• Rabu , 23 Mei 2018

YAMAHA CPX 600 OVS

Di tahun 1999 Yamaha pertama kali memperkenalkan seri compass series melalui CPX 10. Konsep lineup gitar CPX merupakan perpaduan antara seri APX yang hadir dengan body yang lebih besar untuk mendapatkan full sound akustik yang lebih lebar.

 

Jika pada edisi sebelumnya Audiopro telah mereview Yamaha APX 600, kali ini kami review Yamaha CPX 600 yang di perkenalkan November 2017 lalu. Gitar yang merupakan mayor update dari seri CPX500III ini mendapatkan perubahan dari desain, finishing dan elektronik dari varian sebelumnya.

KONSTRUKSI SERTA DESAIN

Gitar buatan Indonesia ini memiliki desain single cutaway dengan body depth 95-115mm yang termasuk dalam kategori gitar akustik ber-body medium-jumbo. Material utama pada bagian body atasnya menggunakan kayu spruce, sementara back dan side menggunakan kayu nato. Konstruksi truss rod pada neck dengan shape L yang menggunakan locally sourced tonewood serta rosewood untuk fingerboard melengkapi material gitar akustik elektrik ini. Beralih ke desain, ada beberapa perubahan kosmetik dari seri sebelumnya seperti inlay dots mark posisition yang lebih kecil 2mm. Selain itu gitar ini dilengkapi body binding berbahan ivory + black serta inlay ABS + Abalone dimana pada bridge menggunakan rosewood serta nut saddle dan pin berbahan urea black ABS. Warna old violin sunburst yang di finishing gloss membuat tampilan Yamaha CPX 600 lebih bright sehingga terlihat klasik dan elegan.

PLAYABILITY

Gitar ini memiliki neck shape slim C yang berskala 25 “ serta radius fingerboard sebesar 23 5/8″ di 21 fretnya yang mudah di jangkau. Setting action standard Kami rasa ideal, bagi Anda yang pertama kali memainkan gitar ini akan merasa steel string bawaannya terasa soft dan nyaman. Banyak pemain gitar akustik yang mengeluhkan senar gitarnya keras. Biasanya, hal ini disebabkan action yang terlalu tinggi. Ada juga beberapa yang mengeluhkan nut width yang terlalu lebar. Gitar Yamaha CPX-6OO ini menawarkan playability yang lebih versatile, baik untuk entry level maupun profesional. Hal ini terlihat dari nut width berukuran 43mm serta bridge string spacing 10mm yang tergolong kecil.

Tension terasa stabil dan konsisten terutama setelah mencoba beberapa kali tekhnik saat melakukan finger style di atas neck yang finishing matt. Untuk gitaris yang sering memainkan action senar rendah dengan ibu jari tentu akan merasa terbantu dan tidak akan merasakan kelelahan ketika memainkan dengan cara tersebut, terlebih jika Anda memang telah terbiasa menggunakan gitar elektrik. Jemari kiri juga terasa leluasa saat memainkan chord dengan tekhnik strumming maupun petikan.

SOUND

Pertama, Kami mencoba memainkan Yamaha CPX600 tanpa amplifikasi apapun. Body dari gitar ini cukup responsive terhadap style permainan yang perkusif. Saat strumming, semua senar terdengar jelas clarity tone yang cukup seimbang. Tampaknya pembaharuan pola bracing pada gitar ini cukup memberikan perubahan yang signifikan. Ketika memainkan sebuah lick pattern note tetap terdengar jelas tanpa kehilangan detail nada harmonik. Yamaha APX600 di bekali SRT active piezo pickup dengan preamp system65 yang di lengkapi tuner dengan 3 buah equalizer serta mid-range yang dapat di adjust. Penempatan endpin jack input serta compartment battery 9 volt yang terdapat di samping atas mengurangi bobokan di bagian bawah bodynya untuk menghindari kurangnya resonansi kayu. Hal tersebut menjadikan gitar ini mempunyai low-range yang padat, solid dan natural serta tidak mengurangi keindahan dari body gitar ini.

Pada percobaan kedua, Kami coba mensimulasikan gitar ini saat digunakan live dengan kondisi direct langusng ke speaker PA. Kami mendirect gitar ini ke mixer Yamaha MG82CX yang di setting flat. Untuk mendengar sound akustik yang transparan Kami menggunakan monitor Yamaha HS80M sebagai monitor.
Hal yang paling berpengaruh pada jumbo body shape design ini adalah saat fingerpick dan strumming, besarnya body sangat mempengaruhi note yang terdengar, terasa tegas dan powerfull dengan sustain yang panjang serta open. Artikulasi setiap string yang jelas dan sound body yang natural terdengar baik.

OVERALL

Dengan point plus dari body jumbo shape yang di sertai bridge string spacing 10mm serta nut width 1 11/16″ gitar ini menawarkan playbility yang versatile dan nyaman sehingga fleksibel untuk berbagai jenis genre musik. Resonansi kayu yang di kombinasikan preamp system65 dan SRT piezo pickup menghasilkan sound low-range powerfull dengan mid dan high yang balance sehingga terdengar tone yang jelas. Hal tersebut memungkinkan Yamaha CPX600 digunakan untuk situasi live maupun recording. Dengan harga yang tak terlalu tinggi, gitar ini Kami rekomendasikan bagi Anda yang mencari gitar berkualitas dan terjangkau.*RESSA SM

Related Posts