• Kamis , 18 Oktober 2018

MENYIAPKAN KADER SOUND ENGINNER JUNIOR BERBOBOT LEWAT AUDISI BAND INDRA LESMANA PROJECT

INDRA LESMANA PROJECT, BAND YANG DIBENTUK OLEH MUSISI SENIOR INDRA LESMANA MEMBERIKAN WARNA BARU DAN BERTOLAK BELAKANG DENGAN IMAGE SEBAGAI MUSISI JAZZ SUDAH MELEKAT DALAMDIRINYA SEPANJANG KARIER BERMUSIKNYA.

 

Hal ini tidak menjadi masalah bagi Indra kerap dijuluki ikonik musisi jazz, karena penilaian ini  timbul dari masyarakat. Namun bagi Indra menyebutkan, ia adalah seorang musisi dan produser dapat memainkan beragam genre musik tidak selalu jazz. Bahkan tahun 2018, Indra Lesmana membentuk ILP (Indra Lesmana Project) dengan konsep musik beraliran Progressive Metal. “Saya dari kecil mendengarkan semua jenis musik.

Musik Progressive adalah salah satu musik yang paling saya gemari dari kecil. Waktu itu saya dengarkan band progressive di jaman itu adalah Yes, Rush, Genesis, dan ELP. Maka ketika banyak orang bilang bahwa musik ILP banyak mengingatkan dengan Dream Theater. Saya agak kaget juga respon mereka (masyarakat) karena saya sendiri belum pernah dengar Dream Theater sama sekali,” ujar Indra bersemangat.

PROGRESSIVE METAL

Indra terinsipirasi ketikai erupsi Gunung Agung yang meletus pada November 2017 lalu dan lantas terdorong membuat musik. “Indra Lesmana Project dilatar belakangi saya menulis musik ketika Gunung Agung (Bali) meletus pada November 2017. Entah dari mana saya mendapat ilham membuat musik (progressive metal). Setelah Jadi, saya upload di Instagram. Ternyata respon masyarakat menganggap sesuatu yang baru dari yang perah saya buat.

Begitu juga dengan Shadu (rekan musisi indra)  juga langsung merespon musik saya. Karena sudah lama saya pernah ngomong sama Shadu, pemain bass ILP, bahwa suatu hari kalau saya bikin band pasti saya akan ajak Shadu,” kata Indra ketika ditemui tim Audiopro atas undangan Donny Hardono (DSS Sound) saat audisi sound engineer FOH dan Monitor ILP di Rossi Musik, Jakarta Selatan pertenghan April lalu.

AUDISI MUSISI

Audisi musisi  yang dijalankan Indra Lesmana dan Shadu, di umumkan melalui medsos instagram. Aransemen utuh bergenre progressive metal sudah disiapkan Indra dapat didownload oleh seluruh peserta audisi dan melakukan rekaman secara virtual. Hasil rekaman masing-masing personil (gitaris, drummer, dan vokalis) kemudian diseleksi Indra. Tidak hanya kualitas bermusik si musisi yang lolos audisi namun Indra juga menilai dari karakter sound instrumen yang dibangun gitaris, termasuk juga vokalis perlu memiliki karakter sound vokal yang pas kebutuhan ILP, seperti yang disebutkan Indra dalam akun ILPMusic di instagram.

Ada ratusan musisi yang diseleksi oleh Indra berasal dari sejumlah kota di Indonesia dengan pondasi musik Rock. Hata Arysatya (drummer) lolos dari seratu enam puluh drumer.  Karis dan Rayhan Syarif (gitaris) terpilih dari dua ratus gitaris. Togar, sang vokalis melengkapi ILP menjadi sebuah band beraliran progresive metal yang solid lolos dari dua ratusan vokalis.

Tidak sampai pesonil musisi terpilih saja , Indra memiliki strategi bahwa sound engineer juga merupakan kewajiban dan bagian dari musik dalam sebuah band. “Saya mempunyai inisiasi lagi, menurut saya band itu perlu punya sound engineer yang permanen. Enggak bisa ganti-ganti sound engineer. Untuk punya sound engineer yang permanen, kita harus audisi juga. Jadi saya membuka audisi sound engineer FOH dan Monitor,” ungkap Indra. Ada sekitar tiga ratus formulir sound engineer yang terdaftar. Kemudian, sembilan puluh formulir yang masuk ke ILP. Seluruh sound engiiner-pun melakukan mixing virtual dari bahan musik ILP.

Masuk audisi pertama hasil mixing ini dinilai kembali hingga terpilih 6 sound engineer FOH dan 6 sound engineer monitor. “Pada hari ini masuk ke tahap kedua, sound engineer dinilai dalam situasi live. Saya ingin angkat sound engineer tidak harus berasal dari Jakarta. Di Indonesia talennya banyak cuma tidak dapat kesempatan. Saya merasa apa yang kita lakukan adalah untuk membuka mata dan telinga, seberapa besar sebenarnya kemajuan dunia audio di Indonesia dengan melibatkan engineer yang sama sekali belum kita kenal. Audisi sound engineer mejadi menarik buat semuanya.

Tentu untuk dunia audio, saya  pikir akan menjadi suatu permulaan yang baik untuk bisa melihat seberapa besar talent yang kita punya. Bayangi ada sembilan puluh engineer dari seluruh Indonesia mengirim hasil mixing musik ILP. Menurut saya luar biasa,” papar Indra yang saat itu menilai live mixing peserta sound engineer dating dari berbagai kota di Indonesia (Samarinda, Surabaya, Jakarta, Depok, Tegal, Bali, Bogor, dan Bekasi). Ada beberapa kriteria yang dinilai Indra dalam memilih sound engineer.

Pertama, peserta memiliki selera balance/mixing yang sama dengan Indra Lesmana dan personil ILP.Kedua, hasil mixing dicoba dalam situasi live, dinilai apakah peserta mumpuni atau tidak dalam tugasnya. Ketiga, sound engiiner mampu bekerja cepat dan mampu mengatasi masalah audio dengan cepat. Sound engineer ILP yang terpilih adalah Angelo R. Napitupulu (Monitor Engineer) dan Nugroho Wisnu (FOH Engineer) menjadi tim ILP serta mengikuti jadwal touring ILP. Download Majalah Audiopro edisi 04 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (playstore/appstore) atau beli langsung di TB Gramedia Indonesia untuk baca selenkapnya ya. *Fajar Arianto.

Related Posts