• Kamis , 18 Oktober 2018

AngelZ TOTALITAS DI SEGMEN TRIBUTE BAND

ADA BEBERAPA FAKTOR YANG MENJADIKAN SEBUAH BAND LAYAK DI JADIKAN TRIBUTE. SEPERTI PENGARUH, SEJARAH SAMPAI KUALITAS DARI MUSIKNYA. TAK HANYA LUAR NEGERI, DI INDONESIAPUN FENOMENA TRIBUTE BAND KERAP DINIKMATI KARENA MEMPUNYAI PASAR TERSENDIRI DAN MENJADI SALAH SATU CELAH YANG DAPAT DI MANFAATKAN UNTUK BISNIS SHOWBIZ.

 

Terbentuk tahun 2008 dengan konsep awal sebuah band rekaman, AngelZ yang telah mengalami bongkar pasang personil melakukan pergeseran menjadi sebuah tribute band. Mengusung konsep glam rock secara visual, tidak hanya secara skill dan permainan saja yang AngelZ tawarkan. Mereka juga membawa originalitas aransemen dan sound untuk memaksimalkan penampilan saat membawakan lagu-lagu Bon Jovi. “ Dinamakan AngelZ karena Saya tergila-gila dengan malaikat dan sayap. Kalau Z di belakang itu filosofi nya semua unsur A sampai Z dapat di temukan di band ini.

Dari performance, visual, bahkan party bandnya agar euphoria lebih keren, karena aura kita memang glam dan party dari lagu-lagu yang kita usung.“ ujar Jon saat ditemui Audiopro di cafe W & S Citos Jakarta Selatan. Nama-nama yang sudah tidak asing lagi di dunia musik, yaitu Jon (Vokal), Iram (Gitar / U’Camp), Lie Andi (Bass / RI1- NevoX), Gatz (Keyboard / Ungu) dan Axel Andaviar (Drum / Coklat- Toxic Team) mempunyai alasan tertentu mengapa AngelZ memilih sebagai tribute band Bon Jovi. Selain memang fans lama yang terbiasa mendengarkan lagu-lagu Bon Jovi, beberapa personilnya mengaku mempunyai emosional tersendiri saat membawakan lagu-lagu Bon Jovi.

Banyak tribute band di luar sana, namun yang totalitas hanya beberapa saja. Seleksi alamlah yang berbicara sampai akhirnya band tersebut perlahan menghilang. Berbeda dengan AngelZ, mereka mempunyai ciri khas yang konsisten dan terkonsep agar lebih mencuri perhatian. Hal itulah yang menjadi kunci hingga mereka bisa bertahan sampai saat ini. Tidak sampai di situ, dari gitar Takamine yang di pakai Jon, gitar Fender Stratocaster yang di gunakan Richie Sambora oleh Iram, sampai Yamaha Motif dan CF piano yang di gunakan Gatz menunjukkan bahwa mereka benar-benar mendalami karakter dari tribute band Bon Jovi.

“ Totalitas itu memberikan value lebih yang menunjukkan band ini serius. Dari segi visual harus sebanding dengan skill permainan yang enak di dengar. Bahkan Kami pakai soundman sendiri agar output sound dan atmosfirnya terasa bedanya. Di sini passion yang berbicara, saat kita ngerjain dan ngejalaninya serius, hasilnya juga akan terlihat. “ Sambung Jon dan Axel.

BESAR DI KOMUNITAS

Ketika seseorang mengidolakan suatu band, karena keterbatasan yang tidak memungkinkan untuk melihat secara langsung, orang tersebut akan sangat bergairah datang ke gigs-gigs musik yang menampilkan tribute version band idolanya itu. Tidak terkecuali untuk Bon Jovi, band satu ini mempunyai fan base loyal pada berbagai negara. Di Indonesia sendiri terdapat komunitas yang berisi dari lintas kalangan, usia, dan gender. Ada Bon Jovi Fans Club Indonesia yang merupakan fanatik dan penikmat musik, lalu Bon Jovi Indonesia yang isinya banyak anak muda dan memiliki band sebatas hobi membawakan lagu-lagu Bon Jovi.

“ Fansnya Bon Jovi di Bon Jovi Fans Club Indonesia sama Bon Jovi Indonesia selalu aktif dan bisa mengelola sendiri komunitasnya. Dan fan base ini masih berjalan banget, generasi muda-mudanya banyak yang respect. Bahkan setiap eventpun mereka selalu ada reportnya ke official Bon Jovi. “ lanjut Axel. Mempunyai dukungan massa yang loyalitas dengan segmentasi tersendiri menjadi nilai jual lebih bagi AngelZ. Untuk itu banyak event organizer berani mengadakan acara tribute Bon Jovi mengajak AngelZ, bahkan sampai ke luar kota sekalipun. Silahkan download Majalah Audiopro edisi 01 2018 di aplikasi GRAMEDIA DIGITAL (Android/iOS) atau di TB Gramedia Indonesia untuk baca selengkapnya ya.

Related Posts