• Rabu , 23 Mei 2018

YAMAHA APX 600 – BLACK

BEBERAPA GITAR YAMAHA BUATAN INDONESIA TELAH MENJADI BAGIAN DARI SEJARAH PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA. DI INDONESIA SENDIRI, SEBAGIAN VARIAN GITAR YAMAHA SEAKAN TELAH MENJADI GITAR WAJIB DI MILIKI BAGI PARA GITARIS ENTRY LEVEL. KARENA HARGA TERJANGKAU DENGAN FINISHING YANG MEMUKAU, GITAR AKUSTIK BUATAN YAMAHA ADALAH SALAH SATU YANG DICARI SEPERTI SERI APX INI.

Yamaha memperkenalkan lineup APX pertamanya melalui APX50 pada tahun 1987. Untuk memenuhi kebutuhan gitaris yang terbiasa memainkan elektrik gitar, Yamaha membuat gitar tersebut dengan style hingga body cutaway sampai neck ramping layaknya elektrik gitar yang memudahkan di bawa ke atas panggung. Setelah tiga dekade berlalu, November 2017 lalu Yamaha memperkenalkan seri terbaru untuk lineup gitar APXnya yaitu APX600. Gitar yang merupakan mayor update dari seri APX500 yang popular itu mendapatkan perubahan dari desain, tone serta playbility dari varian tersebut.

DESAIN SERTA KONSTRUKSI

Gitar akustik untuk perform memiliki desain yang lebih khusus, biasanya desain tersebut lebih tipis dan sound menggunakan pickup piezo. Hal tersebut dapat di temukan pada Yamaha APX600 yang memiliki single cutaway dengan APX shape dimana panjang body 490mm dan kedalaman body 90mm. Sehingga gitar ini termasuk dalam kategori gitar akustik berbody slim. Bagian atas body gitar ini menggunakan kayu spruce, sementara body back dan side menggunakan kayu nato. Sedangkan pada neck dengan L-neck shape menggunakan locally sourced tonewood.

Konstruksi truss rod serta penggunaan kayu rosewood untuk fingerboard melengkapi material yang membuat gitar akustik elektrik ini kokoh. Sebagai kosmetik, binding dengan finishing warna putih dari body hingga neck menegaskan penggunaan jenis material yang berbeda. Ukuran inlay dots sebesar 3mm yang berbeda dari seri terdahulunya serta soundhole berbentuk oval serta inlay menggunakan ABS dan abalone rosette yang menjadi ciri khas dari lineup gitar APX juga tidak luput mendapat perubahan. Pickguard berwarna hitam serta tuner berwarna chrome juga turut memberikan kesan klasik dan elegan pada gitar yang di finishing gloss warna hitam ini.

PLAYBILITY

Pertama kali memainkan gitar ini, neck gitar slim C dengan scale length 25” dengan radius 23 5/8” dimana action setting masih standar akan merasa senar empuk dan nyaman. Finishing matt pada neck serta fret yang di dukung dengan material urea pada bridge, nut serta saddle dan black ABS untuk bridge pin membuat tension terasa stabil dan konsisten, terutama setelah beberapa kali menggunakan tekhnik bending dari jari kiri. Apalagi ditambah dengan string spacing sebesar 10.0mm, untuk gitaris atau seorang fingerstyle yang sering memainkan senar bawah dan nada di fret tinggi dengan ibu jari dan kelingking tentu merasa terbantu dan tidak merasa cepat lelah karena feel yang smoth serta keakurasian jemari ketika bermain dengan cara tersebut di atas ke 22 fret pada gitar ini. Silahkan download Majalah Audiopro edisi 01 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (Android/iOS) atau di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts