• Kamis , 18 Oktober 2018

GATHERING KE LIMA KOMUNITAS GUITAR RITUAL

MUSIK DAN GITAR SEPERTI DUA SISI MATA UANG YANG TIDAK TERPISAHKAN. DI BERBAGAI GENRE MUSIK SELALU ADA ALUNAN NADA GITAR. SEBAGAI SALAH SATU JENIS ALAT MUSIK YANG BANYAK DI GEMARI, GITAR MEMANG MEMPUNYAI CIRI TERSENDIRI. SUARA DARI PERPADUAN KAYU DAN DAWAI YANG MENJADI SUATU IRAMA MUSIK KHAS MEMBUAT ALAT MUSIK MELODIS INI BEGITU DI MINATI MASYARAKAT.

 

Karena kecintaan terhadap gitar dan mempunyai kesamaan visi, terbentuklah suatu komunitas gitar. Selain menjadi wadah untuk berapresiasi karya serta sharing ilmu, di dalam komunitas juga menjadi tempat untuk promosi dan menambah relasi. Menjadi salah satu komunitas gitar di Jakarta, Komunitas Guitar Ritual ini berisi para pemain gitar yang berasal Jabodetabek, bahkan ada juga yang berasal dari luar kota dengan berbagai latar belakang usia, gender, pekerjaan, serta genre musik.

“ Konsepnya gitar klinik, talk show, sharing session, jamming, dan edutainment. Semua bebas bisa gabung di sini. Ga harus ada ini itu, yang penting suka gitar silahkan datang. Biasanya 1 bulan 2 kali Kita adain gathering, di minggu pertama dan terakhir. Di Guitar Ritual itu bukan hanya pemain gitar aja, bass pun masuk di sini. “ Ujar Edo Widiz pendiri Guitar Ritual ini. Jumat 09 Maret 2018 kemarin, Komunitas guitar Ritual mengadakan Gathering ke limanya di Terraza Lounge yang terletak di Hotel 101 Jl. Dharmawangsa IX no.14 Jakarta Selatan. Acara yang di mulai sekitar jam 19.00 ini di buka oleh penampilan gitaris muda asal Jakarta Hary Sinoaji yang membawakan 2 lagu sendiri.

Selanjutnya ada penampilan Shandy Sin, gitaris asal Bojonegoro. Lalu ada Rico gitaris dari Rumah Dinas yang cukup unik memainkan gitar 2 neck dengan konsep ambience looping. Acara di lanjutkan oleh Puguh Kribo, sebelum tampil Ia memberikan kuis dengan hadiah majalah Audiopro Cover Puguh Kribo dan BKS Polish yang merupakan cleaner string gitar untuk para audience. Setelah Indranesia membawakan 3 lagu, ada Arya Setiadi yang merupakan instructor dan pemain bass dari band Vodoo. Selain membawakan 2 buah lagu, Ia juga memberikan tips tekhnik permainan tapping dengan bass.

Tak hanya perform, acara gathering malam itu juga ada sesi tanya jawab dari para audience yang menambah keakraban malam itu. Kemudian ada penampilan Rock Avenger yang beranggotakan Fajar Arianto, Rinto Adhitama, Kiagoes Roy, serta Daud membawakan 2 buah lagu Dream Theater yang cukup membuat tercengang para gitaris yang hadir malam itu.

Sebagai penutup, Roy Gitaris Rock Avenger memberikan klinik dengan materi “Amp simulator VS Real amplifier”. Di sini Roy menggunakan Amplifier Marshall JCM900 SL-X2100 dan Efek Line 6 Helix LT ketika sharing perbedaan sound antara hardware dan simulator tersebut agar para gitaris yang hadir dapat membedakan sound yang di hasilkan keduanya. Harapannya adalah supaya kedepan para gitaris dapat memahami setting apa serta gear mana yang cocok dan sesuai kebutuhan. Terakhir, Roy juga memberikan tips mensetting amp simulator agar mendekati real amplifier di Line 6 Helix LT dan Zoom MS-50G untuk di gunakan secara direct.*RESSA SM

Related Posts