• Rabu , 23 Mei 2018

RUDYE MERACIK SOUND DARI SYNTHESIZER ANALOG

RUDYE NUGRAHA PUTRA, KELAHIRAN DENPASAR 1988, KEYBOARDIS KILLING ME INSIDE (KILLMS), YANG MENGAWALI KARIER BERMUSIK SEJAK DUDUK DI BANGKU SMA. KINI KEYBOARDIST KILLING ME INSIDE MEMILIKI FREKUENSI MANGGUNG YANG PADAT SERTA TAK HENTI MEMBUAT IDE-IDE BARU DALAM MERACIK ARANSEMEN BERSAMA PERSONIL KILLMS LAINNYA.

 

Panggilan akrabnya adalah Rudye yang semul ingin menjadi drummer, karena ia merasa tertarik dengan instrumen drum dan menyenangkan. Meskipun sudah mengikuti kursus piano klasik sejak kecil, Rudye tetap memiliki keinginan menjadi drumer di sebuah band. Pada masa SMA, Rudye sempat aktif sebagai drummer dalam sebuah band. Rudye yang rutin nongkrong di sebuah studio dekat sekolahnya sebagai drummer, Rudye kerap diminta teman lainnya membantu bermain keyboard dalam band temantemannya. “Memang pada saat itu, di studio tidak ada temen-temen yang bias main keyboard.

Kebetulan karena saya waktu kecil sempat di-lesin jadi sering membantu bermain keyboard untuk mereka,” kenang Rudye. Tahun 2006, Rudye mengawali karier musiknya sebagai keyboardist tergabung dalam band Thirteen yang mengusung genre eksperimental sebagai band indie yang aktif manggung di tahun 2007 hingga 2008. Bersama Thirteen, Rudye lebih mengenal dan mempelajari instrumen musik digital moderen yang disebut synthesizer. Masuk tahun 2009, Rudye bergabung dengan Killing Me Inside sebagai additional player bukan sebagai keyboardist namun lebih dulu sebagai bassist. Seiring berjalan karier bersama Killms, Rudye beralih sebagai keyboardist tetap sejak tahun 2010.

Awal karier profesional sebagai keyboardist bersama Killms, ia menggunakan synthesizer Korg Karma untuk kebutuhan aransemen dan rekaman. Rudye mulai mengisi ornament synthesizer dalam album Killing MeInside (self titled) tahun 2010, dalam album ini berhasil memboyong dua penghargaan The Best Indie Music danThe Best New Artist dari Indigo Digital Music Award 2010. Di tahun berikutnya Killms masuk nominasi kategori Album rock terbaik dari Anugerah Musik Indonesia. Hingga saat ini, Rudye dan personil lainnya menggerakkan Kill Me Inside dan melanjutkan produksi single Melangkah (2011), album One Reason (2012) dan album Rebirth (A New Begining 2014), serta single Fractured featuring Aiu (2017). Khas Killms makin kentara dengan isian ornament synthesizer memperkuat genre modern rock. Selain sebagai synthesizer player, Rudy merangkap backing dan screaming vocal.

SOUND SYNTH

Kebutuhan sound synthesizer dalam meramu aransemen Killing Me Inside, Rudye berhasil mengangkat aransemen Moderen Rock dengan balutan sound synth yang bernuansa menggerakkan karakter electronic music yang unik dan segar. Keyboardist ini banyak bereksplorasi dari synthesizer analog andalannya keluaran Korg di setiap aransemen Killing Me Inside. Dalam pengisian sound synth, ia mengombinasikan Sound synth dengan gitar distorsi (moderen rock).

“Saya coba memasukkan unsur arpeggio dan mengangkat modern rock Killms. Karena pemain gitar cuma satu. Jadi saya bias lebih mengisi sound synthe yang lebih  rame buat mengisi bagian kosong yang tidak diisi gitar,” jelas Rudye. Konsep sound syth dan pengisian dalam genre modern rock Killms, ia menjelaskan,”Kalau berbicara soal porsi pengisian keyboard dalam Killms adalah saya ambil sound ambien biar penuh dan menjadi lebih dominan. Ambien yang saya buat engga cuma berupa dari sound pad yang biasa saja. Misalnya saya menggunakan sound piano dengan tambahan reverb yang lebar.” Download Majalah Audiopro edisi 02 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (appstore/playstore) atau di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

 

 

Related Posts