• Jumat , 20 Juli 2018

ENERGI TERBARU NICE FRIDAY

Band indie asal Jakarta, Nice Friday termasuk band yang mengalami dinamika dalam menjalani eksistensi bandnya. Memulai kariernya saat merilis debut “Bukan Dewa” (2012), dan selanjutnya merilis album ke dua “Alright” (2014). Band ini sempat mengalami stuck, dan sempat vacum. Tapi Nice Friday ini rupanya tidak patah arang, dan berusaha untuk tetap eksis dan terus berkarya. Apalagi setelah melakukan Audisi dan tampil dengan formasi baru yaitu Asido (vokal), Bima (gitar), Rendy (Bass), Deddy (drum), dan Rikho (keyboard), dimana mereka seperti menemukan energi terbaru. Perjalanan band ini memang tidaklah mulus. Setelah album kedua di rilis, Band ini malah mengalami stagnasi.

Bahkan sempat vacum, menyusul beberapa personil yang mengundurkan diri. Total aktifitas Nice Friday berhenti. Akan tetapi personil yang tersisa masih memiliki gairah bermusik dan berkarya. Kemudian melalui sosmed mereka mencari personil untuk melengkapi formasi band yang kosong. “Setelah melakukan pencarian dan audisi, akhirnya kami menemukan pemain bass dan vokalis baru. Yang akhirnya terbentuk formasi yang sekarang. Kita seperti menemukan energi terbaru, dan gairah untuk bermusik lagi.” Ungkap Rikho menjelaskan.

Tidak hanya itu, mereka juga menemukan konsep musik yang fresh. Menurut Bima, pengalaman atau perjalanan band yang lalu menjadikan pembelajaran bagi langkah mereka selanjutnya. “Kami tidak hanya hadir dengan formasi baru, tapi konsep bermusik yang juga baru. Walaupun masih ada nuansa British Pop, lagu-lagu kami saat ini lebih terasa gahar. Selain menyesuaikan dengan karakter vokal terbaru, masuknya Rendy yang dulu sering memainkan musik R&B memberikan pengaruh pada musik kami saat ini.” Ungkap gitaris ini menjelaskan. Dengan formasi baru ini, Nice Friday kemudian merilis album ke-3 bertitel “Kaleidoskop” (2017). Album ini mengunggulkan hits ’Capstone’.

Selain hadir dengan karakter rock yang lebih kuat, di album ini lebih banyak lagu dengan lirik berbahasa Inggris. Tidak hanya itu, secara konsep musik mereka memang benar-benar berbeda, yang menurut mereka merupakan ekspetasi gairah bermusik yang sempat tertahan lama, menjadi sebuah energi baru. Sekaligus membuktikan, bahwa band ini masih tetap eksis. Karakter vokal Asido memang di akui memberikan nuansa yang berbeda di badingkan dua album Nice Friday sebelumnya. Apalagi Asido bertanggung jawab menulis lirik.

“Ketika memproduksi album ini, kami tidak menoleh ke belakang. Kami benar-benar tampil dengan konsep yang baru. Dimana saya bias bereksplorasi dengan leluasa.” Jelas vokalis ini menambahkan. Ternyata album ini cukup mendapat respon positif. Bahkan lagu ‘Capstone’ di jadikan sebuah soundtrack film miniseri. “Kami kembali lagi di panggung musik. Saat vacum kemarin, justru memberikan pembelajaran bagi kami, untuk langkah Nice Friday selanjutnya.” Jelas Bima menutup bincang-bincang dengan AudioPro.

Related Posts