• Senin , 23 Juli 2018

KONSER BERSEJARAH KELOMPOK PENERBANG ROKET

BERAWAL DARI IDE JABABA RECORD, YANG BEKERJA SAMA DENGAN LOCKER EVENT DAN BERITA ANGKASA MANAGEMENT, INGIN MEMBUAT SEJARAH BARU DI PANGGUNG MUSIK INDONESIA.

 

Dengan menggelar konser bersejarah, di gedung bersejarah, yaitu di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) . Dimana akan di lakukan live recording, dengan menampilkan band Rock yang sedang bersinar, Kelompok Penerbang Roket (KPR). Konser bertajuk “A Nigth At Shcouwberg”, di adakan pada 17 Desember 2017 lalu. Nama konser “A Night at Schouwburg” sendiri diambil dari nama awal GKJ yang di bangun pada tahun 1821 dengan nama Theatre Schouwburh Weltevreden atau dikenal juga dengan nama Teater Komedi. Untuk menggelar event ini, bukanlah hal mudah. Karena harus lewat pesrsetujuan Dewan Kesenian Jakarta, yang membawahi ijin penggunaan GKJ ini. Pihak penyelengara awalnya harus mengajukan konsep tersebut, ke Dewan Kesenian Jakarta terlebih dahulu, untuk dilakukan kurasi. Salah satunya adalah kelayakan KPR menggelar konser di GKJ. Dan lewat Anto Hoed, (Ketua Komite Musik dari Dewan Kesenian Jakarta) ternyata meloloskan konser ini.

 

Menurut Coki Singgih dari Jababa Record, konser ini ternyata cukup di support oleh Dewan Kesenian Jakarta, walaupun dengan catatan khusus. “Intinya kita mempersiapkan segala sesuatunya, agar gelaran konser ini bisa terlaksana sesuai aturan yang berlaku.” Jelasnya. Sedangkan menurut Aria Baja dari Locker Event, menjelaskan konser ini bisa menjadi pembelajaran bagi penikmat musik di Indonesia, dimana mereka bisa terlibat dan berinteraksi secara langsung pada proses live recording. “Pilihan KPR, menjadi tantangan tersendiri. Apalagi di laksanakan di gedung yang sangat sakral.” Tambahnya.

AKSI MAKSIMAL

John Paul Patton (Bass/Lead Vocal), Rey Marshall (Guitar/Back Vocal) dan Igusti Vikranta (Drum/Backing Vocal), rupanya menunjukan gairah mereka saat menggelar petunjukan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Aksi ketiga personil KPR ini terasa lepas tanpa beban, dengan memulai lagu ‘Jakarta City Sound’ yang merupakan cover lagu dari band legendari Panbers. Seperti aksi awal yang cukup bisa memanaskan GKJ malam itu. Pertunjukan berlangsung selama 2 jam yang di bagi menjadi 2 sesi. Dalam rentang waktu tersebut KPR memang banyak membawakan lagu cover, dengan aransemen khas mereka. Menjadi kejutan menarik, karena sukses menampilkan nuansa berbeda. Tidak hanya lagu Pambers, mereka bahkan membawakan lagu ‘Mencarter Roket’ milik Duo Kribo, lagu yang menginspirasi nama band mereka. Termasuk saat mereka men-cover lagu dangdut milik Orkes Moral, Pengantar Minum Racun (PMR) bertitel ‘Malam Jumat Kliwon’. Tentu saja lagu ini masih berasa Gahar.

Mereka juga membawkan lagu dari band Led Zeppelin. Tentu saja, trio ini membawakan lagu-lagu hits mereka, seperti ‘Mati Muda’. Di konser ini KPR memang sukses memberikan banyak kejutan. Tidak hanya mengaransemen lagu cover hinga tampil beda, tapi energi bermusik mereka yang tampak maksimal. Menariknya, beberapa nama di ajak berkolaborasi di panggung ini. Seperti gitaris Absar Lebeh, hingga Harry Anggoman, personil kelompok Gong 2000, yang memberikan sentuhan aransemen vintage dari Hammond yang digunakannya. Apalagi kolaborasi dengan Elfonda Mekel atau di kenal dengan nama Once (mantan Vokalis Dewa) juga memberi kejutan tersendiri.

 

Related Posts