola bracing baru dengan minimnya bobokan pada body, selain untuk menghindari kurangnya estetika keindahan dari gitar Yamaha CSF1M. Hal tersebut membuat resonansi kayu dengan menjadi lebih solid. Tampaknya disini Yamaha berhasil melakukan mayor update untuk varian CSF series. Dengan harga yang masuk akal, Yamaha menerjemahkan konsep gitar akustik parlor yang ideal melalui Yamaha CSF1M. Menurut Kami, gitar ini patut Anda pertimbangkan.* RESSA SM

Related Posts